Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mental Rusak karena Sekularisme

Tuesday, August 27, 2024 | Tuesday, August 27, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:18Z

 

Oleh Neng

(Aktivis Muslimah)

Sungguh miris! Mendengar kasus bunuh diri terjadi lagi. Dilansir dari JawaPos.com-Kasus kematian Aulia Risma Lestari, mahasiswa PPDS anestesi Undip yang bunuh diri karena tak kuat atas perilaku bullying yang di alaminya kian menambah daftar panjang kasus bunuh diri di Semarang, Jawa Tengah.

Sebelum kasus bunuh diri dokter muda asal Tegal itu, telah terjadi beberapa kasus serupa yang terjadi di beberapa kampus di Semarang. Penyebab bunuh dirinya pun beragam, mulai dari perundungan, persoalan asmara, depresi, hutang Pinjol hingga tekanan proses belajar di kampus. Itulah deretan kasus bunuh diri mahasiswa di semarang, di lansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), Sabtu (17/8).

Tren bunuh diri kian meningkat di Indonesia. Maraknya kasus ini menunjukan betapa lemahnya mental masyarakat. Karena, faktanya memang kehidupan sangat berat dalam sistem sekularisme, kenyataan yang sungguh menyesakan dada, di mana ketika seseorang dihadapkan dengan masalah hidup yang begitu pelik, diambillah jalan pintas kematian. Karena bukan hidup yang ingin dihilangkan dari orang yang bunuh diri , melainkan masalah mereka yang ingin mereka hilangkan.

Fenomena ini sangat menunjukan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat. Pendidikan tinggi seharusnya bisa mencetak generasi yang kuat menghadapi hidup dengan bekal ilmu yang dimiliki, nyata pendidikan tinggi saat ini justru membuat generasi bermental rapuh dan selalu berada di bawah tekanan.

Jika dilihat kebelakang kondisi mental yang demikian kian menunjukkan pendidikan saat ini membuat generasi tidak memiliki prinsip hidup yang kuat, akhirnya tidak mampu berfikir benar dalam menentukan tujuan hidup sebagai manusia. Mereka kehilangan arah dan lelah dalam menjalani sistem kehidupan yang apapun di tuntut berdasarkan dilemateri.

Pendidikan seperti ini adalah hasil dari pendidikan sistem sekularisme kapitalisme sistem yang memisahkan agama dengan kehidupan, dan menjadikan materi sebagai orientasi ini telah membunuh potensi besar mahasiswa sebagai manusia intelektual. Agama yang seharusnya dijadikan sebagai pondasi berfikir justru dihilangkan dan dianggap sebagai kebutuhan pribadi.

Parahnya mereka juga ditakut-takuti agar tidak mengikuti kajian Islam kaffah di luar jam mata pelajaran kuliah mereka. Karena faktanya kajian seperti itu dianggap radikal, sementara di perkuliahan mereka di jauhkan dengan orientasi materi yang tidak bertepi. Allhasil kondisi kejiwaan mahasiswa semakin rapuh, karena mereka perlahan “dipaksa” tidak boleh mengenali agamanya sebagai jalan hidup.

Sedangkan dengan Islam Allah Swt,. Sang Pencipta manusia sejatinya telah menetapkan bahwa orang berilmu merekalah orang yang bertakwa. Sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur’an surah Al-Mujadillah ayat 11 yang artinya “Wahai orang orang yang beriman! Apabila di katakan kepadamu, ‘berilah kelapangan di majelis majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila di katakan, ‘berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Maka pendidikan yang diberikan kepada generasi pun seharusnya pendidikan yang mampu mencetak mereka memiliki kepribadian Islam. Tujuan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, melekat senantiasa disibukkan melakukan fastabiqul khairat atau berlomba lomba dalam kebaikan dengan ilmu yang dimilikinya. Betapa mulia sekali sistem pendidikan Islam yang mencetak mahasiswa berkepribadian Islam. Perkara ini akan terwujud jika umat berada dalam daulah khilafah. Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update