Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tagar KaburAjaDulu, Ekspresi Kekecewaan

Monday, February 17, 2025 | Monday, February 17, 2025 WIB
Oleh Ummu Fatimah

Tagar #KaburAjaDulu belakangan ramai diserukan warganet melalui media sosial termasuk di X atau Twitter. Tagar itu berkaitan dengan pencarian kesempatan studi atau bekerja di luar negeri untuk kabur dari Indonesia. Lewat tagar tersebut warganet berbagi informasi seputar lowongan kerja, beasiswa, les bahasa serta pengalaman berkarir dan kisah hidup di luar negeri.

Meski terlihat sederhana menguatnya tagar ini menjadi sinyal kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia. Masyarakat menilai bahwa hal-hal seperti pendidikan yang layak, lapangan pekerjaan dan jaminan kualitas hidup sebagai sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pemerintah. Sementara hadir tawaran beasiswa pendidikan, pekerjaan dan jaminan kesejahteraan dari luar negeri. 

Munculnya fenomena ini tidak lepas dari pengaruh digitalisasi terutama sosial media yang menggambarkan tentang kehidupan negara lain lebih menjanjikan. Kualitas pendidikan yang rendah di dalam negeri bertemu dengan banyaknya tawaran beasiswa ke luar negeri semakin memberikan peluang untuk kabur. Demikian pula sulitnya mencari pekerjaan bertemu dengan banyaknya tawaran kerja di luar negeri dengan gaji yang lebih tinggi juga semakin menguatkan alasan untuk kabur.

Fenomena orang pintar dan berbakat memilih untuk bekerja di luar negeri seringkali terjadi di negara-negara berkembang. Fenomena ini membuat kesenjangan antara negara maju dan berkembang semakin lebar. Menciptakan ketidakadilan dalam akses terhadap sumber daya dan kesempatan.

Kemunculan tagar dan kondisi tersebut sejatinya menggambarkan kegagalan kebijakan politik ekonomi dalam negeri dalam menjamin kehidupan. Kegagalan ini tidak lepas dari sistem yang digunakan penguasa untuk mengatur negara. Jika diperhatikan secara mendalam, penguasa saat ini sangat nampak bercorak kapitalis. Membuat hingga melegalkan banyak kebijakan yang pro terhadap para kapital. 

Dalam sistem kapitalisme pendidikan menjadi sektor yang legal untuk diliberalisasi. Akhirnya pendidikan menjadi barang yang sah dikomersialkan oleh swasta. Dan yang bisa mengaksesnya hanya orang-orang yang memiliki harta. Dalam masalah lapangan pekerjaan, perusahaan atau industri selalu menggunakan prinsip untung rugi. Sehingga para pekerja dipandang sebagai faktor produksi yang sewaktu-waktu bisa terkena efisiensi. Akhirnya para pekerja tidak mendapatkan jaminan gaji layak, pekerjaan yang tetap, dihantui PHK massal, gaji rendah dan masalah pekerja lainnya. Alhasil kesenjangan ekonomi tidak saja terjadi di dalam negeri namun juga di tingkat dunia antara negara berkembang dan negara maju.

Masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan oleh Islam. Pasalnya Islam memiliki syariat yang mewajibkan negara membangun kesejahteraan rakyat dan memenuhi kebutuhan asas setiap warga negara individu per individu. Kewajiban ini adalah tuntutan hadits Rasulullah Saw.

"Imam atau khalifah adalah Raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari)

Makna aRaa'in dalam hadis tersebut yakni pemelihara yang dipercaya atas apa yang ada pada dirinya. Diantaranya adalah pemeliharaan atas urusan-urusan rakyat dan perlindungan atas mereka. Karena itu negara menjadi pihak yang bertanggung jawab menyediakan lapangan pekerjaan. Apalagi ada syariat bagi setiap laki-laki yang telah baligh wajib mencari nafkah. Tentu saja kewajiban ini perlu dukungan dari negara dalam bentuk lapangan pekerjaan. 

Adapun kesempatan bekerja di dalam negara terbuka sangat luas. Semisal dari sektor ekonomi real saja ada bidang pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Belum lagi pengelolaan sumber daya alam secara syar'i oleh negara pasti membutuhkan tenaga ahli dan terampil dalam jumlah yang banyak.

Negara juga bisa menerapkan syariat akan tanah iqhtha (tanah pemberian dari negara), ihyaul mawat (menghidupkan tanah mati) dan jenisnya untuk digunakan oleh rakyat dalam mencukupi kebutuhanya. Adanya jaminan lapangan pekerjaan bagi warga negara Khilafah membuat mereka tidak harus kabur ke negara lain hanya demi mendapatkan kesempatan bekerja lebih baik. 

Selain itu negara juga menjamin warga negara mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas. Pasalnya pendidikan dalam Islam dipandang sebagai kebutuhan dasar publik yang wajib diberikan oleh negara secara mutlak. Pendidikan harus diberikan secara gratis tanpa mengurangi kualitasnya. Tujuan pendidikan Islam adalah mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam dimana pola pikir dan pola sikap mereka berdasarkan Islam. Mereka juga dicetak menjadi orang-orang berilmu yang memiliki sains dan peka terhadap problematika utama umat. Sehingga orang pintar dan berbakat dalam Islam menjadi Garda terdepan yang siap membangun negara dan negara juga peduli dan menjamin kehidupan mereka. Demikianlah solusi syar'i atas kemunculan tagar #KaburAjaDulu.  Islam solusi atas semua persoalan. Jika diterapkan  akan menjadi rahmat bagi seluruh alam, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update