Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Moderasi Beragama; Makna Salih Dipandang oleh Siapa?

Wednesday, October 30, 2024 | Wednesday, October 30, 2024 WIB

Oleh : Eni Suhaeni

(Aktivis Muslimah)

Dikutip dari Kompas.com (10/10/2024), Mentri Agama Yaqut Cholil mengatakan Indeks, Kerukunan Umat Beragama dan Kesalehan sosial secara nasional meningkat pada tahun 2024 di bandingkan 2023.
Beliau mengatakan penguatan kerukunan umat beragama mengalami peningkatan meskipun hanya 0, 45 poin. Melalui moderasi beragama ini kita harus memperkuat kerukunan, dan saya ingin sampaikan bahwa indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) meningkat dari 76, 02 pada tahun 2023 menjadi 76,47 pada tahun 2024 ungkap Menag Yaqut Cholil dalam keterangan pers Kamis (10/10 2024)

Naiknya Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKB) dan Indeks Kesalihan sosial harus ditelaah dengan mencermati Indikator yang digunakan. Indikator IKUB adalah toleransi, kesetaraan dan kerjasama. Indikator tersebut sejalan dengan prinsip Moderasi Beragama yang dijalankan saat ini.

Umat Islam harus mempunyai kesadaran akan kewajiban mereka untuk selalu terikat dengan syari’ah Islam atau disebut dengan hukum syara’. Hukum syara’ adalah standarisasi perbuatan seorang muslim, bukan toleransi dan moderasi. Keimanan harus diwujudkan dalam bentuk taat, patuh dan menerima sepenuhnya syari’ah Islam.

Makna salih sesungguhnya hanya bisa kita lihat bukan dari penampilan seseorang semata. Tetapi bisa dari tingkah laku dan pola pikir yang senantiasa selalu mengedepankan hukum syara’ pada kehidupan sehari-hari. Dan sebenarnya salih itu harus dipandang oleh siapa?

Soleh/Salih menurut definisi Al-quran adalah orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al-quran, mendirikan shalat malam (tahajjud), beriman dan beramal salih, menyuruh kepada kebaikan, mencegah perbuatan mungkar (amar ma’ruf nahi munkar) dan bersegera mengerjakan kebajikan. Definisi ini sesuai dengan firman Allah swt dalam surat Ali Imran 113-114 dan Al-Ankabut ayat 9. Dikutip dari tribunsumsel.com (29/11/2022)

Kita pun harus berkaca diri bahwa kehidupan ini selalu ada dalam pengawasan Allah swt. Karenanya, umat Islam harus memfokuskan dirinya pada perjuangan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, kenapa? Karena moderasi beragama ini adalah ide barat yang senantiasa ingin mencampuradukan agama (Islam) dengan ide-ide barat sehingga Islam hanya di pandang ibadah ritual saja. Padahal Islam sangatlah sempurna. Ketika tegaknya sistem Khilafah pasti akan melindungi diri dan umat dari ide-ide di luar Islam seperti halnya moderasi beragama, sehingga kebanyakan umat Muslim saat ini hanya fakum pada peribadahan individu semata. Mengkerdilkan pada pengetahuan Islam politik, ekonomi, dan juga hukum-hukum syara’ yang lain.

Dan seharusnya sebagai umat Muslim yang taat kita di jauhkan dari agenda-agenda yang justru melanggengkan dominasi negara kafir imperialis atas negara-negara kaum Muslim. Para tokoh dan aktivis gerakan Islam seharusnya bersatu dan bahu-membahu dalam proyek menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, serta tidak menyibukkan diri dalam agenda-agenda demokrasi. Sungguh, penerapan sistem Khilafah amatlah penting bagi keberlangsungan kehidupan dan keimanan seluruh umat selain itu mendirikan Khilafah hukum nya yaitu fardu kifayah.

Jadi, seorang muslim yang taat sudah seharusnya memperjuangkan Khilafah dan juga menyikapi kesalihan hanya pada pandangan Allah Swt. semata.

Wallahu ‘alam bi showwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update