Oleh Ummu Ibrahim
Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia berlangsung pada 20 Oktober 2024 lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta. Acara ini menandai dimulainya pemerintahan lima tahun Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Prabowo dan Gibran memenangkan pemilihan umum presiden 2024 dengan 58,59% suara, mengalahkan pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai tamu penting, termasuk pemimpin negara sahabat, seperti Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Bongbong Marcos, dan Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo.
Dalam pidato awal jabatannya, Prabowo membahas berbagai isu, seperti korupsi, kemiskinan, swasembada pangan dan energi, hilirisasi, dan kemerdekaan Palestina. Ia juga menargetkan pemerintahannya untuk mencapai swasembada pangan dan energi dalam empat sampai lima tahun ke depan.
Dilansir dari CNN indonesia_ presiden Prabowo Subianto juga telah melantik ratusan orang yang akan bekerja dalam Kabinet Merah Putih. Mereka terdiri dari 48 menteri, 55 wakil menteri, lima kepala lembaga negara setingkat menteri dan satu wakil kepala staf kepresidenan.
Kemudian Prabowo juga melantik 7 utusan khusus presiden, 7 penasihat khusus presiden, 1 staf khusus, serta enam badan yang berisikan total 11 orang.
Bersama deretan 'anak buah' nya itu, Prabowo menyatakan siap bekerja langsung di 100 hari kerja masa pemerintahannya. Ia pun meminta dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan yang terbaik untuk bangsa.
Prabowo dalam berbagai kesempatan juga menegaskan dirinya ingin langsung bekerja. Berbagai program 100 hari kerja di masa pemerintahannya pun menurutnya akan langsung dieksekusi.
Termasuk menunaikan janji-janji kampanyenya yang terangkum dalam 17 program prioritas dan delapan program hasil terbaik cepat.
Yakni swasembada pangan, energi, dan air; penyempurnaan sistem penerimaan negara; reformasi politik, hukum, dan birokrasi; pencegahan dan pemberantasan korupsi; serta pemberantasan kemiskinan;
Kemudian pencegahan dan pemberantasan narkoba; jaminan tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat berupa peningkatan BPJS kesehatan dan penyediaan obat untuk rakyat; penguatan pendidikan, sains, dan teknologi;
Lalu penguatan pertahanan dan keamanan negara serta pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif; penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas; serta menjamin pelestarian lingkungan hidup;
Dilanjutkan dengan penjaminan ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani; rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan; pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan IKN; hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan SDA dan maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas- luasnya dalam mewujudkan keadilan ekonomi.
Selanjutnya memastikan kerukunan antar umat beragama, kebebasan beribadah, dan perawatan rumah ibadah; hingga pelestarian seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif, dan peningkatan prestasi olahraga.
Janji manis dalam kubangan demokrasi
Demikianlah sederetan janji penguasa negeri ini. Entah itu memang janji atau hanya sekedar ilusi. Faktanya belum genap 100hari masa pemerintahan presiden terpilih, rakyat sudah mendapatkan hadiah pilu di tahun baru. Kenaikan Ppn dari 11% menjadi 12% yang dinilai sangat terburu-buru. Dengan kenaikan ppn tentunya ini akan berimbas pada sektor sektor yang lain. Perekonomian rakyat menjadi semakin berat dan biaya hidup menjadi lebih tinggi. Daya beli masyarakat turun drastis, ditambah dengan adanya gelombang phk massal oleh beberapa perusahaan industri besar seperti : tekstil, manufaktur, otomotif,dsb. Menurut laporan kementrian ketenagakerjaan, di sepanjang januari-agustus 2024 terdapat 46.240 pekerja di PHK. (Satudata.kemenaker.go.id. 20/9/2024)
Tahun ini pemerintah juga berencana untuk mengubah skema subsidi BBM dan LPG menjadi BLT. Ini artinya harga BBM dan LPG akan naik, padahal efek kenaikan harga BBM dan LPG juga pasti berdampak signifikan terhadap perekonomian keluarga. Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana menaikkan iuran BPJS dengan alasan untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan.
Kasus penegakan hukum negeri ini yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Seperti ketika kasus korupsi yang banyak merugikan negara, tapi para pelakunya mendapat hukuman yang ringan bahkan ada amnesti bagi para koruptor. Sungguh ini jauh dari kata adil.
Dari tahun ke tahun kasus korupsi semakin menjadi.
Belum di sektor pendidikan, kita juga tahu bgaimana carut marutnya sistem pendidikan sekarang. Di sektor kesehatan , pelayanan kesehatan yang masih kurang maksimal dan memadai bagi rakyat. Tingkat kemiskinan yang masih tinggi, dan berbagai macam masalah yang menimpa negeri ini.
