Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelecehan Semakin Marak Di Lingkungan Pendidikan, Kemana Arah Tujuan Pendidikan?

Thursday, October 17, 2024 | Thursday, October 17, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:26Z

Oleh: Indah Rizky Aulia

(Mahasiswi)

Menilik kondisi pendidikan hari ini banyak diwarnai dengan berbagai persoalan. Salah satu persoalan yang banyak diperbincangkan yaitu terkait pelecehan yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik kepada peserta didik. Dari kasus ini banyak dari lapisan masyarakat yang mempertanyakan bagaimana peran pendidik dalam menjalankan tugasnya sebagai orang yang memberikan arahan serta memberikan bimbingan kepada generasi.

Dibalik tugas yang mulia itu banyak oknum guru yang melakukan tindakan tercela kepada peserta didik disebabkan banyaknya faktor yang mempengaruhi persoalan tersebut baik internal maupun eksternal. Kasus pelecehan yang menimpa peserta didik terjadi di berbagai wilayah negeri ini. Baru baru ini media sosial viral terkait persoalan pelecehan yang dilakukan terduga guru SMP di salah satu kabupaten Paser.
Beberapa waktu lalu berita menayangkan terkait kasus pelecehan yang terjadi di kabupaten Paser, dikutip dari (Kaltimpost.Id) bahwa terjadi pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru SMP, “Kasat Reskrim Polres Paser Iptu Helmi S. Saputro melalui Kanit II Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Alam Syari mengatakan kini kasus tersebut sudah dalam tahap penyidikan, namun terlapor belum ditahan karena penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan para ahli. ”(16/10/24). Dilansir dari laman lainnya, dikutip dari (TribunKaltim.co) Menurut Pernyataan Sekretaris Disdikbud Paser, Arbaniyati “Setelah kami terima laporan itu, besoknya kami langsung memanggil pengawas pembina sekolah, kepala sekolah, guru kelas, guru BK, wakil kepala sekolah dan terlapor untuk mengulik informasi perihal kejadian kasus pelecehan itu,” terang Arbaniyati saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2024).
Masih banyak lagi kasus pelecehan yang terjadi baik itu pelecehan secara fisik, visual maupun verbal-non verbal. Maka dari itu menjadi pertanyaan besar kenapa kasus pelecehan banyak menyebar di dunia pendidikan?

Maraknya Pelecehan Di Dunia Pendidikan Saat Ini.

Pelecehan termasuk salah satu bentuk perilaku yang tercela hal ini dikarenakan tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang mengarah pada perilaku merendahkan, menghina atau menjatuhkan mempermalukam dengan tujuan untuk menekan ataupun mengancam korban. Kasus pelecehan kini juga menyebar di dunia pendidikan. Hal ini sesuai dengan fakta diatas. Fakta tersebut hanya sedikit potret pelecehan yang terungkap masih banyak lagi kasus-kasus pelecehan diberbagai wilayah lainnya.

Kasus pelecehan bukan hanya terjadi di wilayah perkotaan namun juga menyebar ke wilayah pedesaan dan wilayah sempit lainnya. Tentunya ini menjadi pertanyaan mengapa sistem pendidikan saat ini tidak mampu melahirkan pendidik ataupun peserta didik yang tidak melakukan perbuatan menyimpang?. Dari persoalan ini menunjukan bahwa kegagalan pendidikan saat ini untuk menjaga generasi dan juga menghasilkan output orang-orang yang bertakwa dan takut melakukan perbuatan tercela/ kemaksiatan. Hal ini jauh dari tujuan pendidikan negeri ini yang bertujuan untuk menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi pelecehan dilakukan oleh oknum guru kepada peserta didik sangat miris dan bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Pelecehan di dunia pendidikan saat ini tidak memandang gender melainkan semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan menjadi korban pelecehan. Inilah bukti gambaran pendidikan dalam sistem sekuler-kapitalis yang dimana pendidikan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan keilmuan tanpa dibarengi dengan pembinaan keimanan dan ketakwaan. Belum lagi dunia pendidikan sekuler yang berarti memisahkan antara agama dengan kehidupan, pandangan agama disempitkan dalam mengatur pendidikan. Bahkan agama hanya diterapkan hanya sekadar penerapan secara ruhiyah semisal perkara ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan ibadah mahdhah lainnya. Namun terkait sistem pendidikan, output pendidikan, dan kualitasnya jauh dari sistem Islam. Maka hasil yang diperoleh pun jauh dari tujuan pendidikan Islam yang sesungguhnya. Pendidikan sekuler telah mencetak generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap (perbuatan) yang jauh dari Islam seperti melakukan pelecehan, tawuran, pelaku judi dan kemaksiatan lainnya.
Kuatnya arus pendidikan sekuler didukung dengan penerapan ideologi kapitalisme yang menjadikan pendidikan sebagai layanan yang di komersialkan hal ini dibuktikan dengan tingginya biaya pendidikan. Belum lagi orientasi pendidikan yang mengutamakan keuntungan secara materi/ ujung dari pendidikan diarahkan untuk berorientasi matrealistik. Lahirnya pandangan ideologi kapitalisme berhasil mempengaruhi cara pandang dan juga perilaku seseorang yang berasaskan manfaat. Sehingga output pendidikan yang dihasilkan pun jauh dari tujuan pendidikan yang sesungguhnya untuk melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam.
Adapun peran pendidikan butuh dukungan sistem dari negara untuk mengatur sistem pendidikan. Namun kenyataanya banyaknya pelecehan yang dilakukan oleh berbagai oknum di dunia pendidikan menunjukan kegagalan Negara untuk melahirkan sistem pendidikan yang ideal yang mampu menghasilkan orang-orang yang taat kepada aturan Penciptanya. Belum lagi Negara terkesan tidak serius untuk mengatasi persoalan pelecehan di dunia pendidikan, sanksi yang ada pun belum memberikan efek jera, semisal hanya dicabutnya jabatan/ dinonaktifkan dari pekerjaannya.
Belum lagi kontrol Negara terhadap media pun lemah yang hari ini banyak menampilkan dorongan untuk siapa pun melakukan pelecehan, seperti banyaknya marak video ataupun informasi lainnya yang membuat seseorang tertarik untuk melakukan tindakan pelecehan. Belum lagi diperparah dengan minimya benteng diri yaitu keimanan untuk mengontrol perilaku yang mengarah pada pelecehan yang disebabkan penerapan sistem kehidupan yang sekuler.

