Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Arus Kesetaraan di Perusahaan Tambang : Apakah Perempuan Bisa Sejahtera?

Tuesday, August 06, 2024 | Tuesday, August 06, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:44Z

Farwah Azzahra

Direktur Utama PT Kideco Jaya Agung (Kideco), Mohammad Kurnia Ariawan mengatakan, pekerjaan tambang, tidak lagi menjadi pekerjaan yang harus didominasi oleh laki-laki.

Menurutnya, kini perusahaan tambang harus bisa memperkuat kebijakan inklusif dan kesetaraan gender.

Di Kideco, terangnya, kebijakan tersebut ditunjukan dari jumlah pekerja perempuan yang terus bertambah, meningkat dari 10% menjadi 17% pada tahun 2023.

Mohammad Kurnia Ariawan menegaskan bahwa, Kideco, merupakan perusahaan yang memandang pentingnya isu gender.

“Perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki pada semua level. Hal ini diwujudkan dalam kebijakan yang disusun Kideco dalam lingkungan kerja tanpa memandang jenis kelamin,” ujar Mohammad Kurnia Ariawan.

Dalam rangka memperingati hari Kebaya Nasional yang jatuh pada 24 Juli 2024, Kideco mengadakan acara untuk meningkatkan kapasitas berbasis gender atau gender capacity building, yakni Kideco Women Empowerment Day 2024, di Gedung Serbaguna Merenda Buen basecamp Kideco pada 25 Juli 2024.

Acara diisi dengan kegiatan seminar, lomba fashion show kebaya, penandatanganan kerja sama antara Kideco dengan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) yang merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dalam peningkatan peranan perempuan di Kideco, serta penandatangan komitmen bersama antara Persatuan Istri Karyawan (Periska) Kideco dan mitra kerja.

Acara dihadiri oleh seluruh karyawati dan Periska Kideco dan mitra kerja, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Paser, serta Persatuan istri tentara (Persit) dan Bhayangkari Kabupaten Paser.

Seminar diisi oleh Nursini selaku Psikolog dan Konselor dengan tema “Mental Health & Self Awareness”, serta Clara Wita Krisanti selaku Direktur Eksekutif IBCWE dengan tema “Merajut Kesadaran Diri dalam Keseharian”.

Ketua Dewan Pembina Periska, Pratika Ariawan, menyampaikan bahwa istri dari karyawan juga punya peran yang penting untuk produktivitas perusahaan. Kata dia, Periska berperan sebagai “support system” utama para suami, yang dalam hal ini adalah karyawan Kideco, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik di perusahaan.

“Kolaborasi antara Periska Kideco dan mitra kerja juga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi diri lewat kegiatan yang dilakukan, seperti pelatihan kewirausahaan untuk mempersiapkan masa pensiun,” ujarnya.


Perempuan Beruntung Atau Buntung?

Perusahaan tambang mengaruskan kesetaraan gender padahal ini adalah hal yang keliru. Perempuan tidak akan beruntung justru akan buntung karena pasti akan melalaikan suami dan anak karna di sibukkan bekerja. Kemudian bisa terjadi pelecehan dan tindak kekerasan di tempat kerja, tentu akar persoalan ini adalah akibat dari sistem penerapan saat ini yaitu sistem kapitalisme sekuler. Dan ini juga di sebabkan adanya arus feminisme yang berasal dari barat sehingga banyak yang membenarkan pemahaman tersebut.

Kalo kita lihat kehidupan saat ini banyak perempuan yang berlomba-lomba untuk unggul di dunia pekerjaan. Menurut mereka jika tidak bekerja rasanya ada yang kurang, dan bahkan banyak perempuan bekerja itu untuk menyaingi para laki-laki.

Perempuan saat ini di dorong untuk menghadapi berbagai kemiskinan hari ini, sehingga hadir jugalah program feminisme ini yang menurutnya bisa di anggap sebagai solusi untuk bisa mensejahterakan perempuan. Tapi pada kenyataannya perempuan di tuntut untuk bisa mandiri, mencari nafkah sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Sehingga perempuan punya mindset kalo dirinya sudah kaya akan materi tentu mempunyai pasangan pun tidak perlu.

Feminisme juga mendefinisikan kesuksesan perempuan itu adalah ketika perempuan bisa mandiri secara finansial, sukses berkarier. Mereka menganggap kemiskinan perempuan terjadi karena dominasi laki-laki dalam kehidupan sehingga perempuan tersingkirkan. Jadi solusinya adalah memandirikan para perempuan secara finansial agar perempuan bisa bernilai di tengah-tengah masyarakat dan tidak bergantung pada orang lain.

Adanya arus kesetaraan antara laki-laki dan perempuan karena ada cara pandang kapitalis yang berada di kehidupan kita saat ini. Mereka memandang perempuan ini harus mandiri dan harus bisa setara dengan laki-laki.

Karena kita hidup di sistem kapitalisme liberal jadi banyak perempuan-perempuan di sibukkan dengan bekerja, sehingga ini melalaikan tugas utamanya sebagai ibu untuk mengurus dan mendidik anaknya. Dan kesetaraan ini juga akan menimbulkan berbagai problem di tengah-tengah kehidupan seperti terjadinya perceraian akibat suami dan istri di sibukkan bekerja, sehingga sudah tidak maksimal untuk melayani suami karena kelelahan pulang bekerja. Kalau sistem kapitalisme ini terus di biarkan untuk di terapkan tentu banyak perempuan itu bercita-cita untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus dan layak daripada laki-laki.


Islam is the Best Solution

Para aktivis gender memandang syariat islam sebagai pengekang kebebasan perempuan. Mereka menganggap permasalahan perempuan saat ini akibat islam, padahal sekularisme kapitalis lah yang membuat masalah di dunia saat ini. Termasuk kesetaraan gender ini.

Perempuan saat ini tidak sejahtera karena dominasi para kapitalis terhadap SDA yang di legalkan dalam kapitalimse. Perempuan tidak mendapatkan hak-haknya karena negara dalam sistem ini itu tidak sebagai pengurus rakyat. Negara hanya berperan sebagai regulator.

Oleh karena itu, solusi atas berbagai persoalan ini adalah dengan penerapan syariat islam yang akan mengembalikan fungsi negara sebagai pengurus seluruh rakyatnya, termasuk megurusi perempuan.

Aturan islam mampu memuliakan perempuan, perempuan ditempatkan pada posisi yang mulia, yaitu sebagai ibu dan pengurus rumah tangga sehingga ditangannya akan melahirkan generasi-generasi yang hebat. Islam sangat melindungi perempuan dengan adanya wali yang menaggung nafkahnya dan bertanggung jawab mendidik dan melindunginya sehingga perempuan tidak di paksa untuk bekerja.

Islam mengizinkan perempuan mengamalkan ilmunya agar bermanfaat bagi masyarakat dengan melakoni berbagai profesi yang mulia seperti guru, dokter, perawat, ulama dan sebagainya. Semata sebagai amal sholeh bukan karena tuntutan ekonomi. Perempuan pun boleh tetap bekerja selama tidak melanggar hukum syara dan tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri dan ibu.

Kita harus segera melakukan perubahan agar perempuan bisa sejahtera, perempuan tidak akan bisa sejahtera dengan adanya program kesetaraan gender yang di aruskan oleh barat ini, islam sebagai solusi terbaik atas permasalahan ini.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update