Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keluarga: Rumah yang Tak Lagi Ramah

Saturday, March 08, 2025 | Saturday, March 08, 2025 WIB

Oleh Rohaedah (Aktivis Muslimah)

Keluarga adalah institusi terkecil dalam sebuah masyarakat. Ia dihasilkan dari sebuah pertemuan dan penyatuan antara dua insan yang memiliki kesamaan tujuan, visi, maupun misi dalam mengarungi kehidupan. Ia merupakan komitmen bersama untuk mejalani sebuah episode baru kehidupan bernama pernikahan. Keluarga ini, kelak menjadi tempat bersemainya generasi yang akan menerima estafet perjalanan sebuah bangsa.

Keluarga harusnya menjadi tempat ternyaman bagi semua anggota yang berada di dalamnya. Sebuah quote 'rumahku adalah keluargaku' menggambarkan betapa keluarga sebagai tempat berlindung dari segala kepenatan yang bersifat fisik maupun non fisik. Keluarga sebagai tempat bernaung, tempat memperoleh ketenangan sekaligus menjadi sumber kebahagiaan.

Tapi kenyataannya, hari ini kondisi institusi keluarga sungguh bertolak belakang dari harapan. Keluarga bukan melahirkan anak-anak yang menjadi penyejuk mata, suami-istri yang penuh kasih sayang, atau orang tua yang menjadi tauladan, justru memunculkan individu-individu yang liar lagi durjana. 

Sosok suami yang seharusnya menjadi pelindung, realitanya malah menjadi orang yang berdarah dingin, mengeksekusi istri dengan cara membakarnya hanya karena alasan cemburu dan faktor ekonomi (kompas.tv, 17-05-2024).

Lain di Merauke lain pula kasus yang terjadi di Karimun kepulauan Riau. Seorang suami sanggup menghabisi istrinya dengan sikat gigi (Cnnindonesia.com, 5-5-2024). Dan masih banyak fakta lain yang kita temukan dalam kehidupan keseharian. Sungguh kondisi yang jauh dari kata ideal.

Kejadian lain yang juga sangat mengiris hati nurani yakni yang terjadi di Sukabumi Jawa barat. Seorang anak tega membunuh ibu kandungnya dengan sepuluh tusukan disekujur tubuh. Menurut dr. Aida, penyebab kematian ibu tersebut yang utama adalah luka pada leher karena merusak saluran batang nafas. Juga menurutnya, terdapat pembuluh darah yang dipotong sehingga menimbulkan banyak pendarahan. Kedalaman luka terbuka di leher, dari permukaan leher ke batang tenggorokan, 5-6 cm (okezone.com, 15-5-2024) Subhanallah!

Selain itu, masih banyak lagi fakta yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah keluarga. Tapi kenyataan tersebut tidak bisa dipungkiri ketika hari ini kita berada dalam sebuah tatanan kehidupan yang tak memberikan perlindungan, tidak memberikan jaminan keadilan hukum, juga tidak mensejahterakan sebagaimana seharusnya. Seolah harga nyawa tidak lagi berharga, dengan mudah bisa dieksekusi sekehendak hati.

Sudah menjadi rahasia umum, tak ada hukuman yang memberikan efek jera bagi mereka pelaku pembunuhan. Sementara, bagi masyarakat luas pun, tak ada solusi yang pasti lagi tuntas atas setiap problem yang mereka hadapi. Sehingga pembunuhan menjadi salah satu jalan keluar bagi emosi yang tak terkendali, dan persoalan ekonomi yang melanda sebagian besar khalayak.

Islam Solusi Mewujudkan Keluarga Impian

Islam sebagai sebuah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan, memiliki konsep mengenai keluarga yang sangat rinci. Keluarga dalam Islam tidak hanya berfungsi ke dalam keluarga itu sendiri (intern), tetapi juga berfungsi keluar (ekstern). Inilah aspek atau fungsi strategis keluarga dalam Islam yang jika fungsi-fungsi keluarga ini terwujud dengan benar, maka akan tercipta keluarga dan masyarakat ideologis sebagaimana yang diimpikan.

Fungsi internal keluarga yang utama adalah dapat mewujudkan keharmonisan pasangan yang akan menjadi cikal bakal tercipta sebuah keluarga ideologis yang bahagia dan sejahtera. Hal ini berangkat dari tujuan, visi maupun misi yang dimiliki oleh pasangan suami istri dalam membina biduk rumah tangga, yang menjadikan Islam sebagai dasar pondasi bagi instutusi kecil ini.

Dalam Islam pernikahan merupakan mitsaaqan ghaliidzan (ikatan yang kuat). Hal ini mendorong setiap pasangan berupaya untuk menjaga keutuhan rumah tangganya semaksimal mungkin. Karena pernikahan dalam Islam merupakan bagian ibadah terpanjang untuk menggenapkan setengah dari pada agama. Sebagaimana hadist Rasulullah saw., ” Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi” (HR Al-Hakim).

