Oleh : Dewi
(aktivis muslimah Deli Serdang)
Gencatan senjata antara Palestina dan Israel yang berulang kali gagal dilaksanakan karena penolakan USA dan para sekufunya yang menunggangi perang Israel dan Palestina, akhirnya berhasil dilaksanakan tahun ini setelah lebih dari 141 negara pro terhadap resolusi tersebut.
Gencatan senjata dibagi menjadi 3 tahapan yang mencakup seluruh kesepakatan harus dilaksanakan hingga tuntas. Mulai dari pertukaran tawanan hingga rekonstruksi Gaza usai gencatan senjata.
Berikut beberapa poin-poin kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel yang dibagi menjadi 3 tahapan:
I. Pada 42 hari pertama mencakup kesepakatan:
1.Penghentian operasi militer dan pembebasan tahanan.
- Pasukan penjajah diharuskan mundur dari zona perbatasan sejauh 700 meter
- Membatasi aktivitas udara pasukan penjajah 10-12 jam/hari.
- Penjajah juga harus membebaskan 2000 tahanan termasuk 250 tahanan seumur hidup dan 1000 orang yang ditangkap pasca 1 Oktober 2023.
- Pasukan penjajah harus mundur dari jalan Rashid hingga Salahuddin pada hari ketujuh dan pengungsi dapat kembali ke rumah mereka.
- Pembukaan perbatasan Rafah setelah 7 hari, masuknya 600 truk bantuan/hari, termasuk 50 truk bahan bakar.
- Pada hari ke 22, pasukan penjajah mundur dari wilayah tengah Gaza dan membongkar semua instalasi di sana
2. Pertukaran Tahanan
- Hamas membebaskan 33 tahanan Israel (hidup dan mati) dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina (30 anak/perempuan setiap tahan Israel)
- Penjajah membebaskan 50 tahanan Palestina setiap satu dari tentara wanita Israel
- Proses ini akan berlangsung selama tahap pertama dengan jadwal yang disepakati.
- Dan kebijakan lainnya, tidak ada penahanan ulang bagi tahanan yang dibebaskan.
- Pembangunan 60.000 unit hunian sementara, 200.000 tenda dan pemulihan infrastruktur sipil
II. 42 Hari kedua mencakup kesepakatan:
- Penghentian operasi militer permanen
- Pertukaran tahanan dan pengungsi yang tersisa
- Penarikan penuh pasukan penjajah dari jalur Gaza
III. 42 Hari ketiga mencakup kesepakatan:
- Pertukaran jenazah dari kedua belah pihak
- Rekonstruksi Gaza selama 3-5 tahun, termasuk pembangunan rumah dan infrastruktur serta kompensasi bagi korban perang.
- Pembukaan semua perbatasan dan kebebasan warga bergerak.
Lantas apa poin-poin tersebut terlaksana sesuai kesepakatan yang telah disetujui? Tentu saja tidak! Israel tetaplah Israel bangsa pembangkang dan pengkhianat sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an. Sehari pasca kalah gencatan senjata, Israel melakukan pemboman pada warga Palestina yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Pada satu tahap ini sudah bisa diprediksi bagaimana hasil dari resolusi gencatan senjata ini berjalan. Pastinya akan banyak pelanggaran kesepakatan yang akan diingkari oleh kaum penjajah Zionis juga kafir barat, sekutunya.
Namun satu hal penting yang sepatutnya kita ambil menjadi pelajaran adalah Persatuan dan Kesatuan warga Gaza yang berhasil memukul mundur mental para penjajah khususnya juga menampar wajah-wajah umat Islam di seluruh dunia secara umum, yang masih acuh tak acuh terhadap nasib dan perjuangan saudara-saudaranya di tanah suci yang terberkati.
*Israel Ciut, Donald Trump Kecut*
Salah! Salah besar bila ada pernyataan yang mengatakan bahwa gencatan senjata yang terjadi adalah hasil tekanan Trump kepada Netanyahu. Nyatanya mereka sama saja, sama-sama Yahudi zionis, penjajah serakah yang selalu ingkar atas setiap kesepakatan atau resolusi yang dibuat PBB. Sama-sama takut dengan kekuatan Islam.
Gencatan senjata, adalah bukti nyata kesatuan dan persatuan kekuatan rakyat Palestina. ! khususnya Gaza sejak puluhan tahun lalu. Tanpa mereka tentu saja Gaza, Palestina pasti sudah lama lenyap oleh kerakusan pasukan penjajah dan kafir barat yang menungganginya. Saat ini kekuatan Gaza adalah yang paling ditakuti oleh mereka, bukan karena kekuatan militer apalagi persenjataannya. Yang membuat mereka ciut dan takut adalah kekuatan yang menyelubung para pejuang Gaza-Palestina, yaitu kekuatan iman, ketakwaan juga haus pengetahuan yang membuat semakin solid dalam keadaan sulit. Keteguhan Gaza adalah kesialan sekaligus pencorengan harga diri bagi para bangsa penjajah, yang mengklaim diri dan bangsanya sebagai bangsa paling kuat dan maju tapi nyatanya tidak lebih dari sekumpulan monyet yang cuma bisa berani keroyokan dan curang.
*Tegaknya Kembali Daulah Islamiyah Akan Memperkokoh Kemenangan Gaza-Palestina*
Saat secara fakta, teknis juga mental Gaza memang menang telak atas Israel. Mulai dari upaya perundingan hingga gencatan senjata yang disetujui oleh hampir seluruh anggota PBB yang anti penjajahan. Namun semua kemenangan itu masih sebatas angan-angan yang masih panjang perjalanannya, menilik deretan panjang poin-poin kesepakatan yang selalu menciptakan ruang bagi penjajah untuk mengingkari. Bahkan pengingkaran itu dibungkus dengan kalimat sangat manis dibalik nama kepedulian sosial kemanusiaan dunia yang kembali dilontarkan oleh dedengkotnya negara penjajah, Donal Trump yang mengatakan akan merelokasi 2 juta warga Gaza ke Indonesia sebagai negara terdekat yang hubungannya sangat erat dengan Palestina, juga negara lain yang punya hubungan baik dengan Palestina. Harus dipahami dengan cermat kalimat halus yang licik ini. Gagal menakhlukan warga Gaza dengan senjata, Donal Trump berniat mengusir halus warga Gaza dengan kata relokasi agar Gaza kosong pasca gencatan senjata dan mudah dikuasai tanpa susah-susah.
Begitu liciknya muslihat para musuh Allah ini, yang mampu melakukan segala tipu daya demi arogansi kekuasaan.
Cukuplah satu saja untuk mewujudkan kemenangan Palestina secara permanen dan hakiki. Yaitu menegakan kembali syari'at-syari'at Allah dalam naungan Khilafah yang mengatur umat dan kehidupannya dengan cara sebaik-baiknya berpegang teguh pada hukum-hukum Allah. Memang tidak mudah bila dipikirkan secara logika namun bukan hal yang mustahil bila kita berupaya. Umat Islam saat ini telah bangkit dan sadar bahwa sebesar apapun kekuatan musuh hanya bisa dikalahkan oleh kesolidan seluruh umat Islam di dunia ini. Dan itu telah terbukti sejak di zaman Rasulullah dan para sahabat yang banyak melakukan penakhlukan.
Satukan umat dalam pemikiran agar terus berjuang hingga syari'at-syari'at Allah kembali ditegaskan di bumi ini. Tidak hanya Palestina, seluruh umat Islam harus menang dan merdeka secara hakiki dari segala macam bentuk penjajahan.

No comments:
Post a Comment