Zahrah (Aktivis Dakwah Kampus)
Palestina negeri para nabi, tempat masjid suci kaum muslimin (Al-Aqsa) hingga kini masih mengalami penjajahan oleh Yahudi laknatullah alaih. Sudah lebih dari 70 tahun muslimin Palestina hidup dalam ketakutan, dentuman keras selalu terdengar. Bayang-bayang ledakan terus terdengar. Genosida yang sudah berlangsung bertahun-tahun tak kunjung usai. Meskipun gencatan senjata akan dilakukan selama sebulan ke depan, apakah itu akan menjadi akhir dari genosida yang terjadi disana? Akankah matahari kemenangan akan segera terbit di bumi syam yang diberkahi?
Gencatan senjata menjadi angin segar bagi warga Palestina. Selama beberapa bulan ke depan tidak akan terdengar lagi suara petasan besar di langit. Tapi jika dilihat dari kejadian gencatan senjata sebelumnya yang selalu saja dikhianati oleh Israel. Berbagai teror dan intimidasi masih kerap dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga palestina. Sebagaimana Dilansir dari CNN Indonesia (16/01/2025) Militer Israel masih terus membombardir wilayah Gaza hingga menewaskan puluhan orang dalam sehari, meski gencatan senjata baru saja diumumkan. Berdasarkan laporan dari otoritas setempat menggambarkan pengeboman tanpa henti di wilayah tersebut pada Rabu (15/1) dan Kamis (16/1). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 77 orang, dan 21 di antaranya adalah anak-anak dan 25 orang wanita.
Seperti itulah watak zionis Yahudi selalu mengingkari janji. Munafik dan penuh kebohongan. Gencatan senjata hanya jadi alasan bagi mereka untuk meredam kemarahan masyarakat dunia yang selalu mengecam mereka. Bahkan disinyalir gencatan senjata dijadikan sebagai masa untuk menyusun strategi baru untuk tetap melanjutkan genosida masyarakat Palestina.
Tujuan utama zionis Yahudi adalah menguasai seluruh wilayah syam. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk bisa merebut tanah kaum muslimin itu. Mereka tidak perduli dengan kemarahan dunia sebab mereka punya backingan yang kuat yakni negara-negara Barat seperti Amerika yang telah mendanai proyek genosida tersebut.
Meskipun Palestina terus mendapat serangan bertubi-tubi dari Zionis. Banyak korban berjatuhan, mayoritas perempuan dan anak-anak. Namun dunia termasuk negeri muslim tetap sibuk dengan dialog sana-sini, juga upaya mediasi, namun tak ada hasil yang berarti. Penguasa negeri muslim hanya sekadar pencitraan ketika menyerukan pembelaan terhadap Palestina, apalagi solusi yang ditawarkan mengikuti usulan Barat. Dunia internasional pun termasuk lembaga dunia, hanya sekadar memberikan kecaman.
Semua menunjukkan bahwa hari ini dunia tak memiliki solusi jitu untuk menghentikan penjajahan. Solusi dua negara yang ditawarkan dunia bukanlah solusi hakiki, karena menyetujui perampasan tanah milik kaum muslim di Palestina.
Negosiasi gencatan senjata merupakan bukti ketidakmampuan negeri-negeri muslim untuk membebaskan Palestina. Solusi dua negara yang ditawarkan adalah bukti penghianatan mereka terhadap umat islam. Tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin. Tidak ada tempat bagi zionis Yahudi disana.
Satu-satunya solusi tuntas adalah mewujudkan jihad melawan Zionis. Umat Islam harus menyeru para penguasa muslim untuk menggerakkan pasukannya berjihad melawan Zionis. Umat harus dibangun kesadarannya akan solusi tuntas penjajahan Palestina oleh Zionis.
Sebab Zionis tidak mengerti bahasa diplomasi mereka hanya bisa diusir dengan bahasa jihad. Mengusir mereka dengan senjata-senjata dan pasukan muslim dari tanah Palestina. Seperti yang telah dilakukan oleh Sholahuddin Al Ayyubi membebaskan tanah Palestina dengan jihad.
Selain itu, agar mendapatkan perlindungan hakiki, maka tegaknya Khilafah adalah satu keniscayaan. Karena hanya Khilafahlah yang akan memberikan pembelaan dan perlindungan atas tanah dan kaum muslim di Palestina dan semua tempat di mana kaum muslim teraniaya. Hanya Khilafah yang mampu menghadapi musuh umat Islam ini
Untuk menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, perlu ada upaya mendakwahkan pemahaman yang sahih atas solusi Palestina dan bagaimana upaya mewujudkannya. Oleh karena itu dibutuhkan adanya kelompok dakwah Islam ideologis yang melakukan upaya penyadaran terhadap umat akan solusi hakiki ini dan mengajak umat untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah berdasarkan metode yang mengikuti manhaj dakwah Rasul SAW.
Wallahu a’lam bi showwab
No comments:
Post a Comment