Selaian berfungsi mewujudkan keharmonisan ada fungsi lain yang harus dimiliki dalam sebuah keluarga, yaitu menjadikan keluarga sebagai madrasah atau tempat pembelajaran anggota-anggotanya, terutama pendidikan yang dilakukan oleh orang tua kepada putra-putrinya. Menjadikan anak-anak tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga menjadi pribadi yang saleh, penyejuk pandangan dan hati kedua orang tua dan masyarakatnya. Karena itu, keluarga disebut memiliki peran strategis dalam proses pendidikan anak, bahkan umat manusia. 

Keluarga lebih kuat pengaruhnya dari sendi-sendi yang lain. Sejak awal masa kehidupannya, seorang manusia lebih banyak mendapatkan pengaruh dari keluarga. Ini karena waktu yang dihabiskan di dalam keluarga lebih banyak dari pada di tempat-tempat lain.

Oleh sebab itu, pada hakikatnya pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan sepanjang hayat. Pembinaan dan pengembangan kepribadian serta penguasaan tsaqafah Islam dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada di keluarga, terutama ibu dan bapaknya.

Adapun fungsi eksternal dari sebuah keluarga yaitu fungsi publik dan politis. Sebagaiman hadis yang masyhur di dalam Islam adalah tentang buruknya seorang muslim yang kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan. Islam menjaga hak pertetanggaan, saling mengirim makanan, dan saling menjaga hak masing-masing agar tidak ada yang terzalimi. Sampai-sampai, tetangga disepertikan saudara kita yang akan mendapatkan hak waris kita. Konsep-konsep seperti inilah yang sejatinya ditanamkan pada keluarga-keluarga muslim.

Kepedulian terhadap sesama, yang senantiasa ditumbuhkan dalam keluarga ideologis, akan membentuk jiwa-jiwa anggota keluarga yang tidak akan diam menyaksikan saudara muslimnya kelaparan, lemah, tak berdaya, tertindas, dan terzalimi. Tidak hanya masyarakat di sekitar rumahnya, tetapi hingga ke batas-batas negara lain yang di sana ada saudara seakidahnya. Sehingga setiap anggota keluarga akan menjadi individu yang berusaha berkarya dan memberikan manfaat sebanyak mungkin bagi masyarakatnya.

Untuk itu, keluarga, secara langsung ataupun tidak, turut memengaruhi jati diri sebuah masyarakat. Karena dari keluargalah muncul generasi manusia yang bermartabat, memiliki rasa kasih sayang, dan saling menolong di antara mereka.

Dengan begitu, akan terciptalah tatanan kehidupan masyarakat yang kuat, yang didukung keluarga-keluarga yang harmonis dan berkasih sayang, karena memiliki pemikiran ideologis sebagai fondasinya.

Selain itu, ada hal penting  lainnya yang tidak bisa kita abaikan dalam pembentukan keluarga yang kuat dan ideologis, yakni peran sistem yang mendukung hal tersebut. Ini karena bagaimanapun kuatnya kita memproteksi keluarga dengan ide-ide Islam dan pembinaan yang intensif kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya, apabila sistem yang berlaku di tengah kehidupan keluarga itu tidak menggunakan aturan-aturan Islam, maka sulit bagi bangunan keluarga yang kukuh itu bisa bertahan.

Maka tak heran, hal-hal sebagaimana disebutkan di atas terjadi begitu massif karena Islam tidak lagi diterapkan sebagai sisem pengatur kehidupan. Gempuran dari luar akan senantiasa mengadang, baik itu berupa pemikiran-pemikiran yang bertentangan yang bisa memengaruhi tingkah laku dan moral anggota keluarga. Maupun rintangan berupa kesulitan ekonomi yang berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan fisik dan nonfisik anggota keluarga. Dari sinilah biasanya muncul tindak kriminalitas dan penyimpangan sosial lainnya.

Untuk itu, penataan kehidupan yang benar berkaitan dengan semua urusan masyarakat sangat diperlukan. Dengan sistem politik Islamlah semua ini bisa terwujud.

Sistem politik Islam memiliki kemampuan untuk memberikan solusi atas semua persoalan, baik menyangkut persoalan individu, keluarga, maupun masyarakat. Sistem Islam mampu membendung serangan musuh-musuh Islam ke tengah-tengah kaum muslim dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keimanan dan tatanan yang sesuai dengan aturan Islam.

Hal ini hanya bisa dilaksanakan dengan cara penerapan aturan-aturan Islam yang komprehensif. karena sistem politik Islam itu intinya adalah bagaimana menciptakan pengaturan urusan masyarakat sesuai dengan tuntunan syariat Islam hingga tercipta tatanan masyarakat yang baik, damai, dan sejahtera; yang dipenuhi dengan ampunan dan keridaan Allah Swt.

 Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update