Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Intoleransi di Indonesia, Apakah Merusak Hak Umat Beragama?

Friday, October 11, 2024 | Friday, October 11, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:55Z

Oleh: Syahidah Syarif

Sekelompok masyarakat di Parepare menolak pendirian Sekolah Kristen Gamaliel di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Hal ini dinilai mencederai semangat toleransi.

Menurut Plh. Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Siti Kholisoh, peristiwa tersebut termasuk tindakan intoleransi karena merusak hak umat beragama hanya karena berbeda keyakinan dengan mayoritas agama di Indonesia. (Antaranews, 26/9).

Ia juga menyampaikan bahwa sejatinya esensi dari setiap ajaran agama pasti membawa manfaat bagi seluruh makhluk hidup, apa pun latar belakangnya. sebagaimana semangat menjaga keberagaman harus terpelihara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jelasnya.

Namun sadar atau tidak, istilah intoleransi terus digaungkan di negeri ini. Seolah-olah negeri dengan penduduk mayoritas muslim ini sedang diancam oleh penyakit intoleransi.  Parahnya, sering kali label intoleran ini disematkan pada umat Islam. Sementara di sisi lain perilaku intoleran yang nyata-nyata menghalangi umat Islam melaksanakan ajaran agamanya, para pelakunya tidak disebut intoleran. Pelarangan kerudung di Bali misalnya, atau pengrusakan masjid di Papua. Ini terjadi karena definisi toleransi mengacu kepada definisi global/ padahal dalam islam jelas ada definisi sendiri, yang sudah dipraktekkan dengan baik ketika Daulah Islamiyyah tegak berdiri, dan dilanjutkan pada kekhilafahan berikutnya.

Ironinya, ketika seorang muslim ternyata lebih intoleran kepada sesama saudara muslim lainnya yang hanya ingin mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits. Tidak jarang dicap radikal, ekstrim, atau label lain yang bersifat menjatuhkan. Kajian kajian islam dibubarkan tanpa landasan yang jelas dengan alasan mengancam ideologi bangsa, dan berpotensi menyebarkan paham sesat. Apakah ini bukan sikap intoleran?

Alhasil perasaan inferior, takut, kecurigaan yang tinggi sama agama sendiri mulai muncul, karena ternyata mendalami ilmu agama rentan dianggap sesat dan ekstrim. Akibatnya umat memiliki standar intoleransi yang tidak berlandaskan tuntunan Islam. Hal ini terjadi karena umat islam sendiri masih kurang dalam memahami esensi agama Islam itu sendiri. Kurangnya ilmu akan membuat seseorang mudah takut dan curiga.

Persoalan ini terjadi ketika negara tidak hadir sebagai pelindung (ro’in) rakyatnya. Negara justru membuka kran liberalisasi akidah dan membiarkan terjadinya pemurtadan secara massif. Apalagi negara justru mengacu kepada definisi yang digunakan global. Akibatnya Banyak organisasi, sekolah juga individu muslim yang taat justru dituduh radikal. Negara sendiri juga bersikap intoleran terhadap umat Islam. Inilah ironi di negeri berpenduduk mayoritas muslim yang menerapkan sistem demokrasi kapitalis sekuler.

Islam memiliki definisi toleransi sesuai tuntunan Allah dan RasulNya. dan inilah yang harus diamalkan. Ketiadaan negara yang menerapkan syariat Islam yang akan berperan sebagai junnah menjadikan umat islam menjadi sasaran musuh-musuh Islam. Umat Islam pun banyak yang tidak memahami tuntunan Islam ini. Oleh karena itu menjadi kebutuhan untuk menyadarkan umat akan kebutuhan tegaknya sistem islam sebagai junnah.

Untuk memahamkan umat dibutuhkan adanya kelompok dakwah ideologis yang akan terus ,menerus mengawal umat dan berjuang bersama menegakkan menegakkan Islam sebagai sebuah konstitusi.

Sebagaimana seharusnya muslim menyadari bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin, maka Islam bukan hanya untuk segolongan umat saja melainkan untuk seluruh umat manusia di Dunia. Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Anbiya (21:107)

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Maka agama apapun selain dari Islam tidak akan rugi sedikitpun jika berada dalam naungan sistem Islam. Secara historis yang dikisahkan dalam Al-Qur’an dan kitab sebelumnya Islam merupakan ajaran yang datang untuk menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya seperti taurat, injil, zabur. Maka prinsip bahwa Islam adalah agama yang paling benar harusnya dapat diterima dan diyakini.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update