Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Naluri Keibuan Terkikis Sistem Kapitalis

Wednesday, August 28, 2024 | Wednesday, August 28, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:13Z

 

Oleh Ai Nur Milah

Pendidik Generasi

MEDAN,KOMPAS.com melansir, seorang ibu rumah tangga berinisial SS (27) ditangkap karena menjual bayinya Rp20 juta. Melalui perantara di jalan kuningan Kecamatan Medan Area, kota Medan Sumatra Utara.

Fakta yang lain lagi yaitu  dari Kupang. Adriana lulu Dzaki (33), seorang Ibu rumah tangga yang tega membunuh anak perempuannya yang masih berusia 2 tahun, hanya karena anak itu buang air kecil di kasur.

Kasus di atas hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi di masyarakat. Terlebih apabila peran sebagai orang tua tidak berjalan baik, karena kemiskinan ataupun individualis. Seorang ibu seharusnya  memiliki naluri keibuan, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, serta belaian dan pelukannya menjadi penenang jiwa bagi anaknya.

Namun saat ini, naluri keibuan makin terkikis, kasih sayangnya mulai menipis. Belaian dan pelukannya tak lagi hangat, kewarasannya tak lagi sempurna, tergerus sistem, sungguh sangat miris. Miris memang, tangan ibu yang semestinya untuk membelai dan memeluk anaknya, terkototori dengan tindakan membunuh anak tercintanya.

Beberapa masalah yang mengikis naluri keibuan, yaitu diantaranya karena faktor himpitan ekonomi, ketidak harmonisan keluarga, atau bahkan karena malu atau belum siap punya anak.

Namun, selain penyebab yang tiga diatas tadi sebenarnya penyebab utama terkikisnya naluri seorang ibu adalah dengan tidak diterapkannya sistem Islam dalam kehidupan ini. Yang mana manusia hidup tanpa ruh dan bukan dengan tujuan menggapai rida Allah Swt. Malah yang terjadi manusia hidup berorientasi pada materi, menomor duakan agama dan menjungjung tinggi kebebasan.

Sehingga yang terjadi dalam keluarga kehilangan pondasi ruhiyah, peran keluarga menjadi pincang, pasangan hanya menuntut haknya tanpa melaksanakan kewajibannya. Sementara negara tidak menjalankan peran dan fungsinya sebagai soko keluarga yang seharusnya negara menjadi pelindung dan penjaga naluri dan kewarasan ibu, namun yang terjadi malah sebaliknya.

Akibat dari penerapan sistem kapitalisme ini yang menjadikan negara lepas tangan dari peran mengurusi warganya yang mana para penguasa malah sibuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kroninya.

Akibatnya mereka abai terhadap kesejahteraan rakyat, yang mengakibatkan keluarga banyak yang hidup dalam kekurangan. Manusia hanya berpikir tentang cara bertahan hidup, bagaimana agar bisa makan pada hari ini. Inilah yang menjadikan pikiran mereka sempit. Ditambah lagi dengan biaya melahirkan, merawat dan membesarkannya tidaklah murah, sehingga ibu rela menjual bayi itu  karena tak mampu untuk membayar biaya tersebut.

Bagaimana solusi Islam dalam masalah seperti ini?

Kasus seorang ibu menjual bayinya tidak akan terjadi dalam sistem Islam. Karena sistem Islam menetapkan peran negara sebagai ra’in, yakni pengurus urusan rakyat dan bertanggung jawab atas urusan tersebut.

Rosulullah saw. bersabda: Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya atas rakyat yang dipimpinnya. (HR Bukhari)

Dengan posisi negara sebagai ra’in maka penguasa akan menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara akan mewujudkan kesejahteraan rakyatnya, sehingga  rakyat mampu untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya.

Khilafah memiliki mekanisme untuk membuka lapangan pekerjaan. Negara juga memberikan bantuan modal dan keterampilan bagi rakyat yang ingin buka usaha. Di samping itu negara akan memberikan tanah yang menganggur pada rakyatnya, untuk dikelola sehingga produktif dan menjadi sumber mata pencaharian.

Khilafah juga menerapkan sistem pengupahan yang adil sehingga pekerja mendapatkan upah yang layak, serta memastikan setiap laki-laki yang dewasa yang sehat bisa bekerja untuk menafkahi diri dan keluarganya.

Dengan dukungan sistem yang haq, maka suami, wali, kerabat, masyarakat dan negara, bahkan para ibu pun akan berada dalam kondisi yang kondusif, damai dalam menjalankan kewajibannya. Yakni menjaga, mendidik dan mengurus anaknya dengan penuh kasih sayang. Saatnya beralih pada sistem yang benar sehingga akan tercipta baldatun toyibatun warobun ghofur.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update