By : Verry Verani
Situasi konflik di Palestina kembali menjadi sorotan dunia setelah pemberitaan mengenai serangan Israel yang berlanjut meski gencatan senjata telah diumumkan. Dalam laporan terbaru, lebih dari 80 warga Palestina tewas akibat serangan brutal pasca gencatan senjata.
Dilansir dari AlJazeera, di Kota Gaza, serangan udara Israel memadamkan kegembiraan yang sempat muncul setelah pengumuman gencatan senjata. Anas al-Sharif, koresponden Al Jazeera yang melaporkan dari sana, menggambarkan bagaimana pesawat tempur Israel langsung menghantam rumah sakit, tempat penampungan, dan rumah-rumah warga, yang membuat suasana ceria berubah menjadi ketakutan pasalnya serangan Israel berlanjut setelah gencatan senjata diumumkan, 82 orang tewas. (Kamis,16 Januari 2025
viva.co.id).
Peristiwa ini menegaskan bahwa gencatan senjata hanyalah ilusi perdamaian, sementara penjajahan dan kekerasan tetap berlangsung tanpa henti.
*Bukan Karena Tekanan, Tapi Karena Keteguhan Rakyat Gaza*
Seringkali gencatan senjata dianggap sebagai bentuk kompromi atau tekanan politik, seperti yang terjadi antara Amerika Serikat di bawah Donald Trump dan Israel di bawah Benjamin Netanyahu. Namun, kenyataan yang tidak bisa diabaikan adalah gencatan senjata ini mencerminkan ketidak-mampuan Zionis mematahkan keteguhan rakyat Gaza.
Rakyat Palestina, meskipun dihimpit kelaparan, kehilangan pemimpin-pemimpin terbaiknya, serta menghadapi serangan tak berperikemanusiaan, tetap menunjukkan keberanian luar biasa. Keteguhan ini telah mengguncang kekuatan Israel, yang akhirnya memilih gencatan senjata sebagai upaya sementara untuk menenangkan situasi dan menghindari tekanan internasional lebih lanjut.
Gencatan Senjata Tak Akan Mengubah Kenyataan Penjajahan
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa gencatan senjata tidak memberikan perubahan nyata bagi Palestina. Tindakan Israel yang kembali melancarkan serangan hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan membuktikan bahwa perdamaian sejati mustahil tercapai selama akar penjajahan tetap dibiarkan hidup.
Penting untuk dipahami bahwa strategi perjuangan tidak cukup hanya mengandalkan diplomasi atau kesepakatan dengan pihak-pihak yang justru menjadi musuh umat Islam. Gencatan senjata semacam ini tidak lebih dari sekadar jeda singkat untuk Israel mengatur ulang kekuatannya sebelum kembali menyerang rakyat Palestina.
*Solusi Hakiki: Jihad dan Khilafah*
Sejarah telah membuktikan bahwa penjajahan hanya dapat dihentikan melalui perjuangan yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT. Solusi hakiki untuk Palestina bukanlah perundingan atau gencatan senjata, melainkan jihad yang terorganisir dan dipimpin oleh institusi Islam yang kuat, yaitu Khilafah.
Jihad bukan sekadar peperangan fisik, melainkan sebuah usaha menyeluruh untuk membebaskan tanah kaum Muslimin dari penjajahan. Dengan kembalinya Khilafah, umat Islam akan memiliki kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan dan sumber daya umat untuk menghadapi musuh-musuh Allah.
*Kemenangan Adalah Milik Umat Islam*
Umat Islam harus yakin bahwa kemenangan Palestina adalah janji Allah SWT. Kemenangan ini hanya akan datang dengan pertolongan-Nya, yang diberikan kepada hamba-hamba yang berjuang di jalan-Nya dengan penuh keikhlasan. Dalam perjuangan ini, umat tidak boleh menyerahkan urusannya kepada musuh-musuh Allah, yang hanya bertujuan memecah belah dan melemahkan perjuangan Islam.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu lemah dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
*Kesimpulan*
Gencatan senjata hanyalah ilusi sementara yang tidak akan pernah menjadi solusi hakiki bagi rakyat Palestina. Keteguhan dan perjuangan rakyat Gaza harus menjadi inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia untuk terus berjuang demi membebaskan Palestina.
Dengan mengikuti tuntunan Allah SWT, melalui jihad dan Khilafah, umat Islam akan mampu mengakhiri penjajahan dan meraih kemenangan yang sejati.
Kemenangan adalah milik umat Islam, dan semua pujian hanya milik Allah SWT, yang akan memberikan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang sabar dan istiqamah fi- Sabilillah.
Wallahu'alam.[]
.jpg)
No comments:
Post a Comment