Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zionis Kembali Menyerang Lebanon

Saturday, October 19, 2024 | Saturday, October 19, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:20Z

 

Oleh. Yuli Juharini

Ketika umat Islam tidak bersatu maka musuh-musuh Islam akan dengan mudah menghancurkannya. Pelan tapi pasti umat Islam akan terpuruk dalam segala bentuk kehidupan. Tidak ada yang menjaga kehormatan kaum Muslim. Mereka dipaksa menyelesaikan masalah sendiri. Kalaupun ada yang membantu, itu hanya beberapa saja dan bersifat parsial. Hal itu terjadi di Lebanon.

Seperti yang diberitakan oleh cnbcindonesia (28-09-2024), sebuah roket diluncurkan oleh Zionis Israel ke Ibu Kota Negeri Rafic Hariri, Beirut. Dalam beberapa hari terakhir, terjadi lebih dari selusin ledakan di daerah Dahiyeh. Serangan itu menghancurkan sedikitnya tujuh bangunan di daerah pinggiran Haret Hreik dan mengubahnya menjadi tumpukan puing.

Mengapa Zionis menyerang Lebanon?

Reuters melansir sebuah berita. Pada tahun 1948 ratusan ribu warga Palestina mengungsi karena Israel mencoba mengambil tanah secara paksa. Ketika itu Lebanon dan negara-negara Jazirah Arab melakukan perlawanan terhadap Israel. Sebab mereka, terutama Lebanon adalah pendukung negara Palestina. Itulah awal mula terjadinya konflik antara Israel dan Lebanon.

Serangan demi serangan dilancarkan Israel ke Lebanon. Dengan segala upaya, Lebanon berusaha untuk membalas serangan tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 1982, Pengawal Revolusi Iran mendirikan kelompok bersenjata, Hisbullah, untuk melawan invasi Israel. Kemudian Hizbullah berhasil menduduki Lebanon Selatan pada tahun 2000 setelah 22 tahun dikuasai oleh Israel.

Ketika Palestina diserang secara brutal oleh Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, pada saat itu Hizbullah pun melakukan serangan ke perbatasan Lebanon Selatan dengan Israel. Yang bertujuan untuk mendukung Palestina dan menghalangi Israel menyerang Gaza.

Puncak dari serangan Israel ke Lebanon terjadi pada tanggal 27 September 2024. Di mana, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, Komandan Front Selatan Hizbullah, Ali Karki, dan Komandan Hizbullah lainnya tewas dalam serangan tersebut.

Begitulah ketika setiap negara tidak ada yang membantu maka dengan mudahnya semua perlawanan dapat dipatahkan. Ternyata sistem lah yang menyebabkan semua itu terjadi. Sistem demokrasi kapitalis sekuler yang diemban mayoritas negeri-negeri muslim meniscayakan tidak adanya empati terhadap saudara sendiri walaupun sedang dizalimi. Kalaupun ada, itu hanya sebatas kecaman dan retorika semata.

Apakah Islam punya Solusi?

Tentu saja. Islam selalu punya solusi dari semua masalah yang terjadi di dunia ini. Karena Islam bukan sekadar agama melainkan merupakan sebuah mabda atau sistem. Ada buku panduan dalam Islam yang merupakan sumber hukum yaitu Al-Qur’an. Al-Qur’an bersifat baku tidak dapat direvisi. Terkait masalah penjajahan yang terjadi di Palestina dan hanya beberapa negara saja yang membantu, termasuk Lebanon, maka solusi Islam adalah kembali pada aturan Allah Swt.

Al-Bukhari meriwayatkan dalam hadisnya bahwa, sesungguhnya seorang Muslim dengan Muslim lainnya laksana satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Dengan kata lain, seharusnya kaum Muslim di seluruh dunia bersatu untuk menolong saudaranya yang sedang dizalimi. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menolak kezaliman, apa pun bentuknya. Melawan terhadap penjajah adalah jihad fi sabilillah untuk menegakkan keadilan dan menghapus penindasan.

Persatuan kaum Muslim di seluruh dunia hanya bisa terjadi ketika sistem Islam yang digunakan. Karena sistem Islam itulah yang membuat masyarakat punya perasaan, pemikiran, dan peraturan yang sama. Jika aturan Islam diterapkan maka tidak ada lagi yang berani untuk mengusiknya. Sesungguhnya negara yang menerapkan sistem Islam akan menjadi negara adidaya yang dapat menggetarkan musuh-musuh Islam. Dan semoga masa itu akan segera tiba.

Wallahu a’lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update