Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam

Wednesday, March 26, 2025 | Wednesday, March 26, 2025 WIB
Palestina Membutuhkan Tegaknya Kepemimpinan Islam

Oleh : Roslina sari

(Aktivis Muslimah Deli Serdang). 


Biadab, zionis Israel laknatullah kembali menampakkan penghianatannya untuk kesekian kalinya setelah gencatan senjata terjadi dengan pejuang Palestina. Ditengah menjalani akhir ramadhan dan malam-malam terakhir , disaat warga gaza sedang khusu' menjalankan ibadah puasa, namun harus dipenuhi dengan air mata dan kesedihan warga Gaza. Seluruh muslim didunia dipenuhi kemarahan dunia terhadap zionis laknatullah. Begitulah memang kita ketahui sifat zionis yang selalu melanggar perjanjian dari sejak dahulu. 


Dilansir dari Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang serangan udara yang mengakhiri gencatan senjata di Gaza menandai eskalasi besar dalam konflik Israel-Palestina. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan ini "baru permulaan" dan akan terus berlanjut hingga Israel mencapai tujuan perangnya, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh sandera yang ditahan oleh kelompok militan tersebut.

Negosiasi gencatan senjata lebih lanjut, kata Netanyahu dalam pidato televisi Selasa (18/3/2025) malam, akan berlangsung "di bawah tembakan". Ini adalah pernyataan pertamanya setelah serangan yang menewaskan lebih dari 400 orang dalam satu hari, menjadi hari paling berdarah sejak awal perang pada 2023.


"Hamas sudah merasakan kekuatan tangan kami dalam 24 jam terakhir, dan saya ingin berjanji kepada Anda-dan kepada mereka-bahwa ini baru permulaan," ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip The Guardian


Serangan terhadap Palestina terjadi terus-menerus dan makin brutal, tapi perhatian masyarakat sepertinya makin berkurang karena tertutup beragam persoalan-persoalan di dalam negeri. Memang di dalam negeri saat ini, mengalami berbagai persoalan yang begitu kompleks, rakyat dari semua kalangan dan mahasiswa sedang berjibaku dengan kebijakan-kebijakan zolim pemerintah. Adanya berbagai undang-undang yang dibuat pemerintah Indonesia kepada masyarakat yang membuat masyarakat berada dalam kesulitan. Bahkan mahasiswa sedang berhadapan dengan aparat di malam-malam Ramadhan demi mengkritik kebijakan penguasa negeri ini yang akan merugikan rakyatnya. Belum lagi berbagai kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat karena dampak dari kebijakan tersebut. Sehingga hal ini membuat umat terpalingkan dari masalah Palestina. Sungguh menyedihkan ketika Palestina terus diserang secara brutal namun seakan-akan hanya menjadi pemandangan biasa yang lewat di media tanpa perlu lagi mengangkat suara untuk memberi pembelaan terhadap saudara muslim Palestina. 


Oleh karena itu perlu terus membangun kesadaran umat akan solusi hakiki persoalan Palestina yaitu tegaknya kepemimpinan Islam. Umat harus terus difahamkan bahwa mereka tidak boleh melupakan masalah Palestina, meskipun mereka sedang dalam kesulitan di negeri mereka sendiri. Masyarakat harus tetap diingatkan bahwa persoalan Palestina belum selesai, walaupun telah ada gencatan senjata, namun Palestina tetap terjajah, dan bahkan sampai hari Palestina tetap diserang oleh zionis Israel dan negara sekutunya Amerika serta negara kafir penjajah lainnya. Bahkan para pemimpin muslim hanya sibuk bersandiwara dengan solusi dua negara. Dan tetap tidak bergeming dari kebisuan mereka dari mengirim tentara mereka untuk memerangi dan mengusir tentara Zionis laknatullah. Sehingga Palestina membutuhkan solusi hakiki yaitu dengan tegaknya kepemimpinan Islam. 


Bagi Palestina, kepemimpinan islam akan membebaskannya dari penjajahan. Karena dengan kepemimpinan Islam. Palestina akan ditolong dan dibebaskan oleh seorang Pemimpin muslim (Kholifah) yang benar-benar peduli dengan Palestina dan menjadikan urusan Palestina sebagai taruhan nyawa bagi seorang Kholifah karena tanggungjawabnya kepada Allah akan beratnya bebannya di yaumil masyar atas penghisaban dari Allah azza wajalla. Ini karena seorang pemimpin dalam Islam adalah sebagai perisai umat yang umat berperang dibelakangnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:


«إِنَّمَا اْلإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ .... 


“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung...” (HR Muslim). 

