Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Mana Umat Islam Terhadap Penjajahan Palestina?

Tuesday, January 14, 2025 | Tuesday, January 14, 2025 WIB Last Updated 2025-01-21T06:31:45Z

 

Oleh: Hasriyana, S.Pd.

(Pemerhati Sosial Asal Konawe)

 

Satu tahun lebih sudah lamanya Palestina terus digenosida oleh zionis Israel tanpa rasa kemanusiaan. Bahkan seluruh wilayah Palestina tidak terkecuali Rafah sudah hampir rata semua dengan tanah. Namun anehnya para penguasa muslim yang bahkan dekat dengan wilayah Palestina juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu saudara muslim di sana.

 

Lalu mengapa para penguasa muslim diam seribu bahasa melihat pembantaian muslim Palestina sangat jelas di depan mata? Ataukah para penguasa muslim hanya sekedar pencitraan ketika menyerukan pembelaan terhadap Palestina? Padahal dialog sana sini serta mediasi telah dilakukan nyatanya genosida tetap terjadi. Hal ini justru memicu masyarakat sipil untuk terus berunjuk rasa untuk menghentikan genosida tersebut.

 

Sebagaimana yang dikutip dari Voa Indonesia, 05-01-2025, Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan Israel di wilayah Palestina tersebut telah menewaskan sedikitnya 23 orang pada Minggu (5/1). Militer Israel mengatakan telah menargetkan lebih dari “100 target teror” dalam dua hari terakhir. Setidaknya 11 tewas dalam serangan udara di sebuah rumah di wilayah Sheikh Radwan, Gaza utara pada Minggu pagi, kata juru bicara pertahanan sipil Mahmud Bassal. Ia menambahkan bahwa korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak.

 

Padahal maraknya berbagai aksi demontrasi yang terjadi di berbagai negara seharusnya dimanfaatkan untuk menyadarkan masyarakat bahwa solusi yang ditawarkan saat ini entah dengan solusi dua negara ataupun solusi lain yang diberikan PBB ternyata bukan solusi yang tepat bahkan bukan pula solusi yang hakiki. Karena faktanya zionis Israel lah yang merebut tanah kaum muslim Palestina.

 

Pun, dengan diamnya penguasa muslim saat ini di tengah genosida di depan mata menunjukkan bahwa tidak adanya persatuan kaum muslim di tengah umat. Sehingga umat muslim akan selalu jadi mangsa negara-negara kafir penjajah ketika mereka tidak bersatu. Dan hal ini merupakan strategi para penjajah membagi wilayah-wilayah kaum muslim agar mereka mudah dijajah di negara mereka sendiri.

 

Bahkan bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh saudara muslim yang lain tidaklah cukup hanya demikian, karena sebenarnya muslim Palestina juga membutuhkan bantuan militer negeri muslim lain untuk membantu mereka melawan zionis Israel. Bagaimana pun banyaknya bantuan yang dikirimkan jika mereka masih dibantai maka itupun juga bukan solusi.

 

Olehnya itu kita tidak bisa banyak berharap dengan solusi yang ditawarkan oleh PBB. Karena faktanya genosida masih terus berlanjut sampai hari ini. Bahkan moments inilah yang seharusnya digunakan kaum muslim untuk terus menyuarakan bahwa solusi yang hakiki untuk persoalan palestina adalah dengan jihad fisabilillah dengan tegaknya kepemimpinan kaum muslim.

 

Dengan kepemimpinan Islam juga akan tercipta kesadaran politik kaum muslim dengan bersatunya kaum muslim di bawah satu bendera kepemimpinan. Bahkan Rasulullah Saw. telah menggambarkan dalam hadisnya berkaitan persatuan tersebut bahwa kaum muslim itu ibarat satu tubuh, jika ada satu bagian yang sakit, maka yang lainnya pun akan merasakannya.

 

Di dalam Al-Qur’an Allah Swt. juga menggambarkan persatuan sebagaimana dalam surah Ali ‘Imran ayat 103 yang artinya, “Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

 

Dengan demikian, kita tidak bisa berharap pada sistem hari ini yang solusinya semua berasal dari manusia dengan keterbatasannya, sehingga kita hanya bisa berharap pada sistem Islam yang berasal dari pencipta yaitu, Allah Swt., karena sungguh Allah yang menciptakan manusia, maka Dia pula yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update