Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

FOMO Di Kalangan Gen Z, Gak Bahaya ?

Wednesday, October 30, 2024 | Wednesday, October 30, 2024 WIB

 

Oleh : Suhirnan, S.Pd

(Aktivis Dakwah Muslimah)

Baru-baru ini viral pembelian boneka labubu yang memiliki harga cukup mahal untuk seharga boneka. Pembelian boneka ini dimulai dari salah satu personil Blackpink bernama Lisa memposting di akun instagram pribadinya. Sontak menarik perhatian masyarakat, terutama para fensnya untuk memiliki barang tersebut walaupun hanya sekedar mengikuti tren saja. Bahkan tidak sedikit dari kalangan gen Z dan dewasa muda membeli boneka tersebut dan rela mengantri panjang untuk mendapatkannya. Gaya hidup ini biasa disebut Fear Of Missing Out (FOMO) artinya merasa takut jika ketinggalan sesuatu yang baru.

Fenomena ini adalah hasil dari perkembangan teknologi masa kini. Tak bisa dipungkiri, teknologi telah mengubah manusia menjadi konsumerisme dan bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan, bahkan hal ini berdampak pada psikologi dan perilaku seseorang. Seperti halnya yang diuangkapkan Sosiolog Universitas Airlangga Nur Syamsiyah S.Sosio.,M.Sc. bahwa pembelian boneka labubu bukanlah sekedar memenuhi kebutuhan individu melainkan mendorong gaya hidup konsumerisme agar memiliki nilai bagi pemiliknya bila membeli produk viral tersebut. FOMO juga bisa mengakibatkan tekanan sosial, kecemasan yang tidak ingin ketinggalan tren dan juga dapat menimbulkan perbandingan sosial yang tidak sehat. (www.jawapos.com, 13/10/2024)

Menurut Devie Rahmawati Pengamat Sosial, FOMO mengakibatkan dampak buruk. Selain ingin mencari perhatian juga dapat menggadaikan harga dirinya, keluarga, dan bangsa. Orang yang FOMO bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diinginkanya walaupun dengan melanggar hukum. Hal ini juga diungkapkan Sosiolog Sunyoto Usman bahwa FOMO membuat individu menjadi anarsistik, sehingga bukan hanya merugikan diri sendiri pun merugikan orang lain. (lifestayle.kompas.com, 21/9/2024)

Akibat Salah Sistem

 

Dalam sistem saat ini, Liberalisme Kapitalis sekulerisme tidak menjadikan generasi pada peran penting sesungguhnya, semangat muda yang membara kini disalah gunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya dilakukan. Hari ini tidak sedikit kasus yang membahas kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkoba, tawuran hingga gaya hidup FOMO yang tengah menjangkiti para generasi sekarang. Liberalisme kapitalisme membuat generasi hidup bebas, hedonistik dan konsumerisme tanpa memikirkan masa depan yang gemilang, aturan yang diterapkan pun tidak membuat generasi muda berusaha untuk meraih kesuksesan dengan caranya sendiri melainkan mengharapkan bantuan orang dalam atau bekingan dari keluarga yang berkuasa.

Sedangkan sekulerisme yang telah merasuk ke dalam pemikiran masyarakat juga berperan penting pada masa depan generasi. Pemisahan agama dengan kehidupan mengakibatkan generasi saat ini hidup semaunya, suka bersenang-senang serta sulit untuk dinasehati. Kesenangan dunia telah mendominasi dalam dirinya dan mengabaikan tujuan penting dalam kehidupannya yaitu menggapai ridho Allah. Inilah akibat dari penerapan sistem yang salah dalam kehidupan, tidak menyandarkan segala sesuatu pada aturan Allah. Alhasil generasi tidak memahami hakikat hidup yang sesungguhnya bahwa segala perbuatan baik dan buruk akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Sistem yang diemban hari ini juga mengabaikan potensi yang dimiliki generasi untuk berkarya lebih baik sebagai agen perubahan menuju kebaikan. Apalagi regulasi dalam sistem ini tidak memberikan perlindungan penuh terhadap gen Z justru menjerumuskan pada gaya materialistik melalui media sosial sehingga menghasilkan gaya hidup FOMO yang merugikan diri sendiri, masyarakat maupun bangsa dan menepis perannya sebagai agen perubahan untuk masa depan bangsa.

Islam Mencetak Generasi Cerdas

Dalam Islam generasi muda sebagai tonggak untuk meraih keberhasilan. Sebab pemuda memiliki potensi dan kekuatan luar biasa yang dibutuhkan untuk kebangkitan umat. Hasil didikan dalam Islam begitu nyata dialami oleh generasi terdahulu seperti kisah Muhammad Al-Fatih yang telah berhasil menakhlukkan konstantinopel beberapa abad lalu yang masih berusia 21 tahun. Semangat juang yang tinggi hingga membuahkan hasil maksimal yang menjadi sejarah sampai sekarang. Masih banyak generasi Islam terdahulu yang cerdas juga hebat. Mereka semua adalah hasil didikan dari Islam, sebab Islam memiliki sistem terbaik yang mampu melejitkan potensi dan semangat generasi muda dengan mengarahkan hidupnya sesuai perintah Sang Maha Pencipta.

Sungguh berbeda sekali dengan keadaan hari ini, para pemuda lebih condong para kesenangan dunia yang menipu. Waktu dan usianya dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak menambah amal kebaikannya malah justru menjerumuskannya pada kebobrokan. Benarlah yang dikatakan Rasulullah SAW bahwa ada 2 kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).

Olehnya itu, sebagai pemuda sudah seharusnya menggunakan waktunya di dunia untuk bermanfaat dan menambah amal untuk kehidupan di akhirat. Bukan malah membahayakan diri mengikuti gaya hidup FOMO yang merugikan. Sudah sepatutnya generasi muda terutama gen Z menemukan jati dirinya dan mempersembahkan karya terbaiknya untuk kemaslahatan umat dan Islam, agar kembali membangun kembali peradaban gemilang yang telah redup di masa kini. Semua itu akan tercapai dalam lingkup Islam kaffah.

Wallahu’alam Bishawab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update