Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cara Islam Menuntaskan Konflik Opang dan Ojol

Wednesday, January 29, 2025 | Wednesday, January 29, 2025 WIB



Oleh: Ummu Naufal

Praktisi Pendidikan

Saat ini negara kita berada dalam kondisi darurat kriminal. Apabila kita lihat di layar kaca setiap hari terjadi kriminalitas. Mulai dari pembunuhan, pelecehan, penipuan, pembegalan, penganiayaan, dan lain-lain. Bahkan di lingkungan daerah sekitar kita pun tindak kriminal ternyata sudah banyak terjadi.


Belum lama ini masyarakat digegerkan dengan terulangnya kembali konflik ojol (ojek online) dan opang (ojek pangkalan) di Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kejadiannya berupa penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok ojek pangkalan kepada pengemudi ojek online dan penumpangnya, yang mengakibatkan pengemudi terjatuh dan penumpang mengalami luka parah di bagian kepala.


Dilansir dari, TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG, Pada hari Selasa tanggal 24 Desember 2024 terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh ojek pangkalan (opang) terhadap ojek online (ojol).   Saat jumpa pers, Wakapolresta Bandung, AKBP Hidayat  menyatakan bahawa motif ojek pangkalan (opang) menganiaya pengemudi dan penumpang ojek online (ojol) yaitu  merasa kesal karena wilayah ojek pangkalan (opang) dimasuki ojek online (ojol),  


Biang kekerasan yang menimpa para korban dilakukan oleh pelaku yang berinisial  W, AR, dan S, di mana ketiganya sudah diamankan oleh petugas, selasa (24/12/2024)


Jika kita perhatikan saat ini terjadinya konflik bukannya berkurang, tetapi semakin marak. Penganiayaan ojol dan penumpangnya merupakan salah satu dari sekian banyaknya konflik yang terjadi di negeri ini. Peristiwa-peristiwa yang membuat miris ini tetap saja terjadi tanpa bisa terbendung lagi, walaupun masyarakat saat ini sudah berusaha untuk waspada.


Sistem Kapitalisme Sekuler


Sistem yang saat ini diterapkan di negeri ini yaitu sistem sekuler kapitalisme. Sehingga tidak heran begitu banyak permasalahan yang terjadi dan muncul dalam kehidupan masyarakat saat ini. “Mengapa demikian?”, karena sistem ini tidak melibatkan aturan agama dalam kehidupan.  Berbagai konflik mudah terjadi. Sistem ini pun telah melahirkan individu masyarakat yang jauh dari sisi ruhiyah agamanya, dan hanya mengejar materi atau duniawi.  Selain itu, negara tidak menjamin keamanan, kesejahteraan, kehormatan dan kenyamanan hidup bagi rakyatnya.


Di dalam sistem ini pula kekuasaan bisa dimiliki oleh siapapun asal memiliki modal yang besar. Ditambah lagi pihak asing dijadikan investor dalam mengelola perekonomian dengan meraih untung sebanyak-banyaknya tapi rakyat yang meraung.  Kekayaan dan sumber daya alam yang seharusnya dikuasai negara untuk kesejahteraan rakyat, dikuasai oleh segelintir orang saja. Sementara, rakyat kecil harus bersusah payah bahkan rebutan pekerjaan. Selama sekulerisme kapitalisme masih bercokol di negeri ini, maka kehidupan rakyat akan tetap sama dari masa ke masa, bahkan sampai kapanpun tetap terpuruk dan menderita.


Apabila inti permasalahan disolusikan dengan fokus dan serius maka keamanan akan tercipta, dan yang paling penting adalah kesejahteraan rakyat diperhatikan dengan mempermudah perekonomian agar semua kalangan masyarakat mudah mendapatkannya, serta membuka lebar lapangan pekerjaan bagi para pencari nafkah.


Sistem sekuler kapitalisme juga mengakibatkan  terjadinya hal-hal berikut: Pertama, lemahnya benteng keimanan seseorang dalam melaksanakan agama, sehingga mereka tidak bisa memahami  qadha yang Allah tetapkan, terutama mengenai rizki.   Semua ini bisa mendorong seseorang melakukan kemaksiatan. Sebagaimana penganiyaan yang terjadi pada pengemudi ojek online dan penumpangnya, bolehjadi karena  opang menganggap bahwa sumber rizkinya akan berkurang diambil oleh ojol (ojek online).


