Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Monster itu Bernama Z1on1s Isr4hell

Saturday, October 12, 2024 | Saturday, October 12, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:50Z

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Sudah setahun lebih kejahatan internasional terpahat dengan torehan kebiadaban. Sekian purnama terlewati tanpa bisa disertai indahnya tanah Gaza. Manisnya buah-buahan di tanah Palestina tak lagi mampu dirasa.

Monster Z1on1s Isr4hell terlalu kejam, keji, biadab, licik, picik dan sekian label buruk yang ada padanya, merobek bumi Palestina dengan membabi-buta. Tak layak sematkan nilai manusia padanya. Secara brutal mereka menyerang warga Palestina.

Sebuah sumber koran lokal menyebutkan, serangan monster Z1on1s Isr4hell Y4hud1laknatullah menyatakan jumlah korban warga Palestina akan terus bertambah. Ditambah lagi Amerika Serikat telah mengirim bantuan militer untuk membantu kaum penjajah jahanan itu untuk menumpas perlawanan kaum muslim Palestina.

Tragisnya bantuan militer dari negara-negara Arab dan Islam untuk membantu kaum muslim Palestina dalam melawan kaum monster penjajah, nihil. Para penguasa Arab dan Islam hanya berani mengecam, mengutuk bagai pengecut mereka hanya menyerukan agar kedua pihak saling menghentikan serangan. Padahal jika mereka berniat membantu Palestina,  ratusan ribu bahkan jutaan tentara di barak-barak yang ada, sangat mampu jika dihadapkan pada kekuatan monster Z1on1s Isr4hell Y4hud1 penjajah.

Meletakkan Kembali Palestina Sebagai Tanah Kaum Muslimin

Bumi Allah telah dihamparkan dengan nilai kemuliaan dari-Nya untuk kaum Muslimin.  Firman Allah Ta’ala,

Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana. Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar. Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”(QS. AL Israel:5-7).

Dan Palestina adalah bumi Allah.  Bagian bumi yang tidak bisa dipisahkan dari ajaran Allah. Ajaran Islam sangat kental di dalamnya. Palestina yang berada di tanah Syam menjadi tanah yang begitu memiliki nilai kemuliaan. Karena tanah Syam diberikan banyak pujian oleh Rasulullah Saw..

طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

Keberuntungan bagi penduduk Syam,” Kami bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam).” (HR At-Tirmidzi).

Demikian juga tanah Syam adalah negeri para nabi, sebagaimana sabda Rasulullah saw.,

Para nabi tinggal di Syam. Tidak ada sejengkal pun Kota Baitulmaqdis, kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR At-Tirmidzi).

Keagungan demi keagungan disertakan di tanah Palestina. Keberadaan Masjidil Aqsha sebagai kiblat pertama kaum muslim dan tempat singgah perjalanan Isra Mi’rajnya Nabi Muhammad Saw. menyiratkan tanah ini begitu disucikan. Wilayah di sekitarnya pun menjadi  tempat yang Allah berkahi.

Firman Allah Ta’ala,

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا​ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ‏

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya1 agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al Isra:1).

Demikian juga terkait keutamaan Masjidilaqsha, Rasulullah saw. bersabda,

ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Datangilah Masjidilaqsha. Lalu salatlah di dalamnya karena sungguh salat di sana seperti seribu kali salat di tempat lain.” (HR Ahmad).

Sekali salat di Masjid al-Haram sama dengan 100.000 salat. Sekali salat di Masjidku (di Madinah) sama dengan seribu salat. Sekali salat di Masjidilaqsa sama dengan 500 salat.” (HR Ath-Thabrani dan Al-Bazzar).

Tidaklah diadakan perjalanan dengan sengaja kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah), Masjidilharam (di Makkah) dan Masjidilaqsa.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

MaasyaaAllaah fatabaarakallaah, Al-Quds di Syam juga merupakan tanah ibu kota Khilafah. Yunus bin Maisarah bin Halbas bahwa Nabi Muhammad saw. pernah bersabda,

Perkara ini (Khilafah) akan ada sesudahku di Madinah, lalu di Syam, lalu di Jazirah, lalu di Irak, lalu di Madinah, lalu di Al-Quds (Baitulmaqdis). Jika Khilafah ada di Al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana dan siapa pun yang memaksa ibu kotanya keluar dari sana (Al-Quds), Khilafah tak akan kembali ke sana selamanya.” (HR Ibn Asakir).

Jangan Membiarkan Keharaman Terus Terjadi 

Sungguh Palestina adalah tanah air kaum muslim yang berabad-abad menjadi bagian dari wilayah Islam. Kaum muslim sangat terikat dengan Palestina serta Yerusalem.

Pertama, wilayah Yerusalem telah menjadi bagian dari negeri-negeri Islam dengan status sebagai tanah kharaj sejak era Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab ra. pada 637 M. Setelah peperangan yang berkecamuk selama berbulan-bulan, akhirnya Uskup Yerusalem, Sophronius, menyerahkan kunci Kota Yerusalem kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. secara langsung.

Kedua, kaum muslim terikat dengan kaum Nasrani Yerusalem untuk melindungi negeri tersebut lewat Perjanjian Umariyah. Dalam perjanjian tersebut, Khilafah berkewajiban memberikan jaminan kepada kaum Nasrani baik terkait harta, jiwa, dan ibadah mereka. Khilafah juga diminta untuk tidak mengizinkan orang-orang Y4hud1 tinggal bersama kaum Nasrani dan kaum muslim di Yerusalem. Khalifah Umar kemudian menjamin tidak ada satu pun orang Y4hud1 yang lewat dan bermalam di wilayah tersebut. Perjanjian Khalifah Umar dengan kaum Nasrani Yerusalem ini mengikat kaum muslim hari ini bahkan hingga akhir zaman.

