Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjadi Muslimah Bahagia dan Takwa di Bulan Ramadhan

Friday, March 14, 2025 | Friday, March 14, 2025 WIB Last Updated 2025-03-14T16:04:36Z
Menjadi Muslimah Bahagia dan Takwa di Bulan Ramadhan


Oleh : Reni Renia Devi., S.Kp., M.Kep

 

​Tak terasa Bulan Ramadhan sudah memasuki fase sepuluh hari kedua. Fase ini kita kenal sebagai maghfirah atau pengampunan. Ini adalah waktu dimana Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-hambaNya yang bertobat. Tentunya kita sebagai kaum muslimin tidak akan menyia-nyiakan hari-hari di Bulan Ramadhan ini dengan melakukan aktivitas yang tidak ada nilai ibadahnya. Kita akan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita sehingga mudah-mudahan dapat memperberat timbangan amal ibadah kita di sisi Allah SWT.

​Akan tetapi tidak dipungkiri juga, suasana di masyarakat semakin menghangat dengan berbagai persiapan untuk menyambut Hari Kemenangan. Toko-toko, baik toko baju, supermarket, dan yang lainnya, yang sejak awal melakukan penyambutan datangnya Bulan Ramadhan dengan  mendekorasi tempatnya dengan tema-tema Ramadhan, mulai menggencarkan promosinya untuk menarik lebih banyak pembeli. Berbagai macam promo diskon diluncurkan sehingga masyarakat tergiur untuk segera mempersiapkan datangnya Hari Kemenangan.

​Hal tersebut bukan berarti sesuatu yang salah atau tidak dibolehkan. Boleh saja mempersiapkan datangnya Hari Kemenangan dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Tetapi kita sebagai umat Muslim jangan sampai terjebak hanya fokus di aktivitas persiapan tersebut. Apalagi sampai melalaikan aktivitas ibadah yang memang harus kita tingkatkan selama Ramadhan ini.

​Melalui kegiatan Kajian Bulanan di Majelis Ta’lim Khoiru Ummah Kota Banjar yang diselenggarakan di Aula Insantama pada hari Ahad 09/03/2025, ibu-ibu yang menghadiri kajian tersebut, diingatkan kembali oleh Ustadzah Ummu Nailah, bahwa tidak mengapa kita berkeinginan dan berupaya untuk tampil spesial, cantik dan rapi saat menyambut Hari Kemenangan. Tetapi jangan sampai melalaikan atau sampai melupakan esensi dari Bulan Ramadhan itu sendiri.

​Apa yang semestinya kita lakukan selama mengisi Bulan Ramadhan ? Kita harus mempercantik diri kita juga dengan semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Takwa mempunyai arti menurut Ustadzah Ummu Nailah dengan mengutip dari salah satu hadis dari Imam Nawawi, bahwa Takwa adalah menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Kemudian disebutkan juga bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial dan berlimpah pahala dan mempunyai 5 (lima) keistimewaan yaitu bulan diturunkannya Al-Qur’an, adanya malam Lailatul Qadr yang 1 (satu) malamnya lebih baik dari 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan kita hidup di dunia, bulan yang penuh ampunan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu dan merupakan bulan penghapus dosa.

​Bahkan berlimpahnya pahala umat Muslim yang menjalankan puasa Ramadhan, bau mulutnya pun dibalas dengan bau minyak kesturi. Dikutip dari HR. Bukhari no. 1894 dan HR. Muslim no. 1151, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa : “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk (kasturi).

​Kita menjalankan puasa Ramadhan karena taat kepada perintah Allah SWT. Sepanjang hari menahan haus dan lapar, menahan emosi dan segala perilaku kemaksiatan, itu menunjukkan bahwa kita memupuk ketakwaan kepada Allah SWT. Karena balasan Allah SWT untuk umat Muslim yang bertakwa diantaranya adalah akan diberikan jalan keluar, diberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, diberikan kemudahan, dan dihapus kesalahan dan akan dilipatgandakan pahalanya.

​Agar kita bisa benar-benar menjadi umat Islam yang bertakwa kepada Allah SWT  dengan sebenar-benarnya takwa. Maka kita harus mengupayakan diri kita untuk mengetahui dan melakukan proses apa yang akan betul-betul menghantarkan kita menjadi individu yang bertakwa. Jangan sampai setelah selesai Ramadhan dan kita sampai pada Hari Kemenangan, setelah itu kita kembali ke model stelan awal lagi. Ibadahnya biasa-biasa lagi atau naudzubillah kemaksiatan kita lakukan lagi.

​Ustadzah Ummu Nailah mengingatkan agar kita senantiasa menambah ilmu agama kita dengan mengikuti kajian-kajian keislaman yang kaffah. Sehingga kita sebagai umat Muslim akan berdiri tegak di muka bumi ini layaknya pohon yang akarnya menancap kuat di tanah, batangnya kokoh dan kuat menjulang ke atas, daunnya rimbun dan buahnya lebat dan manis. Hal itu akan terjadi jika kita mengkaji Islam secara kaffah sehingga sempurna pula pemahaman kita terhadap agama Islam secara menyeluruh. Karena hanya akan ada 2 (dua) tempat kembali nanti bagi manusia yaitu surga atau neraka. Dan surge adalah sebaik-baik tempat kembali.

​Acara berlangsung dengan tertib dan semangat. Diselingi dengan ice breaking agar peserta tidak mengantuk, kuis dan hadiah bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari pemateri dan ditutup dengan doa, semoga Ramadhan kali ini bisa betul-betul menghantarkan seluruh kaum muslim menjadi umat yang takwa dengan sebenar-benarnya takwa, sehingga tidak akan terlewat 1 (satu) pun aturan Allah SWT untuk diterapkan ditengah-tengah umat.

Wallahu ‘alam bi shawab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update