Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tagar Kabur Aja Dulu Bukti Penguasa Gagal Mensejahterakan Rakyatnya

Saturday, February 22, 2025 | Saturday, February 22, 2025 WIB Last Updated 2025-02-22T13:57:00Z
Tagar Kabur Aja Dulu Bukti Penguasa Gagal Mensejahterakan Rakyatnya

Oleh : Tutik Indayani

Pejuang Pena Pembebasan


Akhir-akhir ini dunia maya diramaikan dengan tagar Kabur aja dulu, semua ini bukan tanpa sebab. Masyarakat khususnya generasi muda yang kecewa dengan kondisi bangsa ini terkait beberapa kebijakan pemerintah.


Beberapa kebijakan pemerintah yang sangat membebani masyarakat diantaranya biaya pendidikan mahal, lapangan pekerjaan sulit, upah pekerja yang rendah tidak seimbang dengan harga kebutuhan hidup yang tinggi.


Dari tagar tersebut warganet menyertakan informasi terkait kesempatan studi atau bekerja di luar negeri untuk kabur dari Indonesia, seperti lowongan pekerjaan ke luar negeri, beasiswa pendidikan, les bahasa, serta pengalaman berkarier dan kisah hidup di luar negeri.


Dari fenomena ini mendapat tanggapan beragam dari beberapa tokoh masyarakat, diantaranya adalah Sosiolog UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim menyebut, tren Kabur Aja Dulu merupakan ekspresi kemarahan, keputusasaan dan protes yang disampaikan publik melalui media sosial kepada pemerintah, dimana kebijakan yang diambil pemerintah belakangan ini tidak berpihak pada masyarakat.


Termasuk kebijakan yang menginstruksikan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah sektor penting, seperti pendidikan, energi hingga penanganan bencana dan krisis iklim.


Sejalan dengan itu, Sosiolog di Universitas Gadjah Mada (UGM), Oki Rahadianto Sutopo mengatakan, kemunculan tagar Kabur Aja Dulu adalah bentuk refleksivitas atau kesadaran atas kesenjangan global yang terjadi dewasa ini.


Kesenjangan global tersebut termasuk perbedaan jaminan kesehatan, kualitas pendidikan, kesempatan lapangan pekerjaan hingga kebebasan anak muda untuk berekspresi.


Alih-alih merespon penuh kecemasan, pemerintah malah mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan, seperti yang disampaikan oleh Wamen Ketenagakerjaan Imanuel Ebenezer justru mempersilahkan WNI yang ingin berkarier ke luar negeri untuk tidak perlu kembali ke Indonesia


Solusi Dalam Pandangan Islam


Sungguh sangat miris dan harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat terutama para pejabat yang berwenang, bahwa bekerja diluar negeri selain dampak positif, juga membawa dampak negatif dan ini sangat berbahaya sekali bagi Indonesia yang mayoritas muslim, diantaranya value kehidupan barat yang ikut mempengaruhi kehidupan mereka, seperti kehidupan individualis dan liberalis, sulit menjalankan shalat, bahkan ada yang menjadi korban eksploitasi.


Yang menjadi pertanyaan apakah dengan pergi merantau ke luar negeri dapat memperbaiki sistem yang salah dan rusak di negeri ini?


Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Buku Sistem Ekonomi Islam menekankan pentingnya sistem ekonomi Islam untuk mewujudkan ekonomi yang adil dan merata. Berupa jaminan kesejahteraan rakyat melalui kepemilikan umum dan distribusi kekayaan yang adil, serta menjauhkan praktik ekonomi yang mengarah pada konsentrasi kekayaan.


An-Nabhani juga berpandangan bahwa sistem ekonomi Islam merupakan bagian integral dari Islam secara keseluruhan yang tidak bisa dipisahkan dari aspek lain, seperti politik, sosial dan ideologi. Alhasil sistem ekonomi Islam hanya bisa diterapkan oleh sistem pemerintahan Islam, yaitu khilafah.


Beliau juga menjelaskan bahwa kepemilikan umum merupakan sarana untuk menciptakan keadilan ekonomi dalam masyarakat. Kepemilikan umum harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan secara adil dan merata untuk kepentingan seluruh anggota masyarakat tanpa diskriminasi. Islam melarang kepemilikan umum dikelola korporasi atau individu.


Negara bahkan menjamin setiap lelaki dewasa untuk memiliki pekerjaan. Tersedianya lapangan pekerjaan ini merupakan hasil industrialisasi yang dilakukan negara. Selain itu, negara juga merevitalisasi pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan secara modern sehingga akan membuka banyak lapangan pekerjaan.


Kondisi kecewa dengan sistem bernegara yang terjadi pada generasi saat ini hingga muncul #KaburAjaDulu, sama halnya terjadi pada zaman Rasulullah Saw. Beliau beruzlah ke Gua Hira, karena merasa kecewa dengan kehidupan jahiliyah dan kezaliman penduduk Makkah dan akhirnya turun wahyu pertama sekaligus sebagai awal gerakan mewujudkan kehidupan yang penuh petunjuk dari Allah.


Harus dipahami, apa yang disampaikan Rasulullah Saw lahir dari pemikiran Islam yang sahih, kemudian didakwakan kepada para sahabat dan sebagai dasarnya adalah keimanan yang kuat kepada Allah, sehingga mampu melahirkan pejuang yang siap berkorban.


Seharusnya langkah Rasulullah dan para sahabat diikuti oleh kalangan anak muda saat ini dan pemerintah harus ikut andil juga dalam menyediakan sarana dan prasana untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas, bukan malah mengusir pemudanya dengan mengatakan jangan pulang sekalian. Ini menunjukkan pemerintahnya tidak peka terhadap kondisi negeri ini atau pura-pura tutup mata, supaya terlepas dari tanggungjawab untuk meriayah umat. 


Dengan peran pemerintah yang ingin menciptakan generasi emas sejalan dengan melanjutkan kehidupan Islam, harapan untuk kehidupan yang lebih baik bukan hanya mimpi, tetapi bisa menjadi kenyataan. Tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga kebaikan di akhirat.


Wallahu'alam bishshawab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update