Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Himpitan Ekonomi; Potret Buruk Sistem Kapitalis

Tuesday, August 27, 2024 | Tuesday, August 27, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:19Z

 

Oleh Nita Fadilah

Aktivis Muslimah

 

Himpitan ekonomi mengakibatkan hilangnya akal sehat dan matinya naluri keibuan. Seperti kejadian yang baru-baru ini dilansir dari harian KOMPAS.com- Seorang ibu rumah tangga berinisial SS (27) ditangkap karena menjual bayinya Rp20 juta melalui perantara di Jalan Kuningan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara. Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Medan AKP Madya Yustadi mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Selasa (6/8/2024). “SS menjual bayinya Rp20 juta dan MT rencananya diupah Rp3 jutaan. Alasan SS karena kesulitan ekonomi. Sementara si pembeli bayi ini, karena memang belum memiliki anak,” sambungnya.

Sungguh miris, sudah tidak terhitung lagi berbagai kasus dengan faktor himpitan ekonomi. Menjadikan hilangnya peran ibu sebagai ummu warobatul baits. Ditambah support sistem menjalankan peran sebagai orang tua tidak berjalan baik, karena sama-sama miskin atau individualistis. Kondisi tersebut makin menguatkan untuk menjual buah hati sendiri.

Selain itu, erat pula kaitan dengan kemampuan seorang suami dalam memberi nafkah, saat ini para laki-laki begitu sulit mendapatkan pekerjaan. PHK dimana-mana, bahan pokok yang terus naik. Ekonomi makin sulit, sebab negara tidak menjamin kesejahteraan rakyatnya. Sementara negara terus memalak dan merampok rakyatnya atas nama pajak.

Permasalahan penjualan bayi bukan hanya disebabkan faktor ekonomi saja. Kehidupan yang makin sulit tidak di imbangi dengan akidah Islam yang kuat, juga gagalnya sistem pendidikan untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Ditambah dengan sistem yang mengikat manusia adalah sistem kufur. Makin banyak masalah pada masyarakat akibat sistem kapitalis, yang menjadikan ekonomi umat makin terhimpit dan makin terjauhkan dari fitrah kehidupan.

Sangat berbeda jika diterapkannya sistem Islam. Islam menetapkan peran negara sebagai raa’in (pengurus). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.”  (HR. Al-Bukhori).

Tugas negara sebagai pemimpin wajib mengurus kemaslahatan rakyat dan menjamin kesejahteraannya. Islam juga memiliki sistem ekonomi melalu berbagai mekanisme, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan secara luas. Namun dengan aturan syariat, di mana negara berdaulat penuh atas pengelolaan SDA nya. Agar hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh rakyat.

Dengan begitu, masalah ekonomi dalam keluarga bisa terselesaikan dengan tuntas. Di sisi lain sistem Islam juga memiliki sistem pendidikan yang akan membentuk kepribadian Islam. Sistem pendidikan dalam Islam diberikan secara gratis untuk semua masyarakat.

Negara menetapkan kurikulum wajib berlandaskan akidah Islam, hingga terbentuk kepribadian Islam dan berkemampuan menjalani kehidupan dalam diri generasi tersebut. Dan dengan kebijakan ini, dapat dipastikan insan-insan yang ada di masyarakat menjadi insan yang mulia dan senantiasa mengaitkan perbuatan mereka dengan syariat. Menjadi orang-orang yang kuat dalam mengarungi kehidupan.

Hanya dengan sistem yang menerapkan syariat Islam yang berlandaskan Al-Quran dan sunnah, yang mampu mengatur tentang segala aspek kehidupan dan memberikan solusi semua problematika hidup.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update