Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Makanan Terbuang di Tengah Mahalnya Bahan Pangan

Wednesday, August 07, 2024 | Wednesday, August 07, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:35Z

 

Oleh Astuti

Aktivis Muslimah

 

Ada apa dengan seluruh dunia? Belum lama ini kita disajikan dengan berita banyaknya food waste. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Babpenas) mencatat potensi kerugian negara akibat susut dan sisa makanan (Food loss and waste) mencapai Rp213 triliun-Rp551 triliun pertahun angka ini setara dengan 4-5 persen produk domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, total emisi gas rumah kaca (GRK) yang di hasilkan dari timbulan sampah sisa makanan mencapai 1.072,9 Metrik ton (MT) CO2. “Atau 7,3 persen emisi gas rumah kaca Indonesia tahun 2019”. Kata menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam Green Ekonomi Expo, di jakarta Rabu (3/7/2024).

Sampah makanan ternyata jadi masalah dunia. Mirisnya banyaknya food waste bersamaan dengan masyarakat miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka karena bahan-bahan makanan yang semakin mahal.

ini Hal ini sangat erat sekali dengan perilaku konsumtif dalam sistem kapitalis sekuler. Salah satu penyebab utama dari food waste ini karena masyarakat mengkonsumsi makanan yang berlebihan sehingga tidak habis dan terbuang menjadi sampah, kebiasaan buruk ini harus mulai di ubah dengan membeli makanan sesuai dengan kebutuhan.

Kehidupan konsumtif dan hedon sungguh telah memalingkan umat Islam dari identitas Islamnya, mereka tidak lagi berpikir mendalam dalam aktifitas kehidupannya apakah sesuai syariat Islam atau tidak, masyarakat malah memikirkan kesenangan kehidupan duniawi semata. Fenomena food waste pun tak terhindarkan akibat gaya hidup konsumtif, sungguh hal ini telah menjadi penyakit sistemis buah penerapan ekonomi kapitalis di masyarakat.

Islam memiliki pengaturan terbaik dalam mengatur konsumsi dan juga distribusi harta yang mampu menjauhkan masyarakat dari sipat mubadzir dan berlebih-lebihan. Dalam aturan Islam, Khalifah sebagai pemimpin negara wajib menjamin kesejahteraan setiap individu masyarakat. Semua lapisan masyarakat akan mendapatkan akses pada makanan yang sehat dan halal, tidak ada perbedaan antara masyarakat miskin maupun kaya. Semua mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh kebutuhan pokok berupa makanan yang baik, sehat dan halal.  Dengan pengaturan yang cermat dan berlandaskan syariat akan terwujud distribusi yang merata yang mampu mengentaskan kemiskinan serta mubazir makanan hingga mencegah food waste.

Individu dan masyarakatnya akan dibina berdasarkan gaya hidup yang diridai Allah Swt., masyarakat akan memiliki kehidupan yang bersahaja tanpa berlebih-lebihan. Mereka akan membeli barang dan makan sesuai kebutuhan dan tidak menumpuknya tanpa pemanfaatan apa lagi membuangnya. Mereka juga tidak akan berperilaku konsumtif apa lagi berfoya-foya demi eksistensi diri karena faham, kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah. Oleh karena itu, Islam melarang sifat konsumtif kemudian Islam akan memadukan ketakwaan individu kontrol masyarakat dengan peran negara yang berlandaskan pada hukum Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam Qur’an surat Al-Isra ayat 27 yang artinya:

“Sesungguhnya orang orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Maka, dalam sistem Islam tidak akan ada lagi makanan yang terbuang sia-sia di saat masih banyak masyarakat yang sulit mencari makan karena kenaikan bahan pokok. Sudah saatnya kita kembali pada sistem Islam, karena hanya Islamlah yang memiliki aturan sempurna dan paripurna karena berasal dari Sang Pencipta.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update