Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konflik Opang dan Ojol, Mampukah Dituntaskan dalam Sistem Sekularisme Saat Ini?

Saturday, January 11, 2025 | Saturday, January 11, 2025 WIB Last Updated 2025-01-21T06:31:51Z

Oleh Ruri R
Pegiat Dakwah

Beberapa pekan yang lalu, kekerasan berupa penganiyaan kembali terjadi kepada salah satu pengemudi ojek online (ojol) dan penumpangnya oleh sekawanan para pengemudi ojek pangkalan (opang). Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dan saat ini para pelaku sudah ditangkap.

Wakapolres Bandung, AKBP Hidayat menyampaikan saat jumpa pers, bahwa motif para pelaku melakukan penganiayaan tersebut dipicu oleh rasa kesal dan emosi karena wilayah ojek pangkalan (opang) dimasuki ojek online (ojol), kemudian mereka mengejarnya dan dilakukan penganiyaan.

Akibat dari penganiayaan tersebut, korban pengendara mengalami kesakitan di sisi kiri tubuhnya, namun masih bisa berjalan. Sedangkan untuk korban penumpang, saat ini masih dirawat di rumah sakit. Atas perbuatan para pelaku yang melakukan kekerasan kepada pengemudi dan penumpang ojol tersebut akan dikenai pasal 170 ayat 21, dengan hukum pidana penjara hingga 7 tahun, tambah Hidayat. (TribunJabar.id, Selasa 24/12/2024)

Maraknya Kemaksiatan Akibat Berbagai Faktor

Konflik opang dan ojol merupakan salah satu dari sekian banyaknya kemaksiatan yang terjadi, mulai dari pelecehan, pembegalan, penipuan, pembunuhan, penganiyaan, dan lain-lain. Meski masyarakat saat ini sudah berusaha untuk waspada, namun peristiwa-peristiwa yang membuat miris tetap saja terjadi tanpa bisa terbendung lagi.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya kemaksiatan seperti penganiyaan akibat rebutan penumpang ojek. Pertama, lemahnya benteng keimanan individu dalam memahami konsep rezeki. Hal ini memicu mudahnya seseorang terjerembab pada kemaksiatan. Sebagaimana penganiyaan yang terjadi pada pengemudi ojek online dan penumpangnya, karena boleh jadi opang menganggap ojek online telah mengambil jatah penghasilannya.
Kedua, kurangnya kontrol dari masyarakat. Lemahnya budaya amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat, menjadikan kemaksiatan sering terjadi. Ketiga, lemahnya peran negara.

Meski selama ini pihak kepolisian dan pemerintah sudah berupaya dengan membuat kebijakan-kebijakan untuk meminimalisir kemaksiatan, seperti melakukan pengamanan dan pengendalian lingkungan, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila kemaksiatan terjadi disekitar kita.
Sayangnya, upaya yang selama ini dilakukan pemerintah belum bisa menyelesaikan semua permasalahan secara optimal. Seharusnya kemaksiatan dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar bisa terminimalisir. Adapun selama ini, terkait permasalahan pidana pemerintah cukup menyerahkan urusannya kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan.

Kehidupan Sistemik yang Rumit

Saat ini begitu banyak permasalahan yang muncul di kehidupan masyarakat. Tidak lah heran di sistem yang saat ini diterapkan, yaitu sistem kapitalisme sekuler. Sistem yang tidak melibatkan aturan agama dalam kehidupan sehingga berbagai kemaksiatan mudah terjadi. sistem ini pun telah melahirkan individu masyarakat yang kering dari sisi ruhiyah agamanya, dan hanya mengejar materi atau duniawi. Selain itu, tidak adanya jaminan keselamatan dari negara bagi rakyat.

Di sistem ini pula kekuasaan bisa dimiliki oleh siapapun asal memiliki modal yang besar. Ditambah lagi pihak asing bisa ikut serta dalam mengelola perekonomian dengan meraih untung sebanyak-banyaknya tapi rakyat yang buntung. Karena kekayaan dikuasai oleh segelintir orang saja. Sementara, rakyat kecil harus rebutan pekerjaan. Selama kapitalisme sekuler masih bercokol di negeri ini, maka kehidupan masyarakat akan tetap sama sampai kapanpun yaitu terpuruk dan menderita.

Apabila inti permasalahan disolusikan dengan fokus dan serius maka keamanan akan tercipta, dan yang paling penting adalah kesejahteraan rakyat diperhatikan dengan mempermudah perekonomian agar semua kalangan masyarakat mudah mendapatkannya, serta membuka lebar lapangan pekerjaan bagi para pencari nafkah.

Solusi Semua Permasalahan hanya dengan Islam

Berbeda dengan Islam, kehidupan akan diatur sedemikian baik dan terperinci oleh seorang pemimpin negara yang bertanggung jawab dalam memenuhi semua kebutuhan umat, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, keamanan, dan lain-lain.
Rasulullah saw. bersabda:
“Imam/khalifah adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. al-Bukhari)

Negara akan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram dengan kekuatan tiga pilar yaitu; Pertama, ketakwaan individu. Melalui penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, umat akan dibina dengan baik hingga terbentuk kepribadian yang bertakwa dan memiliki keimanan yang kuat. Hal inilah yang akan menjadi pencegah terjadinya berbagai tindak kejahatan yang dilarang syariat.

Kedua, adanya kepedulian masyarakat melalui kewajiban amar makruf nahi mungkar secara kolektif, hingga mampu mencegah terjadinya berbagai kejahatan yang mungkin dilakukan oleh individu. Ketiga, menerapkan aturan Islam secara sempurna di semua aspek kehidupan, agar umat terjaga dari kemungkinan berbuat dosa.

Tiga hal tersebut adalah solusi dalam menyelesaikan tindak kejahatan pada aspek preventif. Adapun pada aspek kuratif negara menerapkan hukuman yang tegas dan adil. Sanksi dalam sistem Islam berfungsi sebagai jawabir (penebus) untuk pelaku dan źawajir (pencegah) bagi orang lain agar tidak berbuat yang serupa. Ketika ia telah dihukum di dunia sesuai syariat Islam, insyaallah di akhirat kelak akan terbebas dari siksa.

Negara juga akan menyediakan lapangan kerja yang halal serta suasana yang kondusif bagi masyarakat untuk berusaha. Caranya tidak lain dengan membuka akses luas kepada sumber-sumber ekonomi yang halal, dan mencegah penguasaan kekayaan milik umum oleh segelintir orang, apalagi asing.

Negara pun dimungkinkan untuk memberi bantuan modal dan memberi keahlian kepada rakyat yang membutuhkan. Bahkan, mereka yang lemah atau tidak mampu bekerja akan diberi santunan oleh negara hingga mereka pun bisa tetap meraih kesejahteraan.
Semua itu akan terwujud apabila aturan Islam diterapkan di muka bumi ini. Semua permasalahan apapun dalam kehidupan akan mampu terselesaikan, karena hanya dengan penerapan Islam kesejahteraan seluruh rakyat akan terwujud dan jaminan rasa aman dan tenteram dalam hidup akan terlaksana.
Wallahu’alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update