Sistem Pendidikan Islam Solusi Tuntas

Sistem pendidikan Islam memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam dengan membentuk pola pikir (pemikiran) dan juga pola sikap (perbuatan) yang Islam, juga handal dalam bidang sains dan teknologi. Hal ini menujukan tidak boleh ada pemisahan peran agama dalam kehidupan. Justru aturan agama yang menjadi kontrol perbuatan seseorang dalam berpikir dan juga bertindak. Hal ini memang perlu pilar-pilar yang mendukung baik itu.
Diantaranya, pertama, berjalannya ketakwaan individu, yang ditandai dengan ketakwaan seseorang dengan aturan Allah ta’ala yang di sadari keberadaan Allah sebagai Al khaliq dan Al-Mudabbir (maha pengatur) sehingga inilah yang menjadi kontrol diri untuk bertindak.
Kedua, adanya kontrol masyarakat yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Semisal jika terjadi pelecehan di tengah masyrakat, mereka tidak berdiam diri melainkan melakukan pencegahan.
Ketiga, adanya peran Negara menetapkan sistem pendidikan yang berasaskan Islam untuk mengatasi persoalan yang muncul di dunia pendidikan seperti kasus pelecehan. Dengan penerapan sistem pendidikan yang beorientasi untuk mencetak generasi yang berkepribadian Islam maka akan melahirkan generasi yang bertakwa dan handal dalam bidang ilmu dan teknologi.

Keberhasilan sistem pendidikan Islam berhasil menorehkan tinta emas di sepanjang peradaban Islam yang ditunjukkan dengan banyaknya lahir ilmuan muslim yang bertakwa dan dengan keilmuannya dapat bermanfaat untuk umat, seperti Ibnu Abbas Bin Firnas, Al-Khawarizmi, Fatimah Al Fihri dan masih banyak lagi. Keberhasilan sistem pendidikan Islam juga di dukung dengan kualitas pendidik yang menjadi teladan bagi peserta didiknya, bukan yang menjerumuskan pada kemaksiatan seperti dalam pendidikan sekuler saat ini. Bahkan pendidik (guru) mendapatkan perhatian khusus oleh negara dengan diberikan jaminan-jaminan kehidupan, sehingga ia fokus untuk memberikan pendidikan dan pengajaran. Pendidikan dalam Islam bukan hanya sekadar untuk melakukan transfer ilmu melainkan juga memastikan kualitas peserta didik dengan memperhatikkan aspek kepribadian Islam mwngahsilkan generasi yang bertakwa.
Belum lagi pandangan Islam kepada orang yang berilmu diberikan porsi yang tinggi sebagaimana dalam firman Allah dalam Al-qur’an surah al mujadalah ayat 11 yang Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Kemudian dukungan dengan penerapan Sistem pergaulan dan sistem pendidikan dalam Islam yang mampu menghindarkan dari pelecehan dan berbagai tindakan kemaksiatan. Hal ini dikarenakan Islam mengatur inetraksi pergaulan dengan diberlakukannya aturan berkaitan larangan khalwat (berdua-duan) dan ikhtilat (campur baur) sehingga pergaulan antar pendidik dan peserta didik memiliki batasan yang jelas. Dan Islam tidak akan membiarkan adanya dorongan melalui media yang menampilkan dorongan untuk melakukan tindakan pelecehan. Wallahu’alam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update