Dan inilah yang kepemimpinan Islam yang dinamakan Khilafah. Khilafah adalah kepemimpinan umum kaum muslimin yang akan menerapkan hukum Islam secara kaffah dalam negara dan mengemban dakwah didalam negara dan keseluruh penjuru dunia dengan dakwah, futuhat dan jihad sebagai sistem politik luar negeri Khilafah yang tujuan nya untuk menyampaikan hidayah Islam keseluruh dunia. Dengan sistem politik luar negeri nya yaitu jihad fisabilillah negara akan menghilangkan berbagai halangan dalam dakwah dari orang orang kafir dan sekutunya yang memusuhi Islam dan umatnya. Serta menghalangi manusia dari cahaya Islam. 


Khilafah akan memberikan pasukan untuk berjihad melawan musuh yaitu pasukan zionis. Jika Khilafah ada maka Khilafahlah yang mau dan mampu memobilisasi tentara kaum muslimin untuk menyerukan jihad dan melakukan jihad memerangi pasukan zionis laknatullah serta sekutunya. Khilafah akan mengoptimalkan seluruh peralatan perang tercanggih dan segala strategi perang terbaik untuk melawan pasukan zionis sehingga melalui tangan para tentara Allah akan membunuh para musuh Allah dan sebagaimana janji Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Al Qur'an bahwa Yahudi Israel kaum yang terkutuk akan dikalahkan kembali untuk kedua kalinya. Mereka akan diusir dari tanah kaum muslimin, dari tanah yang diberkahi. 


Disisi lain bagi kaum muslim di Indonesia, juga di negeri-negeri muslim tegaknya Khilafah akan menjadikan semua manusia diurus dengan syariat Islam. Bahkan dengan tegaknya Khilafah kaum muslim di Indonesia bahkan seluruh umat akan diurusi oleh Kholifah dalam sistem Khilafah. Dengan segala persoalan-persoalan yang dialami dinegeri ini akibat penerapan sistem zolim demokrasi kapitalisme dibawah pemguasa diktator akan mampu terselesaikan dengan seluruh syari'ah Allah SWT yaitu syari'at Islam. Bahkan problematika umat diseluruh negeri muslim akan diurusi dengan baik dan adil oleh Khilafah. Negeri-negeri muslim yang tertindas diberbagai negeri akan segera dibebaskan dari penjajahan kaum kuffar . 


Aturan terbaik dari Allah subhanahu wa ta'ala sehingga akan terwujud kesejahteraan dan keberkahan serta menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dengan aturan Allah sang al Kholiq pencipta manusia yang maha yang terbaik bagi hambaNya akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi kehidupan manusia didunia dan akhirat. Dengan penerapan IsIam kaffah dimana sistem politik Islamnya yang mengurusi urusan umat dengan Islam. Umat disejahterakan dengan sistem ekonomi Islamnya yang mengelola sumber daya alam kekayaan umat untuk kemaslahatan umat, generasi dijaga dengan sistem pendidikan Islam. Keadilan akan terwujud dengan sistem sanksi Islam. Dan seluruh kehidupan yang diatur dengan Islam. Keberkahan dari langit dan bumi pun akan terwujud. Khilafah terbukti telah berhasil secara gemilang memimpin dunia 13 abad lamanya. 

Allah SWT berfirman :

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ


“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS Al Anbiya: 107)


Tegaknya kepemimpinan islam adalah kewajiban setiap muslim. Dalil-dalil jelas menunjukkan kewajiban tersebut. Menegakan Khilafah adalah mahkota kewajiban.

Dalil Qawâ’id Fiqhiyyah, antara lain disebutkan oleh Syekh Abdullah Ad-Dumaijî :

وَمِن الأَدِلَّةِ عَلَى وُجوبِ الإِمامَةِ القاعِدَةُ الشَّرْعيَّةُ القَائِلَةُ بِأَنَّ مَا لَا يَتِمُّ الواجِبُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ واجِبٌ ، وَقَدْ عُلِمَ أَنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَمَرَ بِأُمورٍ لَيْسَ فِي مَقْدورِ آحَادِ النّاسِ الْقِيَامُ بِهَا ، وَمِن هَذِهِ الأُمورِ إِقامَةُ الحُدودِ . . . إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ الوَاجِبَاتِ اَلَّتِي لَا يَسْتَطيعُ أَفْرادُ النّاسِ الْقِيَامَ بِهَا ، وَإِنَّمَا لَا بُدَّ مِنْ إِيجَادِ السُّلْطَةِ وَقوَّةً لَهَا حَقُّ الطّاعَةِ عَلَى الأَفْرادِ ، تَقومُ بِتَنْفِيذِ هَذِهِ الوَاجِبَاتِ ، وَهَذِهِ السُّلْطَةُ هِيَ الإِمامَةُ


