Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wakil Rakyat dan Judi Online: Antara Amanah dan Khianat

Wednesday, July 10, 2024 | Wednesday, July 10, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:42:42Z

Oleh Nani, S.PdI

(Pemerhati Remaja Andoolo Sulawesi Tenggara)

 

Judi online kembali melanda dunia maya Indonesia. Sebab kali ini pelakunya adalah orang-orang yang menjadi figur di masyarakat. Seperti yang dilansir dari tirto, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 anggota parlemen ditingkat DPR dan DPRD bermain judi online (judol). Hal ini diungkapkan oleh Ivan Yustiavandana, Direktur Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (26/6/2024). “Apakah ada anggota parlemen pusat atau daerah yang melakukan (judol)? Ya, kami menemukan lebih dari 1.000,” kata Ivan dalam pertemuan di Gedung DPR di Jakarta, Rabu.

Menurut Ivan, PPATK telah mencatat sekitar 63.000 transaksi dengan jumlah pemain mencapai 1.000 orang. Para pemainnya berada di lingkungan legislatif, mulai dari anggota DPR dan DPRD hingga Dirjen. Selain itu, nilai transaksinya mencapai miliaran rupiah.

Wakil rakyat bukan sekadar jabatan, dalam konteks paradigma, ada nilai-nilai yang bisa ditemukan di sana. Pejabat yang terpilih diharapkan merakyat dan perilakunya menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin.

Para wakil rakyat harus siap secara mental dan kompeten secara profesional untuk menjadi tempat masyarakat untuk mengadu dan berkeluh kesah. Maka orang-orang yang sekarang menjadi anggota DPR bukanlah mereka yang ada di sana karena integritas atau profesionalitas mereka, tetapi karena mereka dibayar untuk itu.

Para wakil rakyat yang terpilih merupakan perwakilan dari partai politik dan memiliki kepentingannya sendiri. Bahkan, banyak wakil rakyat yang tidak berasal dari daerah asalnya. Akibatnya, mereka tidak mengetahui daerah yang mereka wakili. Pada aspek ini, sejumlah dampak dapat terjadi. Setelah terpilih, mereka dihadapkan pada dilema apakah mereka mewakili rakyat di daerah pemilihannya atau partai yang mencalonkannya. Dapat dipastikan banyak wakil rakyat yang memilih tunduk pada partai politik.

Ada kesan bahwa masa depan setelah terpilih tidak lagi berada di tangan rakyat yang memilihnya, dan masa depan wakil rakyat ditentukan oleh partai politik. Dengan biaya politik yang tinggi, rakyat terikat untuk mengikuti partai politik meskipun partai politik tersebut tidak sejalan dengan suara dan kepentingan rakyat.

Seorang wakil rakyat yang lebih mementingkan jabatannya daripada keadaan rakyatnya mencerminkan buruknya wakil rakyat tersebut. Hal ini menunjukkan kurangnya integritas, kredibilitas, dan kepercayaan. Hal ini juga menunjukkan keserakahan kapitalis.

Para anggota legislatif saat ini cenderung melegitimasi kepentingan penguasa dan oligarki, bukan rakyat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak memprioritaskan kredibilitas dan tidak mewakili masyarakat dan oleh karena itu mereka dipekerjakan secara salah.

Dalam sistem kapitalis, sulit untuk memberantas perjudian. Undang-undang ITE terkait perjudian sangat lemah dan sulit ditegakkan dalam kehidupan. Selain itu, sanksi tidak membuat jera para pelaku, sehingga tidak heran jika jumlah penjudinya terus meningkat di semua sektor. Pemilik situs judi online memanfaatkan kondisi ini dan mengoperasikan server di negara-negara yang mengizinkan perjudian.

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta, dan tentu saja aturan-aturannya sangat sempurna dan komprehensif untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat.

Dalam Islam, perjudian jelas-jelas haram hukumnya. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu. (QS al-Maidah, ayat 90-91).

Oleh karena itu, dalam pandangan Islam, para wakil rakyat juga seluruh masyarakat harus memiliki keyakinan yang lurus, selalu mengaitkan agama dengan kehidupan di segala bidang, menyadari bahwa mereka diawasi oleh Allah dan para malaikat-Nya, dan secara efektif mengendalikan individu-individu masyarakat sehingga mereka tidak jatuh ke dalam kejahatan.

Islam secara menyeluruh memberantas kejahatan melalui berbagai mekanisme yang dipandu oleh Islam di semua bidang kehidupan, karena negara adalah ra’in dan junnah bagi masyarakat. Dengan penerapan hukum Islam, tidak ada seorang pun yang akan terjerumus ke dalam kemaksiatan, termasuk judol.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update