Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gencatan Senjata Bukan Solusi Hakiki untuk Palestina

Monday, February 03, 2025 | Monday, February 03, 2025 WIB Last Updated 2025-02-05T10:03:30Z


 Oleh : Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi) 

Setelah setahun lebih menanggung penderitaan kini warga gaza bisa merasakan ketenangan sementara meski belum ditau perjanjian gencatan senjata ini apakah bersifat lama atau hanya sementara saja. 


Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza akhirnya dimulai pada hari Minggu (19/01) pukul 11:15 waktu setempat (16:15 WIB), setelah mengalami penundaan selama tiga jam. Pemerintah Israel mengumumkan nama 33 sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata.


Melalui akun resmi pemerintah Israel di media sosial X, disebutkan bahwa daftar tersebut mencakup nama sandera yang tertua dan termuda. Sandera termuda adalah Kfir Bibas yang berusia sembilan bulan saat ditangkap, sedangkan sandera tertua adalah Shlomo Mantzur yang berusia 86 tahun. Beberapa saat sebelumnya, Hamas melalui aplikasi chat Telegram merilis nama tiga sandera yang akan mereka bebaskan. Rakyat Palestina segera merayakan gencatan senjata di Gaza dengan mengibarkan bendera Palestina dan bersorak. Saat ini, ratusan truk bantuan menunggu untuk masuk ke Gaza. Masuknya konvoi truk ini merupakan salah satu syarat untuk merealisasikan kesepakatan gencatan senjata. (bbc com, 20/1/2025) 


Gencatan senjata ini jelas membuat seluruh rakyat Gaza merasa bahagia dan lega. Bagaimana tidak, rakyat Gaza telah mengalami berbagai penderitaan yang mungkin tidak pernah dirasakan oleh siapapun di dunia ini, seperti penghancuran permukiman, pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, pencurian organ dari jasad Palestina, serta krisis pangan, minuman, dan air bersih.


Namun, rakyat Gaza harus tetap waspada terhadap pengkhianatan kesepakatan ini. Mujahidin dan masyarakat Gaza perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sifat licik musuh dan sekutunya. Sebab, dalam beberapa kali gencatan senjata, musuh cenderung melanggar kesepakatan.


Hal ini telah diungkapkan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 100, "Dan mengapa tidak ada dari mereka yang membuat janji, sekelompok orang melanggarnya? Padahal kebanyakan dari mereka tidak beriman. "


Perlu diingat bahwa gencatan senjata ini bukanlah akhir dari perang, maupun pembebasan dari penjajahan. Penjajahan atas tanah Palestina akan terus dirasakan oleh rakyat Gaza selama belenggu sistem kapitalis sekuler masih ada.

Sistem kapitalis sekuler memang menjadi penyebab utama penderitaan yang terus menerus dialami oleh rakyat Gaza. Selain itu, ikatan nasionalisme yang lahir dari sistem ini membuat para penguasa negara-negara Muslim enggan untuk memberikan bantuan kepada rakyat Gaza. Mereka hanya mampu mengkritik dan mengutuk para Zionis Israel.


Sungguh menyedihkan, para pemimpin Muslim justru berkontribusi dalam menyediakan senjata, bahan bakar, makanan, dan minuman bagi para Zionis. Mereka lebih dekat dengan musuh umat Islam dibandingkan dengan rakyat mereka sendiri.


Oleh karena itu, tidak bijaksana untuk berharap bahwa para pemimpin Muslim akan berpihak kepada umat Islam. Kita harus fokus pada solusi yang nyata, yaitu mendirikan Khilafah sebagai lembaga politik yang dapat membebaskan Palestina dari penjajahan entitas Yahudi.


Sebagai pemimpin umat Islam di seluruh dunia, Khalifah akan mengerahkan seluruh kekuatan militer untuk merebut kembali tanah suci Palestina dari tangan musuh-musuh Islam, yaitu para Zionis Yahudi. Seperti yang pernah dilakukan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, seorang Khalifah yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman Tentara Salib yang dipimpin oleh Raja Jerman, Friedrich Barbarossa, Raja Inggris, Richard Hati Singa, dan Philippe Agustus dari Perancis.


Di sisi lain dalam Islam, kehidupan umat Muslim sangat berharga. Oleh karena itu, Khalifah tidak akan membiarkan darah umat Islam tertumpah secara sia-sia. Bahkan, Allah murka atas pembunuhan seorang Muslim. Karenanya, umat Islam seharusnya terus memperjuangkan jihad dan meraih Khilafah untuk membebaskan tanah Palestina dari cengkeraman Yahudi, bukan sekadar mengusulkan gencatan senjata atau solusi dua negara. Wallhu'alam






No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update