Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

CHINA SEMAKIN MEMADAMKAN INDUSTRI DALAM NEGERI

Friday, August 02, 2024 | Friday, August 02, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:02Z

Oleh : Siti Jeuzah S.Pd

(Aktivis Muslimah)

Prihatin. Negara G20 Kebanjiran Produk murah dari China termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat RI kebanjiran produk murah China sehingga menekan daya saing produk lokal termasuk UMKM. Imbasnya PHK hingga ancaman penutupan pabrik Indonesia semakin besar.
Produk manufaktur China terus menggempur pasar domestik RI. Belakangan yang mencuat diantaranya tekstil hingga keramik. (CNBC Indonesia, 26/07/2024).

“Ada banyak negara di seluruh dunia yang tidak mau mengatakan, Yah, China, Anda ingin mendominasi manufaktur, jadi semua sektor manufaktur kita bisa gulung tikar karena Anda ingin menjadi pabrik dunia. Kami tidak mau itu,” ungkap Yellen. (SINDOnews, com. 28/07/2024)

Ketua Komite Tetap Asia Pasifik Kadin Indonesia, Yohanes Lukiman menyebutkan naiknya ekspor dan turunnya impor China akan turut mempengaruhi Indonesia mengingat China merupakan salah satu mitra dagang RI. Saat ini over capacity China telah berdampak pada banjirnya produk China ke Indonesia, namun di sisi lain kinerja impor China yang turun membuat permintaan komoditas dari negara mitra dagang termasuk Indonesia juga akan merosot. (CNBC Indonesia, 15/07/2024).

Kapitalis Neoliberal Dalam Ekonomi Politik Internasional

Situasi hari ini adalah buah dari China Asean Free Trade Area (CAFTA) yang berdampak buruk pada produk dalam negeri karena barang china lebih murah. Dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dan literasi ‘finansial yang rendah’ kondisi ini juga memberikan dampak buruk pada individu

Prinsip dari Ekonomi Neoliberal adalah perdagangan internasional harus berdasarkan prinsip persaingan bebas (fair competition) atau pasar bebas (free market).
Dalam hal ini, komoditi dari suatu negara ke negara lain harus bebas dari hambatan-hambatan politik, sehingga komoditas ekspor dan impor berjalan secara alamiah.

Banjirnya produk manufaktur China dalam pasar domestik RI merupakan bukti bahwa produk Indonesia kalah saing dengan produk China dalam persaingan pasar bebas.
Sebab, tidak adanya regulasi impor yang baik serta China diberi infrastruktur dan kemudahan dalam berinvestasi. Mengingat China merupakan negara adidaya kedua setelah Amerika yang ingin menguasai ekonomi dunia.

Jika kita cermati ternyata konsep ekonomi Kapitalis Neoliberal gagal dalam meningkatkan pasar domestik. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi rakyat menjadi menurun, bukannya menjadi sejahtera di negeri sendiri malah menjadi benalu. Pribumi tidak menjadi penguasa pasar di negeri sendiri, malah Asing yang berkuasa. Para pedagang lokal siap-siap gulung tikar.

Sistem Ekonomi Islam Mensejahterakan rakyat

Secara teologi dan historis dalam negara islam juga terjadi hubungan perdagangan internasional. Mengekspor dan menerima impor komoditi juga dilakukan pada masa kekhilafahan.

Negara Islam menjalin hubungan luar negerui dengan cermat dan mengutamakan kepentingan rakyat dana negara. Kalaulah ada hubungan perdagangan luar negeri, negara tetap akan mengutamakan perlindungan industri atau dunia usaha rakyat.

Negara menjamin iklim usaha yang kondusif dan aman untuk rakyat
Negara juga akan membuat kebijakan yang menjamin kesejahteraan rakyat sehingga memiliki daya beli tinggi dan edukasi sehingga rakyat bijak dalam konsumsi

Namun, negara islam tetap memprioritaskan sektor industri perdagangan dan pemasaran negara serta rakyat, agar pertumbuhan ekonomi berjalan dengan stabil. Sehingga, negara ataupun rakyat menjadi produsen utama dan pasar tidak dikuasai asing. Hal ini akan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi rakyat sebab dalam islam mensejahterakan serta memakmurkan rakyat adalah hal yang utama. Wallohu alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update