Kedua, kurangnya control dari Masyarakat. Lemahnya budaya amar makruf nahi munkar di tengah masyarakat, menjadikan kemaksiatan   sering terjadi. 


Ketiga, lemahnya peran negara. Upaya yang selama ini dilakukan pemerintah belum bisa menyelesaikan semua permasalahan secara optimal. Seharusnya kemaksiatan dituntaskan sampai ke akar-akarnya agar bisa terminimalisir, dengan cara mencari akar permasalahan dengan jelas dan terang benderang, apa sebenarnya yang memicu terjadinya kemaksiatan. 


Penanganan permasalahan akan tuntas apabila ada tiga proses yang dilalui, yaitu dengan cara preventif , rehabilitatif dan kuratif. Namun di Negara kita hal ini belum dilakukan. Dalam setiap kasus yang terjadi kebanyakan diselesaikan dengan sanksi dan hukuman yang tidak menjerakan. Adapun selama ini, terkait permasalahan pidana pemerintah cukup menyerahkan urusannya kepada pihak kepolisian saja. 


Islam Solusi Semua Permasalahan 


Islam sebagai agama rahmatan lil alamin  menempatkan kesejahteraan sosial sebagai salah satu tujuan utama. Dalam Al-Qur’an dan hadis, terdapat banyak panduan yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama, pemerataan ekonomi, dan tanggung jawab sosial. Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas).


Dalam Islam, kehidupan akan diatur sedemikian baik dan terperinci oleh seorang pemimpin negara yang bertanggung jawab dalam memenuhi semua kebutuhan umat, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, keamanan, dan lain-lain. 


Rasulullah saw. bersabda:


"Imam/khalifah adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya."  (HR. al-Bukhari) 


Negara akan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram dengan melalui tahapan-tahapan berikut yaitu; Pertama, membentuk ketakwaan individu. Melalui penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, umat akan dibina dengan baik hingga terbentuk kepribadian yang bertakwa dan memiliki keimanan yang kuat. Hal inilah yang akan menjadi pencegah terjadinya berbagai kemaksiatan yang dilarang syariat. 


Kedua, masyarakat dibiasakan hidup dengan poros dakwah, yaitu saling peduli, melalui kewajiban amar makruf nahi munkar secara kolektif, hingga mampu mencegah terjadinya berbagai kemaksiatan dan kejahatan yang mungkin dilakukan oleh individu. Ketiga, menerapkan aturan Islam secara sempurna di semua aspek kehidupan, sebagai kewajiban umat Islam. Ketika aturan Islam ditegakkan, umat akan terjaga dari kemungkinan berbuat dosa. 


Tiga hal tersebut adalah solusi dalam menyelesaikan tindak kejahatan pada aspek preventif. Adapun pada aspek rehabilitatif, masyarakat dijaga supaya tetap berada pada koridor dan aturan yang telah ditetapkan.  Sedangkan pada aspek kuratif negara menerapkan hukuman yang tegas dan adil. Sanksi dalam sistem Islam berfungsi sebagai jawabir (penebus) untuk pelaku dan źawajir (pencegah) bagi orang lain agar tidak berbuat  hal serupa. Ketika ia telah dihukum di dunia sesuai syariat Islam,  maka di akhirat kelak akan terbebas dari siksa api neraka.


Negara juga berupaya akan menyediakan lapangan kerja yang halal serta seluas-luasnya, dengan suasana yang kondusif bagi masyarakat untuk berusaha. Caranya tidak lain dengan membuka akses luas kepada sumber-sumber ekonomi yang halal, dan mencegah penguasaan kekayaan milik umum oleh segelintir orang, apalagi aseng asing.


Negara pun berupaya memberi bantuan modal dan melatih keahlian masyarakat yang membutuhkan. Bahkan, mereka yang lemah atau tidak mampu bekerja akan diberi santunan oleh negara hingga mereka pun bisa hidup normal dan tetap meraih kesejahteraan.


Semua itu akan terwujud apabila aturan Islam diterapkan secara kaffah di muka bumi ini. Semua permasalahan apapun dalam kehidupan akan mampu terselesaikan, karena hanya dengan penerapan Islam kesejahteraan seluruh rakyat akan terwujud dan jaminan rasa aman dan tenteram dalam hidup akan terlaksana.


Wallahu alam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update