”Di antara dalil-dalil atas wajibnya Imamah (Khilafah) adalah kaidah syar’iyyah yang berbunyi “Mâ lâ yatimmul wâjibu illâ bihi fahuwa wâjib” (Segala kewajiban yang tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). Sungguh telah diketahui bahwa Allah SWT telah mewajibkan berbagai perkara yang tidak dimampui oleh orang perorang, misalnya menegakkan hudûd... melainkan harus dengan cara mewujudkan kekuasaan (as-sulthân) yang akan melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut dan wajib ditaati oleh rakyat. Kekuasaan ini, tiada lain adalah Imamah [Khilafah].” (Abdullah Ad-Dumaijî, Al-Imâmah Al-‘Uzhmâ ‘Inda Ahlis Sunnah wal Jamâ’ah, hlm. 59).


 Tegaknya Khilafah adalah janji Allah dan bisyarah Rasulullah SAW. 

"... Kemudian akan kembali ada  Khilafah  yang sesuai dengan metode kenabian.. 


Maka seluruh kaum muslimin wajib memperjuangkan tegaknya Khilafah kembali ketika saat ini belum ada. Jika tidak seluruh muslimin akan berdosa karena tiadanya Khilafah terjadilah segala kejahatan, kemaksiatan, kezaliman, kesengsaraan dan ketidakadilan. 


Sabda Rasulullah SAW:


مَنْ مَاتَ وَ لَيْسَ فِي عُنُقِه بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah), maka ia mati jahiliah.” (HR Muslim). 


 Umat harus berjuang untuk mewujudkan kewajiban yang menjadi mahkota kewajiban tersebut. Sebagaimana Rasulullah SAW berjuang yaitu dengan berdakwah pemikiran dan dalam tahapan dakwah nya hingga tegaknya Islam di Madinah dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam negara. 


 Oleh karena itu dibutuhkan adanya jamaah dakwah Islam ideologis yang akan mengarahkan umat berjuang meneladani jalan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hizbut Tahrir ada dan selalu ada bersama ditengah umat. Memberikan pencerahan bagi umat untuk membimbing umat kepada pemikiran yang cemerlang bahwa aqidah islam menjadi standar umat berfikir berbuat dan menyelesaikan seluruh masalah bahkan aqidah menjadi landasan menegakan negara. Dibangun dari landasan aqidah islam ini agar umat menegakkan Khilafah. Sebagai suatu kewajiban yang wajib dilakukan serta bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Hizbut Tahrir memahamkan umat bahwa seluruh problematika mereka hanya bisa terselesaikan dengan islam kaffah dan Khilafahlah satu-satunya thoriqoh dalam menerapkan IsIam secara kaffah. Hizbut Tahrir mendidik umat agar senantiasa terikat pada syariat sehingga mereka rindu hidup di atur syariah dan rindu penegakkan Khilafah. Hizbut Tahrir senantiasa terdepan dalam kepedulian terhadap Pelestina dengan menyerukan kepada penguasa, para ahlul militer untuk melakukan jihad fisabilillah untuk memerangi Zionis Israel laknatullah. Serta mengajak umat bahwa solusi hakiki Palestina adalah Khilafah. Karena hanya dengan adanya Khilafah akan ada hadir seorang pemimpin yang akan memobilisasi tentara kaum muslimin untuk membebaskan Palestina dan seluruh negeri yang tertindas seperti Suriah, uighyur, Kashmir, Rohingya dan negara lainnya. Serta menyeru kepada umat bahwa solusi satu-satunya permasalahan Negeri ini bahkan dunia adalah Khilafah yang mengurusi manusia dengan syariah islam serta menjadi perisai/pelindung bagi umat dari musuh-musuhnya. Demikianlah wahai umat, hizbut tahrir tiada pernah lelah mengajak anda semua untuk bersama-sama menegakkan kembali Khilafah agar Allah memuliakan Islam dan kaum muslimin dengan berjuang berdakwah untuk penerapan islam dan penegakkan Khilafah. Dan hal ini akan menjadi hujjah kita semua di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa kita telah berupaya menjadi penolong-penolong agama Allah. Wahai umat ayolah bersegera memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya jika Allah menyeru kepada kehidupan Islam. 


Allah SWT berfirman:


وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ . 


Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung(QS.ali Imran:104). 


Wallahu a'lam busshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update