Oleh Rahma
Aksi demo yang bertajuk "Indonesia Gelap" digelar oleh aliansi dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) pada hari Senin tanggal 17 Februari hingga Jumat, 21 Februari 2025. Aksi tersebut dimulai keberangkatannya dari Depok menuju Istana Negara. Pihak berwajib pun bersiaga di sekitar titik demo (Tangselxpress, 17-02-25 ).
Aksi demo yang berlangsung beberapa hari dan dilakukan oleh berbagai kalangan mahasiswa di berbagai daerah tersebut sebagai bentuk protes dari berbagai keputusan Pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat. Dalam demo yang digelar tersebut, mereka memberikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah.
Sayangnya tuntutan yang ditawarkan sejatinya tidak bisa menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Bahkan ada yang menawarkan untuk kembali pada demokrasi kerakyatan. Padahal penerapan sistem demokrasilah yang selama ini menjadi akar permasalahannya.
Rentetan panjang masalah umat masih bergelayut sampai saat ini, antara lain tingginya angka kemiskinan, mahalnya biaya pendidikan, kesehatan, perampasan lahan adat, Undang-undang yang tidak berpihak pada rakyat, rusaknya generasi muda serta penderitaan kaum muslim Palestina sampai saat ini belum juga usai.
Sejatinya segala permasalahan tersebut muncul karena masyarakat masih mengemban sistem demokrasi. Yakni sebuah sistem yang menjalankan aturan yang dibuat oleh manusia. Tentunya akan banyak kelemahan dan kekurangan karena aturan tersebut tergantung pada kebutuhan individu yang bermodal besar ( kapitalisme ). Sehingga rakyat semakin menderita karena tidak mendapatkan keadilan.
Mahasiswa sudah seharusnya melek politik dan kritis akan kondisi negeri ini, namun juga harus bisa memberikan solusi yang benar bagi umat. Sepanjang jaman pemuda yang selalu menjadi generasi yang bisa melakukan perubahan. Menyadarkan umat bahwa dulu kaum muslim pernah menjadi Khairu Ummah ( umat terbaik ). Dan solusi yang benar hanyalah solusi yang berasal dari Islam.
Mahasiswa seharusnya menjadi agen perubahan untuk mengemban Risalah Islam dengan mengoreksi penguasa atas spirit amar makruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi Islam, karena hanya dengan penerapan sistem Islam meniscayakan masa depan masyarakat gemilang bukan gelap atau suram. Untuk itu, pemuda seharusnya bergabung bersama kelompok dakwah ideologis agar dapat mengawal perubahan sesuai contoh Rasulullah.
Saat Rasulullah memulai dakwahnya di Mekkah beliau mengumpulkan sekitar 40 orang para sahabat. Dan 85 persen dari mereka adalah pemuda yang usianya kurang dari 30 tahun.
Banyak sahabat dari Rasulullah yang gemilang prestasinya pada usia yang masih muda, seperti Imam Syafi'i pada usia 18 tahun sudah mengeluarkan Fatwa, kota konstantinopel dilumpuhkan oleh Moh. Al Fatih saat berusia 25 tahun. Dan masih banyak lagi pemuda Islam yang mempunyai kemampuan yang luar biasa di masa mudanya.
Generasi muda harus yakin bahwa sistem demokrasi adalah sistem yang telah rusak yang tidak mampu menyelesaikan problematika umat. Maka pemuda harus mengerahkan segala kemampuannya untuk menyadarkan umat bahwa solusi yg hakiki adalah dengan menerapkan Sistem Islam secara kaffah ( menyeluruh ) dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menerapkan sistem Islam maka kegemilangan Islam akan mudah untuk diwujudkan dan kesejahteraan akan dirasakan oleh seluruh umat.
Wallahu a'lam bishawab

No comments:
Post a Comment