Oleh : Ima Ismalia
Permasalah kenakalan remaja bukanlah permasalahan baru tetapi permasalahan yang terus saja berulang dari waktu ke waktu dengan berbagai gebrakan baru yang dilakukan remaja di era sekarang ini.
Dengan kasus kenakalan remaja yang semakin meningkat dari hari ke hari, dikutip dari JURNALPOLRI.COM, Cileunyi – Anggota Polsek Cileunyi jajaran Polresta Bandung Polda Jabar kembali memberikan bimbingan dan penyuluhan (binluh)kamtibmas di lingkungan sekolah dengan menemui pelajar di SMA Negeri 1 Cileunyi Jl. Pendidikan Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Selasa (16/7/2024) Dalam kesempatan itu, imbauan dan penyuluhan kamtibmas yang disampaikan mengajak dan saling kerjasama untuk menghindari perilaku menyimpang seperti kenakalan remaja maupun tindakan yang melanggar aturan hukum.
Bimbingan yang dilakukan tersebut memang sudah semestinya dilakukan, akan tetapi tidak cukup jika hanya memberikan penyuluhan (binluh) yang terbatas hanya di beberapa sekolah, sementara akar dari alasan melakukan kenakalan remaja tidak ditelusuri dengan tegas dan tidak mengakibatkan efek jera kepada pelakunya.
Kenakalan remaja yang berulang dan terus berulang tersebut disebabkan oleh penerapan sistem kapitalisme sekuler yang berlandaskan asas kebebasan sehingga banyak remaja saat ini yang berperilaku tidak berlandaskan halal/haram tetapi untuk kesenangan dan kebebasan semata.
Sistem sekulerisme yang dianut oleh remaja saat ini dijadikan standar penentu benar salah didalam kehidupan, padahal kita semua tau bahwasannya sistem sekuler kapitalisme ini berasal dari akal manusia yang memiliki sifat lemah dan terbatas, tentu saja tidak bisa menemukan solusi didalamnya.
Sedangkan di dalam Islam, seluruh pemikiran dan aturan yang dijalankan di tengah masyarakat berstandar kepada Akidah Islam yang berasal dari pencipta seluruh makhluk di dunia. Maka solusi yang sempurna dan komprehensif mesti di serahkan kepada solusi Islam.
Di dalam Islam, akidah atau ketaatan dan ketundukan manusia sebagai mahkluk kepada khalik menjadi pondasi di dalam kurikulum pendidikannya. Jika sejak awal para pelajar/remaja paham mengenai konsep dasar akidah Islam, maka mereka akan menyadari bahwa apapun perbuatan yang mereka lakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat kelak.
Kemudian membangun peran keluarga sebagai pendidikan pertama bagi anak agar setiap dihadapkan pada dunia luar tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai pendidikan keluarga yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, peran masyarakat pun akan dimaksimalkan sebagai kontrol sosial dalam melakukan amar ma’ruf terhadap kemaksiatan yang dilakukan.
Dengan memaksimalkan peran pendidikan, keluarga, masyarakat dan negara yang serius mendidik generasi muda sesuai dengan aturan dari sang pencipta maka budaya kenakalan remaja akan hilang musnah digantikan dengan bibit unggul para generasi muda pencetak peradaban gemilang.
Wallahu’alam bishshawab.
No comments:
Post a Comment