Oleh Yulia Ummu Haritsah
Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi Dakwah
Palestina masih terluka, tapi dukungan dan simpati seakan mereda. Meski ada beberapa kecaman dan kutukan terhadap genosida yang di lakukan zionis, tetapi tidak bisa menghentikan kebiadabannya.
Kini Palestina hanya disisakan sekitar 9,5 persen wilayah aman dari kawasan Gaza. Semua wilayahnya sudah dicabik rudal zionis Yahudi, sehingga wilayah Palestina porak-poranda dan lumpuh, hanya tersisa puing-puing kehancuran. Gaza masih terluka di saat kita merayakan kemerdekaan semunya.
Kecaman dan kutukan sering terdengar dari mulut para penguasa, tapi itu semuanya tidak memberikan efek yang berarti. Genosida tetap digencarkan oleh zionis Yahudi laknatullah.
Baru-baru ini berita dari Bali, seperti yang dilansir TVOne News.com ketika digelar suatu forum internasional, di sana para pejabat dari berbagai negara dalam forum parlemen IAPF bersuara lantang, untuk memberikan dorongan dan dukungan dalam kemerdekaan Palestina, juga memberikan kecaman keras terhadap kebiadaban zionis Yahudi pada warga Palestina.
Dari Indonesia di wakili oleh Puan Maharani, selaku ketua DPR dan juga Retno sebagai Menteri Luar Negeri. Mereka mengatakan sikap yang hampir senada yaitu mengecam dan mengutuk keras aksi genosida zionis Yahudi, dan mendorong IAPF untuk berperan dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina. Juga meminta untuk menghentikan genosida ini.
Begitu pun dengan mahkamah level internasional, semuanya bersuara mengecam dan mengutuk keras aksi genosida yang dilakukan zionis Yahudi, tetapi tidak ada tindakan yang nyata. Nyatalah ini hanya pencitraan belaka.
Seharusnya, ketika saudara seiman mengalami penganiyaan, maka kaun muslim lainnya wajib memberikan pertolongannya, dengan mengirimkan pasukan militer, pasukan untuk berperang melawan kebiadaban zionis, karena kekuatan militer harus dilawan oleh militer pula, bukan dengan kecaman atau kutukan belaka.
Kecaman dan kutukan tidak akan merubah kebiadaban zionis Yahudi dalam melakukan genosida terhadap Palestina. Oleh karena itu, ketika saudara seiman ada yang terluka, maka kaum muslim lainnya wajib menolongnya, dengan ikut serta berperang melawan penjajahan. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 190 yang artinya “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
Seharusnya sebagai sesama muslim harus tau cara menolong mereka, yaitu dengan mengirimkan pasukan, bukan bibir menyerukan kutukan. Namun, dia bermanis muka terhadap zionis Yahudi laknatullah.
ketidakberdayaan kaum muslimin saat ini dalam upaya menolong saudaranya dikarenakan adanya paham nasionalisme yang di serukan oleh sistem kapitalis, yang mengagungkan National States. Sehingga menjadikan kaum muslimin terpisah-pisah dan hanya menyibukan dengan urusan negerinya sendiri.
Menurut Islam, kaum muslimin adalah bersaudara, bagaikan satu tubuh.Jika ada saudaranya teraniaya, maka kaum muslim yang lainnya wajib menolong saudaranya. Negara pun wajib memahamkan rakyatnya dalam kesadaran berpolitik.
Islam mengatur seluruh kehidupan. Sehingga warganya digiring untuk memahami Islam dan menjalankan syariat Islam, sesuai apa yang tertera di dalam Al-Quran. Menolong saudara adalah wajib menjaga agama pun juga wajib. Maka dari itu, bukan hanya kutukan atau kecaman agar tidak melakukan genosida, tetapi harus dikirimkan pasukan perang untuk menghentikan genosida zionis ini. Kekuatan senjata harus dihadapi dengan senjata bukan dengan kutukan.
Wallahualam bissawab
No comments:
Post a Comment