Kapitalisme-sekulerisme membuat rakyat semakin menderita
Sungguh semua masalah kehidupan yang menimpa negri ini adalah akibat dari diterapkannya sistem kapitalisme yang hanya menyejahterakan para kapitalis dan oligarki. Serta sekulerisme yg menjauhkan aturan Allah dari kehidupan.
Sistem batil ini telah menempatkan kekuasaan hanya sebagai pelayan bagi kekuatan modal. Adapun hubungan penguasa dengan rakyatnya tidak lebih dari hubungan dagang. Dengan demikian, jangan harap rakyat bisa merasakan keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan.
Penguasa boleh saja lantang beretorika bahwa mereka tidak mau melihat rakyatnya menderita. Namun, fakta membuktikan bahwa kebijakan yang mereka tetapkan justru zalim terhadap rakyatnya. Pajak mencekik di tengah harga-harga kebutuhan pokok yang terus naik. Nyaris semua layanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan keamanan berkualitas, harus mereka beli dengan harga mahal. Bahkan, untuk yang sekadarnya pun masih banyak rakyat yang tidak bisa mendapatkannya.
Karna semua sektor serba dikapitalisasi.
Walaupun pemerintah memberikan solusi untuk masalah yang rakyat hadapi. Tapi semua itu hanya solusi tambal sulam. Misalnya pemberian subsidi atau bansos akibat kenaikan ppn, program makan siang gratis, wacana mendirikan sekolah rakyat, peningkatan bpjs kesehatan, dan program yang lainnya.
Semuanya tidak akan bisa merubah keaadaan rakyat. Karna semua itu hanya solusi sementara. Untuk ke depannya, lagi lagi rakyat yang harus berupaya sendiri untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hanya islam solusi masa depan
Umat semestinya sadar bahwa cita-cita kebangkitan hanya akan menjadi harapan sepanjang rezim sekuler ini dipertahankan. Tidak ada pilihan, kecuali umat segera mencampakkan sistem batil ini dan menggantinya dengan sistem Islam yang tegak di atas paradigma iman dan ketaatan pada hukum syara'.
Sistem kepemimpinan Islam—atau dikenal dengan sebutan Khilafah—jelas memiliki paradigma yang bertentangan dengan sistem yang tegak sekarang ini. Sistem Islam benar-benar mendudukkan negara dan pemimpinnya sebagai perisai dan penjaga umat. Mereka akan memastikan kehidupan rakyat benar-benar sejahtera secara lahir dan batin. Kebutuhan sandang, pangan, papan, dan layanan publik lainnya akan dipenuhi dengan sebaik-baiknya, dan semuanya niscaya melalui penerapan syariat Islam secara kafah oleh negara.
Umat pun akan dijaga dari segala hal yang akan menyakiti dan melemahkannya yang semua ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para penguasa.
Islam menegaskan bahwa kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban. Ia akan jadi sesalan bagi orang yang mengabaikannya. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh jabatan ini adalah amanah. Pada Hari Kiamat nanti, jabatan itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambil jabatan itu dengan hak dan menunaikan amanah itu yang menjadi kewajibannya.” (HR Muslim). Beliau juga bersabda, “Siapa pun yang diangkat memegang tampuk kepimpinan atas rakyat, lalu ia menipu mereka, maka ia akan masuk neraka.” (HR Ahmad).
Umat juga harus yakin bahwa penerapan hukum-hukum Islam dipastikan akan membawa keadilan dan penuh rahmat. Ini karena risalah Islam memang diturunkan sebagai solusi seluruh problem kehidupan. Syariat Islam sangat jelas mengatur masalah politik-pemerintahan,ekonomi,pendidikan,kesehatan,peradilan dan semua bidang kehidupan.
In syaallah ketika sistem islam diterapkan, kesejahteraan akan dirasakan seluruh rakyat di kancah nasional(indonesia) ataupun internasional(dunia). Tidak ada umat muslim di luar sana yang menderita, tertindas dan terdzolimi.
Karna sejarah membuktikan, kehidupan umat di bawah naungan kepemimpinan Islam benar-benar tampil sebagai peradaban cemerlang. Selama belasan abad, umat Islam mampu tampil sebagai umat pilihan yang disegani kawan maupun lawan. Seluruh umat bersatu tanpa ada sekat sekat nasionalisme dan golongan.
Wallohu a'lam bishowab.

No comments:
Post a Comment