Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekulerisme Biang Kerok Sirnanya Fungsi Negara Sebagai Pelindung Perempuan Dan Anak

Saturday, March 08, 2025 | Saturday, March 08, 2025 WIB

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta mencatat sebanyak 356 korban kekerasan terhadap anak dan perempuan telah terjadi sejak awal 2025. Data tersebut, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Mochamad Miftahulloh Tamary merupakan angka sejak Januari hingga 26 Februari 2025. Sedangkan total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama tahun 2023 sebanyak 1.682 korban. Kemudian pada 2024 tercatat sebanyak 2.041 orang, dengan rincian korban perempuan dewasa sebanyak 893 orang dan korban anak sebanyak 1.148 orang. Sebagai upaya untuk terus menangani kasus kekerasan anak dan perempuan di Jakarta, mengatakan, pihaknya berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak salah satunya dengan pihak Kepolisian (newneraca.neraca.co.id, 08-03-2025).

Saat anak-anak dan perempuan menjadi korban kekerasan, menunjukkan betapa fungsi pelindung utama telah sirna. Lemahnya iman, sempitnya kehidupan ekonomi, stress karena permasalahan keluarga (kdrt hingga perceraian), tingkat emosional yang tinggi mendorong munculnya keabnormalan perilaku individu dalam kehidupan masyarakat. Bahkan keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan aman, tercurahnya kasih sayang, madrasah pertama dan utama bagi anak-anak, menjadi tempat yang menyeramkan karena sekularisme telah merasuki pemikiran kaum muslimin.

Sebagai sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, sekulerisme menjadikan keluarga kerontang dari iman dan taqwa, hingga orang tua atau pun anggota keluarga tak segan anarkis dalam menyelesaikan persoalan kehidupan termasuk menghadapi kenakalan anak-anak.  Minimalisnya peran negara dalam menjaga keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Belum lagi penerapan ekonomi kapitalisme yang mempersulit ekonomi rakyat, tak heran jika akhirnya kekerasan terhadap anak sering terjadi akibat dari kusutnya permasalahan kehidupan. Sekulerisme menjadi biang kerok yang menyebabkan semua terjadi demikian.

Jika saja kita mau berbenah,  meminimalisasi kasus kekerasan hingga berujung kematian, maka peran negara sebagai pengayom  rakyat perlu dibenahi. Tentunya untuk hal ini dibutuhkan sistem yang paripurna dan Islam telah menawarkannnya. Dalam sistem Islam, negara sangat berperan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif. Semua permasalahan ditangani dengan paripurna. Sebab, negara dalam sistem Islam adalah pelayanan umat. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah saw., “Imam (Khalifah) itu laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam sistem Islam negara hadir menyelesaikan permasalahan umat sampai terwujud kesejahteraan rakyatnya. Alhasil, faktor-faktor yang menyebabkan kriminalitas dalam keluarga itu ditiadakan. Namun, sempurnanya sistem Islam belum bisa kita rasakan selama sekularisme mencengkeram negeri. Seharusnya sudah tiba waktunya kita bersegera menerapkan sistem Islam agar sekulerisme si biang kerok sirna digantikan dengan hidup aman sejahtera.

Wallahu a’lam bisshawwab.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update