Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Kelebat pedang mengayun kilatan nur di pekatnya gulita
Genderang bertalu iringi gempita derap sepatu
Rubuh raga satu demi satu
Menyusul nyawa berjuta fakta
Puing rata lebur menyatukan raga dan nyawa
Duhai…
Auman singa tak berlalu
Duhai….
Waris mu pun tak menutup seruanmu
Duhai….
Bagimu Al quds kembali suci
Kelebat pedang tetap tanpa ratap
Martir- martir tak terpelintir desingan peluru
Durjana tak habisi renjana-renjana cinta para pemilik iqna hakiki
Durga tak takuti pemilik pati
Duhai singa…
Pergimu surga menanti
Membuat iri penduduk bumi
Penduduk langit begitu memuji
Auman tak mati-mati
Ujarmu menggetarkan jagad raya
Seluruh nadi kencang berdenyut nyata
Ragamu tiada
Namun serumu selalu membahana
Duhai kekasih….para syahiid….
Susulmu dirindu
Tiadamu tak mampu dipupus arus
Pesanmu tetap menggugah jiwa-jiwa yang menyala
Mengguncang dunia tiada tara
Ya Raabb….
Singamu ini tak mati
Hidup dalam sanubari para ksatria hakiki
Hurip dalam hati para srikandi sejati
Tempatkan dia di dekat para nabi
Dekat para syahidiin mukhlisiin….
Seperti katanya….
Singa ini tak mati
Dia menanti di hidup abadi
“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya”
Allaahu Akbar!
Allaahu Akbar!
Allaahu Akbar!
No comments:
Post a Comment