Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Liberalisasi Pergaulan Mengikis Generasi Sistem Islam Sebagai Solusi

Monday, February 03, 2025 | Monday, February 03, 2025 WIB



Oleh Heni Ummu Faiz

Ibu Pemerhati Umat


Ada apa dengan dunia? Akibat gaya hidup hedonis dan permisif kehidupan rumah tangga saat ini sungguh diluar nalar. Perilaku menyimpang yang berujung motif ekonomi pada akhirnya menggerus kehidupan manusia saat ini. 

Berawal dari fantasi pribadi perjalanan rumah tangga pasangan suami istri IG (39) dan KS (39) berubah menjadi tragedi. Dari situs komunitas

pertukaran pasangan atau swinger harus terkena jeratan hukum yang telah menghancurkan segalanya. Ironisnya uang yang didapatkan dari perbuatan haramnya digunakan untuk menghidupi dia anak yang masih dini. (KOMPAS.com, 11/01/2025) 

Bahkan celakanya hari ini moral tak pantas dilakukan oleh oknum pendidik. Sungguh miris seorang guru perempuan tega melakukan asusila terhadap muridnya. Parahnya hubungan yang dilakukan oleh ST, 35 tahun Grobogan dengan siswanya layaknya suami istri selama 10 kali dan berlangsung hampir 2 tahun. (RADARSOlO, 9/01/2025)

Saat agama tidak dijadikan sebagai pedoman hidup,  maka kerusakan moral akan semakin menjadi. Kerusakan moral ini bukan hanya di kalangan usia remaja tetapi menyemuslimi semua kalangan usia. Kondisi ini sangat meresahkan, karena generasi Indonesia terutama muslim akan semakin terkikis. Celakanya jika dibiarkan maka kehancuran generasi di depan mata. Sebagian orang banyak menyalahkan karena alasan individu saja. Ada juga yang menyalahkan peranan media yang kian masif padahal akar masalahnya adalah penerapan sekularisme yang kian tertanam di benak kaum muslim. Akar masalah ini harus segera dituntaskan, bagimana mungkin mewujudkan generasi emas jika negara justru memfasilitasi kerusakan moral ini. 

Lihat saja kebijakan negara yang "nyeleneh" bahkan kontradiktif semisal aturan  alat kontrasepsi untuk pelajar dan pendidikan kespro  yang berasaskan peradaban Barat. Bukan hanya itu kebijakan kesetaraan gender dan semua turunannya yang berkiblat pada Barat, seperti hak reproduksi dan bodily autonomi, nyatanya telah meracuni pemikiran  umat Islam. 

Solusinya Islam kaffah

Hanya Islam yang menjaga kemuliaan manusia. Islam juga melalui negara untuk menjaga nasab manusia. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan sistem sekuler saat ini. Merusak dan dirusak hingga terjadi kekacauan akibat tidak menjaga pergaulan interaksi antara laki-laki dan perempuan. 

Sistem Islam berupaya menerapkan sistem pendidikan kurikulum berbasis akidah Islam, sistem sanksi yang tegas dan menjerakan. Dalam sistem Islam setiap aturan yang diberikan sangat manusiawi dan memberikan keadilan ke semua kalangan. 

Bukan hanya itu negara akan menutup semua celah masuknya ide-ide liberal, medi-media sekuler dan memberi sanksi tegas terhadap tindak maksiat yang dapat merusak moral generasi.

 Semisal di masa Islam tegak  ada yang melakukan kemaksiatan berupa zina yakni Al Ghamidiah dan Al Maiz. kemudian diberikan sanksi berupa hukum rajam. Keduanya karena tertanam rasa keimanan mereka meminta untuk dihukumi dengan hukum Islam. Karena takut akan siksa akhirat yang jauh lebih pedih. Sekalipun mungkin akan menanggung rasa malu tetapi tidak mempedulikan yang dosa tersebut bisa ditebus. Ketika hukum tersebut dilaksanakan mereka pun sudah mendapatkan surga seperti yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Hukuman tersebut setelah mengikuti mekanisme hukum Islam yang berlaku. 

Hukum ini tentu sangat memberi efek jera bagi pelakunya sedangkan bagi yang menyaksikan akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal tersebut. 

Alhasil hukum Islam solusi atas maraknya maksiat yang kini banyak terjadi. 

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update