Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tes Kehamilan, Bukanlah Solusi untuk Mencegah Pergaulan Bebas Generasi

Monday, February 10, 2025 | Monday, February 10, 2025 WIB Last Updated 2025-02-10T03:20:47Z



Oleh Oktiana

Aktivis Dakwah 


Pergaulan remaja makin hari makin mengkhawatirkan, termasuk pergaulan dengan lawan jenisnya. Di mana gaya pacaran remaja saat ini berkiblat pada Barat yang kental dengan seks bebasnya. Hal ini sangat berpeluang meningkatkan angka kehamilan di luar nikah.

Ada Sekolah yang mengklaim bahwa melakukan tes kehamilan bagi puluhan siswinya dapat mencegah kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Seperti yang dilakukan di salah satu SMA di Kabupaten Cianjur yang tengah viral bahkan sampai menuai kontroversi. Video berdurasi 19 detik ini memperlihatkan sejumlah siswi yang sedang menjalani tes urine untuk tes kehamilan dan didampingi guru perempuan hingga ke toilet. 

Kasus ini akhirnya mengundang kontroversi sehingga menuai berbagai komentar, ada yang mendukung ada juga yang menyayangkan. Seperti yang diungkapkan oleh Nonong Winarsi selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VI Jawa barat. Ia menilai bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan yang bertujuan untuk suatu kebaikan. Namun, ia menyayangkan kegiatan tersebut seharusnya tidak di unggah di sosial media. Apapun hasilnya harusnya itu bersifat privat dan hanya pihak sekolah saja yang mengetahuinya bukan malah jadi konsumsi publik termasuk proses pelaksanaanya, karena dapat mengganggu privasi siswi . Dilansir dari Kompas.com 23/01/25. 

Kebijakan tes kehamilan ini menunjukan bahwa maraknya pergaulan bebas yang dilakukan oleh para remaja. Ditambah lagi gaya hidup mereka yang bebas dan mengikuti barat seperti, fun, food, fashion termasuk film-film yang gaya berpacarannya sangat fulgar sehingga para remaja akan berpikiran bahkan berkeinginan untuk melakukan hal-hal yang sudah mereka lihat.

Mirisnya banyak generasi yang tidak paham akan aturan agama dalam pergaulan. Di mana laki-laki dan perempuan dilarang berkhalwat, ikhtilat sehingga remaja saat ini tidak mampu menjaga kehormatan mereka sendiri. 

Sistem Kapitalis Merusak Generasi 

Inilah akibat dari diterapkannya sistem sekuler kapitalis, di mana sistem ini mampu membuat para generasi jauh dari agamanya sendiri dan para generasi tidak mau terikat dengan aturan-aturan yang diberikan Allah SWT. Mereka menganggap bahwa agama hanya sekadar mengatur ibadah-ibadah maghdah saja seperti, salat, zakat, puasa. Sementara untuk bergaul dengan lawan jenis, ia tidak lagi menstandarkan pada aturan agama. Aktivitas campur baur antara laki-laki dan perempuan sudah menjadi hal yang wajar, pacaran hingga berzina juga sudah menjadi hal yang biasa saja. Hamil di luar nikahpun jadi tak bisa terhindarkan. 

Remaja saat ini jauh dari pehaman agama sehingga mereka mudah terjerat dalam pergaulan bebas. Saking jauhnya mereka dengan agama menjadikan mereka sulit untuk membedakan mana yang halal dan mana yang haram, serta mudah terbawa arus pergaulan yang menyimpang. Akibatnya pergaulan mereka makin menyimpang, mereka hanya mengedepankan kesenangan semata tanpa mempertimbangkan dampak bagi kehidupan dan akhirat mereka. 

Peran keluarga juga sangatlah penting untuk membentuk karakter remaja. Namun, dalam sistem sekuler ini para orang tua disibukan dengan pekerjaan dan hasilnya mereka enggan memperhatikan anak-anaknya, itu yang menyebabkan anak-anak  mencari tempat untuk untuk memenuhi kebutuhan sosial dan emosionalnya. Namun, seringkali mereka berada di dalam lingkungan yang salah. Hal ini dikarenakan orang tua fokus dalam mencari nafkah tanpa memperhatikan anak-anak mereka dan abai dalam mendidik anak dengan nilai-nilai agama . 

Ditambah lagi kurangnya perhatian masyarakat yang makin abai pada pergaulan bebas saat ini. Masyarakat enggan mengontrol pergaulan bebas yang ada di sekitar mereka, karena sistem sekuler ini yang menjadikan masyarakat menjadi individualis. Mereka merasa tidak perlu ikut campur dengan urusan orang lain, walaupun orang  tersebut sedang melakukan kegiatan yang menyimpang, bahkan mereka menganggapnya sebagai bagian dari kebebasan. 

Parahnya lagi, negara yang seharusnya menjadi pelindung, penjaga untuk generasi justru gagal dalam menjalankan perannya. Mereka justru mengadopsi sistem sekuler kapitalis, di mana sistem ini mampu memisahkan agama dari kehidupan dan akhirnya para generasi makin bebas tanpa takut akan aturan-aturan yang dibuat Allah SWT. Negara saat ini justru memfasilitasi kebebasan tanpa batas. 

Harusnya negara saat ini memberikan solusi dengan menerapkan syariat Islam bukan malah memberikan solusi dengan cara tes kehamilan. Syariat Islam mampu membentuk individu yang bertakwa. Negara yang tegas dalam menjaga moral generasi, masyarakat yang peduli dan keluarga dapat mendidik anak-anaknya dengan baik sesuai dengan syariat Islam. 

Hanya Islam yang Mampu Memberikan Solusi 

Islam agama yang sempurna, di mana Islam itu mengatur semua aspek kehidupan, dari bangun tidur sampai bangun negara semuanya diatur oleh Islam. Tak terkecuali masalah pergaulan yang saat ini menimpa para generasi. Dalam Islam negara memiliki peran sebagai tameng. Di mana negara akan melindungi serta mengurusi masyarakatnya termasuk dalam membina moral. Semua yang berpotensi merusak akhlak dan moral akan dicegah melalui penerapan syariat Islam secara menyeluruh, mulai dari sistem pendidikan, media, pergaulan itu semua akan diurus oleh Islam. Islam mempunyai aturan yang jelas serta mekanisme yang pasti. 

Islam akan menerapkan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi menjadi generasi yang berkepribadian Islam. Generasi tidak hanya dibekali dengan ilmu teknologi dan sains, melainkan mereka akan dibekali dengan tsaqofah-tsaqofah Islam sehingga mereka akan mempunyai pemahaman yang benar. Dengan kurikulum yang berstandarkan dengan Islam menjadikan generasi mempunyai standar perbuatan sesuai dengan Islam yaitu berstandarkan pada halal dan haramnya suatu perbuatan. Dalam Islam, masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendidik generasi, di mana dalam Islam masyarakat diperintahakan untuk beramar makruf nahi mungkar. Hal ini akan mendorong masyarakat untuk saling menasihati siapa saja yang sedang melakukan perbuatan melenceng. Dengan itu, semua keimanan akan terjaga dan masyarakat juga akan bersandar pada halal dan haramnya suatu perbuatan. 

Negara akan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Negara juga memberikan edukasi kepada generasi seperti, menjaga pergaulan , pentingnya menutup aurat, larangan mendekati zina, berkhalwat dan ikhtilat. Negara dengan tegas akan melarang konten-konten negatif yang mendorong pada seksual atau yang bisa merusak moral generasi. Disaat yang sama, negara juga akan memberikan edukasi pada masyarakat untuk memperkuat akidah Islam mereka.

Negara nantinya akan memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan secara tegas. Contohnya seperti, hukum cambuk 100 kali bagi pelaku zina yang belum menikah dan bagi yang sudah menikah, pelaku akan ditimpa hukuman rajam. Seperti firman Allah SWT dalam surah An-nur ayat 2: 

 مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍۖ وَّلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۚ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ. 

"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (melaksanakan) agama (hukum) Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Hendaklah (pelaksanaan) hukuman atas mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang mukmin". 

Dengan adanya ayat di atas seharusnya kita makin yakin bahwa aturan Islam adalah aturan yang paling baik dan pastinya akan memberikan efek jera bagi para pelaku zina. Hukum diterapkan dengan sanksi yang jelas, berbeda dengan tes kehamilan yang hanya bersifat reaktif dan jelas tidak akan mampu menyelesaikan masalah secara mendalam. Penerapan hukum-hukum Islam yang konsisten akan memberikan efek jera bagi para pelaku dan juga melindungi generasi muda dari pengaruh buruk yang akan merusak moral dan akhlak mereka. 

Hanya dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh negara akan menciptakan lingkungan yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan bagi para generasi. Generasi juga akan terhindar dari konten-konten negatif seperti pornografi dan konten lainnya yang mampu merusak moralitas mereka.

Masyarakat juga akan mengontrol para generasi dan akan menjaga keselamatan generasi dari pemikiran serta perbuatan maksiat. 

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update