Oleh Jovilda Nurzahrani Thufailah
(Pegiat Dakwah)
Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT dan membuktikan kebenaran kerasulan Nabi Muhammad saw. Peristiwa ini terjadi pada malam hari, di mana Rasulullah saw. diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mikraj) untuk menerima perintah salat langsung dari Allah Swt.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam surah Al-Isra' ayat 1. Allah berfirman:
سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ
"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepada dia sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. al-Isra' [17]: 1)
Saat Isra, Rasulullah saw. melihat berbagai tanda kebesaran Allah Swt. di antara langit dan bumi hingga tiba di Baitulmaqdis. Di sana, beliau bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Isbrahim as., Nabi Musa as., dan Nabi Isa as. yang telah berkumpul. Mereka bersama-sama melaksanakan salat berjamaah dengan Rasulullah saw. sebagai imamnya. Hal ini menandakan kedudukan beliau sebagai pemimpin para nabi.
Setelah itu, dalam Mikraj Rasulullah saw. naik ke langit dan bertemu dengan bernagai nabi di setiap lapisan langit. Akhirnya beliau saw. menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam (HR. Al-Bukhari, hadis nomor 3598).
Pelajaran Penting dari Isra Mikraj
Berikut beberapa pelajaran penting dari Peristiawa Isra Mikraj, di antaranya:
Aspek ketaatan kepada Allah Swt
Isra Mikraj mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah Swt., terutama dalam menjalankan salat lima waktu. Salat adalah tiang agama yang menjadi pembeda antara orang beriman dengan orang kafir.
Allah Swt. menegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi,
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
"Dirikanlah oleh kalian salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Salat bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseoramg. Allah Swt. menyebutkan dalam surah Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi,
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ
"Dirikanah salat, sungguh salat itu mencegah (kamu) dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ulama seperti Ibnu Katsir dan As-Sa'di menjelaskan bahwa salat yang dilakukan dengan khusyuk akan menjaga hati seseorang dari maksiat dan membuatnya lebih sadar akan pengawasan Allah Swt. Oleh karena itu, salat yang benar akan menjauhkan seseorang dari berbagai dosa, seperti riba, korupsi, zalim, dsb. Jika seseorang tetap melakukan kemaksiatan, meskipun rajin salat maka kualitas salatnya patut dipertanyakan.
Aspek politik dan kepemimpinan Islam
Isra Mikraj mengandung pelajaran penting terkait kepemimpinan Islam. Rasulullah saw. menjadi imam bagi para nabi di Baitulmaqdis yang menandakan bahwa kepemimpinan umat manusia beralih dari Bani Israil kepada umat Islam. Hal ini menjadi isyarat bahwa Islam akan menjadi pemimpin peradaban dunia.
Rasulullah saw. kemudian diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah, di mana beliau mendirikan Daulah Islam yang berlandaskan syariat. Setelah berdirinya Daulah Islam di Madinah kekuasaan Islam semakin berkembang.
Pada masa Khulafaurasyidin, Islam telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan wilayah Syam, termasuk Palestina. Khalifah Umar bin Khattab ra. berhasil membebaskan Baitulmaqdis dari kekuasaan Bizantium (Romawi Timur). Sejarah ini menunjukkan bahwa Islam memiliki sistem kepemimpinan yang kuat, mampu membawa keadilan, serta kesejahteraan bagi umat manusia.
Relevansi Isra Mikraj dengan Palestina
Baitulmaqdis adalah bagian dari negeri Syam yang diberkahi Allah swt. Dalam sejarahnya Palestina pernah berada di bawah kekuasaan Islam selama berabad-abad. Namun saat ini, Palestina berada dalam cengkeraman penjajah zionis. Peristiwa Isra Mikraj mengingatkan umat Islam untuk terus memperjuangkan kebebasan Palestina dan seluruh wilayah Islam yang terjajah.
Rasulullah saw. dalam hadisnya yang diriwayatkan olah Muslim menyatakan bahwa Islam akan menyebar ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, umat Islam wajib bersatu dan berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah yang menjadi satu-satunya kekuatan yang mampu membebaskan Palestina dan mengusir penjajah Yahudi. Sejarah telah membuktikan bahwa hanya dengan kepemimpinan Islam, wilayah-wilayah Islam dapat terjaga dan terlindungi dari penjajahan.
Peristiwa Isra Mikraj mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Selain menegaskan pentingnya ketaatan kepada Allah Swt. melalui salat, peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana Islam menjadi pemimpin peradaban dunia.
Rasulullah saw. ditunjuk sebagai pemimpin para nabi yang menandakan bahwa kepemimpinan Islam adalah atas seluruh umat manusia. Sejarah juga membuktikan bahwa Islam mampu membawa keadilan dan kesejahteraan ketika diterapkan dalam sistem pemerintahan yang berlandaskan syariat.
Isra Mikraj mengingatkan umat Islam akan pentingnya perjuangan membebaskan Palestina dan wilayah Islam lainnya dari penjajahan. Satu-satunya solusi untuk hal ini adalah dengan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah yang akan mempersatukan umat Islam dan membebaskan negeri-negeri yang terjajah. Dengan mengikuti ajaran yang terkandung dalam Isra Mikraj, umat Islam dapat memperkuat keimanan dan berjuang untuk menegakkan keadilan di dunia.
Wallahualam bissawab
.jpeg)
No comments:
Post a Comment