Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib Remaja dalam Sistem Kapitalis

Friday, January 31, 2025 | Friday, January 31, 2025 WIB
Nasib Remaja dalam Sistem Kapitalis

Oleh: Zahwa Asma Fathiyyah

(Mahasiswi STIU Darul Hikmah)


Rekaman video yang menunjukkan beberapa orang siswi tengah mengikuti tes urine yang digelar sekolah ramai diperbincangkan di media sosial. Tes tersebut, dilakukan sekolah untuk mencegah para siswi mengalami hamil di luar nikah.


Kepala Sekolah SMA Sulthan Baruna Sarman mengatakan, terkait video yang ramai diperbincangkan warganet tentang tes urine kepada siswi perempuan. Menurutnya, tes tersebut sudah berjalan selama dua tahun terakhir.


Tiap libur semester atau libur kenaikan kelas selesai, ia mengatakan sekolah melaksanakan tes urine kepada para siswi. Tes urine untuk mengecek kehamilan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua.


Latar belakang tes kehamilan dilakukan, Sarman mengatakan tiga tahun ke belakang terdapat kasus orang tua siswi yang meminta izin anaknya untuk dinikahkan. Ia mengetahui penyebabnya karena anak perempuan tersebut sudah hamil.


Dengan adanya program yang dilaksanakan setahun dua kali, ia mengatakan memberikan dampak. Pihaknya tidak menemukan adanya siswi yang hamil di luar nikah.


Tidak hanya itu, pihaknya juga menerapkan kebijakan di sekolah yaitu melarang bagi siswa berpacaran di sekolah dan di luar sekolah selama memakai pakaian sekolah. Ia mengatakan para siswa pun lebih peduli terkait hal itu.

(Republika.co.id, 22/01/2025)


SOS Pergaulan Remaja!


Beginilah nasib remaja dalam sistem Kapitalis. Setiap hari potret buram gaul bebas remaja menghiasi headline media massa. Hingga muncul pertanyaan, kenapa remaja gaulnya kebablasan hingga marak perzinaan?


Setidaknya ada tiga faktor yang mungkin mempengaruhi, yaitu:

Pertama, Remaja dicekoki gaya hidup pergaulan bebas. Interaksi cewek cowok tanpa batas dilabeli pergaulan modern dan kekinian. Padahal hal tersebut dilarang.


Imam Ibnul Qayyim mengingatkan, “Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bergaul bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan, bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya) kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus. Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia) dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan.”


Kedua, Sterilnya lingkungan pergaulan remaja dari aturan Islam. Saat ini remaja muslim hidup dalam lingkungan keseharian yang jauh dari nilai-nilai Islam. Pacaran hal yang biasa di masyarakat. Nggak pacaran malah sesuatu yang aneh.


Ketiga, Rapuhnya benteng akidah. Hidup dalam lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam bagi remaja muslim itu sebuah tantangan tersendiri. Ketika teman-teman sebayanya terbiasa dengan gaul bebas, busana yang mengumbar aurat hingga berdua-duaan, remaja muslim yang masih komitmen dengan keislamannya harus tetap berpegang teguh untuk nggak ikut-ikutan. 


Perlu Peran Negara


Melihat hal tersebut diatas, maka memang sudah seharusnya keluarga, masyarakat, dan.negara saling bekerjasama menjaga pergaulan remaja agar tidak kebablasan..


Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Jika perbuatan zina telah tampak (tersebar) di suatu negeri, Allah akan membinasakan negeri tersebut.”


Maka negara sebagai pelindung memegang peranan besar dalam menjaga kemuliaan generasi muda. Karena negara yang bisa mencegah merajalelanya tayangan-tayangan remaja yang menyajikan pergaulan bebas, negara yang bisa memberikan sanksi yang tegas pada pelaku zina biar pelakunya kapok dan masyarakat jadi tercegah untuk berbuat hal yang sama, negara yang bisa mengedukasi masyarakat tentang sistem pergaulan antara laki-laki dan.perempuan.


Tentu saja hal tersebut tidak sempurna dan tuntas tanpa penerapan syariah Islam secara kaffah. Oleh karenanya, agar seluruh remaja muslim terhindar dari pergaulan bebas, tidak ada jalan lain kecuali dengan benteng akidah serta penerapan syariat Islam secara kafah. Negeri jadi berkah, lahirnya generasi khoiru Ummah. Wallahu a'lam bishshawab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update