Haram hukumnya mengakui keberadaan negara Y4hud1 monster penjajah di Palestina. Haram mengambil solusi dua negara yang diusulkan PBB dan negara-negara Barat. Haram berdiam diri atas kebiadaban Z1on1s Isr4hell Y4hud1 terhadap Palestina. Mendiamkannya  sama dengan mengakui keberadaan kaum Y4hud1 penjajah laknatullah di tanah kaum muslim.

Menyedihkan, kenapa keharaman  ini seakan diamini para penguasa Arab dan Islam. Tindakan mereka seakan mengakui keberadaan negara Isr4el. Mereka malah menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama lainnya. Mesir, Yordania, UEA, Arab Saudi, Maroko, Bahrain, Sudan, dan Turki, menjalinnya seakan saudaranya tak tersakiti.

Jihad di Palestina, Harus!

Palestina telah dihadapkan pada  kematian ratusan ribu warganya. Penderitaan demi penderitaan yang terus-menerus dialami jutaan warganya. Kesengsaraan pun terus mendera.

Genosida kaum Y4hud1 penjajah terhadap Palestina adalah pangkal permasalahan di tanah Palestina yang  menyebabkan penderitaan kaum muslim yang belum berhenti. Kaum Y4hud1 penjajah harus diusir dari bumi Palestina. Dan itu hanya bisa dengan mengerahkan pasukan militer.

Firman Allah Ta’ala,

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 191).

Sudah seharusnya para penguasa Arab dan muslim mengirimkan tentara mereka untuk membantu para mujahidin Palestina dalam mengusir kaum Y4hud1 penjajah dari negara itu. Jihad (berperang melawan musuh) di jalan Allah Swt. adalah amalan yang utama, jalan satu-satunya untuk bebaskan Palestina. Rasulullah saw. bersabda:

مَوْقِفٌ سَاعَةً فِي سَبِيل اللهِ خَيْرٌ مِنْ قِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ عِنْدَ الْحَجَرِ اْلْأَسْوَدِ

Berjaga-jaga satu jam di medan perang fi sabilillah adalah lebih baik daripada menghidupkan Lailatulqadar di dekat Hajar Aswad.” (HR Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Sudah seharusnya pula kaum muslim di mana pun, khususnya para perwira dan prajurit muslim, menyambut panggilan jihad dari mana pun, termasuk dari Bumi Palestina. Berdiam diri dan berpangku tangan bukanlah sifat Muslim.

75 tahun sudah berlalu. Hampir 76 tahun pula sudah tidak terhitung korban di pihak rakyat Palestina oleh kebiadaban monster Z1on1s Isr4hell Y4hud1 laknatullah. Kekejaman demi kekejaman terhadap rakyat Palestina seolah tidak pernah akan berhenti. Berulang dan berulang lagi.

Saat  jihad hanya melibatkan sebagian kaum muslim saja, sampai saat ini pula Palestina belum berhasil mengusir Y4hud1 penjajah dari tanahnya. Saat ini pula untuk melibatkan pasukan kaum muslim dari seluruh dunia untuk membantu mujahidin Palestina menjadi tidak mudah. Sekat negara buatan kaum penjajah Barat telah mengerat-erat kekuatan super yang seharusnya dimiliki Islam dan pasukan jihad muslim.

Jihad Butuh Kepemimpinan Islam

Saat jihad tak berkomando, jihad menjadi sulit memenangkan kekuatan Islam. Saat jihad tidak memiliki kesatuan umat, jihad menjadi terserak.

Umat memang membutuhkan seorang pemimpin kaum muslim sedunia. Jihad harus dilakukan di bawah panglima yang berada dalam naungan kuat yang memenangkan kekuasaan di bawah panji-panji Islam.

Rasulullah saw. telah bersabda,

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum muslim berperang dan berlindung.” (HR Al-Bukhari Muslim).

Sungguh Khalifah akan menyeru serta memimpin langsung pasukan kaum muslim di seluruh dunia untuk membebaskan tanah Palestina dan menyelamatkan kaum muslim. Khilafah akan menyelamatkan kaum muslim di berbagai penjuru bumi yang tertindas oleh manusia durjana. Melepaskan kaum muslim dari seluruh derita.

Oleh karena itu umat harus bersungguh-sungguh untuk memperjuangkan kembalinya Khilafah ala minhaj Nubuwwah. Menegakkannya untuk selanjutnya senantiasa menerapkan aturan-Nya.

Jika kita hanya diam, kita telah berkhianat kepada bangsa Palestina, saudara sesama muslim; berkhianat kepada Umar bin Al-Khaththab ra. yang telah membebaskan Tanah Palestina untuk pertama kalinya; berkhianat kepada Sultan Abdul Hamid II dan para khalifah yang beratus-ratus tahun mempertahankan Bumi Palestina; berkhianat kepada para syuhada yang telah mempersembahkan darah dan nyawanya demi kemerdekaan Palestina; bahkan berkhianat kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya yang telah menetapkan Palestina sebagai tanah milik kaum muslim. Naudzu billaahi tsumma naudzu billaahi.

Jangan berlarut dalam kekalutan bergerak atau tidak. Jangan ciut dalam menentukan berjuang atau tidak. Lakukan yang seharusnya kita lakukan. Tegakkan kembali Islam. Bersatulah dengan kelompok yang bersih dalam perjuangannya yang konsisten untuk mengembalikan kemuliaan Islam. Semakin menunda, nasib Palestina semakin terlunta dan terluka.

Wallaahu a’laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update