Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pagar di Laut, Hanya Terjadi Dalam Sistem Kapitalis

Thursday, January 23, 2025 | Thursday, January 23, 2025 WIB Last Updated 2025-01-23T13:56:40Z

 



Oleh. Imas Sunengsih, S.E., M.E

Aktivis Muslimah Intelektual 


Baru-baru ini masyarakat digegerkan dengan adanya pagar yang ada di laut sepanjang 30 kilometer di perairan Tanggerang Banten. Tentu hal ini terasa ganjil pasalnya laut merupakan wilayah umum yang seharusnya tidak bisa dikuasai oleh individu. Akhirnya muncul pertanyaan, siapakah yang berani untuk memagari laut?


Dari kasus ini, pemerintah langsung bereaksi, salah satunya seperti yang dilansir dari TRIBUNNEWS (21-1/2025),    Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengatakan pihaknya akan memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Sakti Wahyu Trenggono, terkait dengan pagar laut misterius sepanjang 30 kilometer (Km) di perairan Tangerang, Banten. Titiek mendesak pemerintah untuk segera mengungkap pemilik pagar laut sepanjang 30 Km tersebut. 


Negeri ini telah banyak kehilangan sumber kekayaan, dari tambang, hutan sampai laut. Seseorang sangat mudah untuk memperoleh kekayaan tersebut asalkan mempunyai modal dan kekuasaan. Apapun bisa dibeli, sekalipun harus melanggar hajat hidup orang banyak. Inilah yang dinamakan dengan sistem kapitalisme, dalam sistem ini pemilik modal bisa akan bisa membeli sekehendak dirinya, baik itu berupa gunung, pulau ataupun laut. Karena dalam sistem kapitalisme tidak ada pengaturan kepemilikan, sehingga sistem ini banyak melanggar urusan hak-hak manusia untuk hidup atau mencari penghidupan. Bayangkan laut,  yang merupakan tempat mata pencaharian nelayan dipagari, nelayan menggantungkan penghidupan dengan mencari ikan di laut kini geraknya dibatasi. 


Berbagai reaksi  bermunculan baik dari publik ataupun pemerintah, jika sudah terjadi baru ribut untuk saling lempar tanggungjawab. Padahal pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan publik, mereka yang harus harus memperhatikan kehidupan rakyat baik itu sandang, pangan, papan sampai tempat untuk mencari nafkah. Negara yang abai seperti hari ini, justru jauh dari harapan yang didambakan rakyat. Padahal mengurus urusan rakyat merupakan amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Swt.

Dalam sistem kapitalisme akan terjadi ketimpangan, yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Rakyat akan tersingkir dari kehidupan jika ia tidak memiliki kemampuan dalam mengakses kebutuhan untuk hidup. Negara pun akan membiarkan, negara lebih berpihak pada oligarki atau para kapitalis. Lihatnya realitanya, rakyat semakin menderita dan menjerit dalam memenuhi kebutuhan pokoknya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan.

Berbeda dengan Islam, yang memiliki seperangkat aturan terperinci dan sempurna untuk mengatur kehidupan manusia dan negara. Dalam sistem Islam, seseorang tidak boleh untuk memiliki yang bukan menjadi haknya, seperti kepemilikan umum contohnya laut, yang dalam sistem Islam merupakan kepemilikan umum, sebagaimana ada dalam hadis berikut:

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ

“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Adapun rincian harta milik umum yaitu:

1. Harta yang dibutuhkan oleh seluruh kaum Muslim, atau menjadi hajat hidup orang banyak dan jika tersedia akan menyebabkan kegoncangan dan perselisihan, misalnya Air.

2. Barang tambang yang memiliki deposit sangat besar dan melimpah. Misalnya: emas, timah, minyak bumi, dll.

3. Harta yang tabiat asalnya menghalangi atau mencegah seseorang untuk memonopoli untuk memilikinya. Misalnya: Laut, sungai, selat, dll.

Jadi setiap individu berhak untuk memanfaatkan kepemilikan umum tersebut, dan itu hanya akan terjadi ketika sistem Islam diterapkan oleh negara. Sistem Islam tidak bisa diterapkan oleh negara yang berasaskan demokrasi, sebab tidak ada tempat untuk sistem Islam tegak didalamnya. Sistem Islam bisa tegak hanya pada negara khilafah ala minhaj nubuwwah, inilah negara  warisan dari Rasulullah saw. yang telah diwariskan kepada khulafaur rasyidin. Di mana pada masa kejayaannya telah menguasai dua per tiga dunia selama kurang lebih lebih empat belas abad dan telah menjadi peradaban agung sehingga menjadi mercusuar dunia.

Sistem Islam kafah akan memberikan kehidupan yang berkah, nyaman dan aman. Khalifah sebagai pemimpin akan selalu menjadi pelindung umat terdepan dalam permasalahan apapun, ia akan bertanggung jawab terhadap Sang Pencipta atas amanah yang diembannya. Pemimpin yang bertakwa dan dicintai rakyatnya hanya akan terwujud dalam sistem Islam.


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update