Oleh Puji
Kementerian kesehatan (Kemenkes) menyatakan, program cek kesehatan gratis akan mulai diluncurkan pada pekan kedua Februari 2025. Sebanyak 10.000 puskesmas dan 20.000 klinik swasta akan dilibatkan dalam program tersebut (https://www.beritasatu.com, 28-01-2025).
Melihat berita tersebut, rakyat seolah terbantu untuk bisa melakukan cek kesehatannya secara gratis. Dimana kesehatan itu termasuk salah satu yang dibutuhkan oleh rakyat selain kebutuhan sandang, pangan dan papan. Apalagi biaya kesehatan itu relatif mahal bagi rakyat negeri ini. Seolah olah ada ungkapan rakyat miskin dilarang untuk sakit. Harapannya program cek kesehatan gratis ini seolah membantu meringankan beban rakyat negeri ini. Harapannya bisa menjadikan rakyat negeri ini agar sehat dan bisa melakukan pencegahan penyakit dengan melakukan cek kesehatan secara gratis.
Kebijakan cek kesehatan gratis ini seolah pro rakyat dan terasa kebijakan yang populis ketika melihat realita pelayanan kesehatan di negeri ini pada hari ini. Diantaranya kurangnya fasilitas kesehatan, terlebih di daerah 3T yang kekurangan sumber daya kesehatan maupun sarana dan prasarana. Memang benar, pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap, namun tingginya angka korupsi di negeri ini rawan berbagai persoalan yang akan menghambat terwujudnya program ini.
Apalagi saat ini yang dijadikan rujukan dalam ekonomi di negeri ini adalah kapitalis sekuler. Dimana, negara itu kurang memiliki peran secara sepenuhnya dalam mengurusi permasalahan kesehatan secara menyeluruh. Apalagi dalam kapitalis sekuler peran negara itu hanya sebagai regulator dan fasilitator. Selain itu, program kesehatan gratis bagi seluruh rakyat membutuhkan dana yang cukup besar bagi negara. Tentunya itu akan menjadi beban APBN yang sumber penerimaannya dari pajak dan utang. Mungkinkah program cek kesehatan gratis ini bisa menjangkau seluruh rakyat negeri ini?.
Kalau kita merujuk bagaimana kesehatan dalam Islam?. Islam menganggap bahwa kesehatan merupakan layanan publik dan hak setiap warga negara. Islam menetapkan bahwa negara sebagai pilar utama yang bertanggung jawab terhadap program kesehatan gratis baik untuk cek kesehatan maupun pengobatan penyakit bagi seluruh rakyatnya baik kaya, miskin, muslim maupun non muslim. Pembiayaan kesehatan gratis ini berasal dari baitulmal bagian kepemilikan umum. Harapannya negara bisa memberikan layanan cek kesehatan maupun biaya pengobatan gratis kepada seluruh rakyatnya agar mendapatkan layanan kesehatan terbaik.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment