Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Bangladesh, Dunia Butuh Perubahan Hakiki

Saturday, July 27, 2024 | Saturday, July 27, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:26Z

Oleh : Roslina Sari Ummu Luthfi

(Aktivis muslimah Deli Serdang).

Tragedi gelombang protes memilukan terjadi di Bangladesh yang memakan puluhan korban jiwa mahasiswa dan ribuan luka luka, menjadi perhatian dunia, hal ini dipicu oleh kezaliman dan ketidakadilan rezim Hasina yang menyebabkan kemarahan mahasiswa dan masyarakat Bangladesh hingga melakukan demontrasi besar -besaran.

Sebagaimana dilansir dari tirto.id.
Kerusuhan demo mahasiswa di Bangladesh pertama kali terjadi pada awal pekan ini di Universitas Dhaka senin (15/7/2024).

Awalnya kerusuhan hanya melibatkan peserta demonstran dengan kepolisian di dhaka, namun belakangan ini kerusuhan meluas dari kawasan ibukota ke kota-kota lain. Melansir The Guardian para mahasiswa Bangladesh telah membakar gedung Lembaga Penyiaran Negara pada Kamis (18/7/2024).

Seorang pegawai Bangladesh television BTV mengatakan pada AFP, masa yang marah membakar gedung resepsionis dan puluhan kendaraan yang di parkir di luar. Pihak BTP juga mengatakan banyak orang terjebak di dalam saat api menyebar, seorang pejabat lain dari stasiun televisi tersebut kemudian mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah mengevakuasi gedung tersebut dengan aman. Aksi membakar Lembaga Penyiaran Negara ini dilakukan sehari setelah Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina muncul di televisi ia tampil di hadapan publik untuk meredakan bentrokan yang telah membuat puluhan korban tewas.

Apa akar masalah yang menyebabkan demontrasi yang memilukan ini?

Terungkap kerusuhan terjadi di Bangladesh dipicu oleh kebijakan pemerintah Bangladesh yang menetapkan pembatasan kuota seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS ) dinilai hanya menguntungkan kelompok Pro- pemerintah pendukung Hasina.

Ratusan dan ribuan mahasiswa turun ke jalan menuntut diakhirinya sistem kuota yang menyediakan hingga 30% pekerjaan di pemerintahan bagi keluarga veteran yang berperang dalam perang kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971 melawan Pakistan.

Selain menyediakan hampir sepertiga pekerjaan di pemerintahan untuk anggota keluarga veteran perang kemerdekaan tahun 1971, sistem kuota juga menyediakan pekerjaan di pemerintahan untuk perempuan, penyandang disabilitas, dan anggota etnis minoritas.

Namun, sebagian besar mahasiswa memprotes pekerjaan yang diperuntukkan bagi keluarga veteran, yang mereka anggap hanya menguntungkan sebagian besar pendukung Hasina, yang juga menjadi pemimpin partai Liga Awami, serta juga yang memimpin gerakan kemerdekaan.

Para pengunjuk rasa telah meminta pemerintah untuk menghapuskan kuota karena dianggap “diskriminatif” terhadap para mahasiswa, yang berjuang di tengah tingginya pengangguran di negara dengan sekitar 32 juta anak muda tidak bekerja atau bersekolah.

Meskipun peluang kerja telah meningkat di beberapa sektor sektor swasta, banyak orang lebih memilih pekerjaan di pemerintahan karena dianggap lebih stabil dan menguntungkan.
Salah seorang mahasiswa di Dhaka mengatakan bahwa mereka harus menjaga diri mereka sendiri
dan generasi masa depan mereka. Mahasiswa dan anak muda membutuhkan pekerjaan di negara mereka ini dan mereka sudah menderita kekurangan pekerjaan di negara sendiri.

Para mahasiswa telah berulang kali mengundang pemerintah untuk berbicara dengan mereka namun penguasa [Sheikh Hasina] justru mengerahkan pasukan polisinya untuk menyerang mahasiswa.

Situasi ini menunjukkan dampak buruk sistem kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat yang menghasilkan kerusakan dan pada satu titik akan menyebabkan rakyat memberontak dan menuntut perubahan.

Inilah fakta nya negara yang menerapkan sistem demokrasi kapitalisme, dimana sistem yang rusak ini memang sudah cacat sejak lahir nya, sistem yang memanjakan rakyat pemilik modal lah serta kelompok, keluarga para pendukung rezimlah yang berkuasa serta berhak mendapat pekerjaan, sektor sektor penting dalam pemerintahan dan kesejahteraan.

Kesejahteraan hanya hanya dinikmati segelintir orang yang pasti nya merupakan kroni kroni dan yang dekat dengan rezim berkuasa. Sedangkan rakyat kecil, baik itu mahasiswa atau masyarakat yang sama sekali tidak akan pernah dan sulit mendapatkan akses tersebut.
Keadaan ini secara pasti akan menciptakan kesenjangan sosial dan jurang pemisah antara penguasa dan rakyat. Yang kaya makin kaya yang miskin akan makin miskin. Rakyat akan tetap miskin, dan ketidak adilan ini akan menciptakan pemberontakan dari rakyat nya sendiri dan pasti nya secara manusiawi ingin sebuah perubahan untuk negara mereka.

Semakin jelaslah sistem demokrasi kapitalisme telah gagal menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan ketentraman buat manusia. Justru terlihat lah kerusakan, kehancuran, kemiskinan dan kesengsaraan yang di akibatkan sistem buatan manusia ini.
Bukankah Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengingatkan kaum muslimin bahwa sistem demokrasi kapitalisme itu adalah hukum jahiliyah dan wajib meninggalkan nya?

اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَࣖ

Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?(QS.Al-maidah(5):50)

Kondisi ini hampir sama seperti tragedi 1998 di Indonesia. Pada waktu itu rakyat Indonesia melakukan demontrasi besar-besaran di seluruh wilayah. Terjadi kerusuhan dimana mana. Krisis ekonomi yang luar biasa yang dialami Indonesia, ketidakadilan, membuat rakyat dan mahasiswa bergerak, memberontak dan menuntut perubahan. Menyusul akhirnya melengserkan rezim yang berkuasa. Namun sampai hari ini Indonesia tetap mengalami krisis dan tetap dalam kondisi yang sama, bahkan lebih parah, meski rezim telah banyak berganti. Bahkan banyak diantara mahasiswa yang pada waktu itu begerak untuk perubahan saat ini sudah menduduki kursi-kursi jabatan dan hilang seketika kekritisan mereka. Dan tidak satu perubahan pun terjadi dari keadaan rakyat yang tetap menderita.

Hal ini juga yang terjadi pada rakyat Bangladesh. Rakyat Bangladesh ingin ada perubahan terhadap nasib mereka di tanah air mereka sendiri.

Namun apakah apa yang dilakukan mahasiswa dan rakyat Bangladesh itu akan bisa menciptakan perubahan dalam negeri mereka? Lalu perubahan seperti apa yang harus nya yang mereka ingin kan dan wujudkan?

Kita meski mengingat kan kepada rakyat Bangladesh bahwa perubahan yang hakiki itu bukan hanya dengan perubahan karena dorongan emosional semata atau perubahan karena dorongan materi, karena perubahan seperti itu itu hanya temporal dan sementara. Setelah hilang kemarahan atau terpenuhi materi mereka, setelah nya akan hilang. Dan permasalahan tetap akan ada. Perubahan seperti itu adalah perubahan yang lemah dan tidak akan menyelesaikan menyeluruh dan mendasar dari semua permasalahan.

Selama sistem kapitalisme masih dipakai untuk mengatur urusan rakyat dan pemerintahan, karena sistem demokrasi kapitalisme inilah sebenarnya yang menciptakan penderitaan bagi umat manusia. Sistem demokrasi kapitalisme ini harus dicampakkan dan diganti. Jika rakyat Bangladesh ingin perubahan yang hakiki, Perubahan kondisi ke arah yang lebih baik hanya dapat terwujud dengan penerapan sistem Islam secara Kaffah karena sistem Islam adalah sistem yang sempurna dan menyeluruh . Satu-satunya solusi dari seluruh permasalahan umat.

Perubahan yang didorong dengan aqidah islam yang kuat, yang melahirkan semua keyakinan dan keinginan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan dengan ketundukan pada syariat islam. Bahwa semua ururan mereka hanya menjadikan islam sebagai solusi tuntas dan totalitas dalam kehidupan dan negara. Inilah perubahan yang dilandasi dengan islam ideologis.
Sehingga rakyat menuntut kepada penguasa mereka bahwa hanya sistem islam lah yang harus diterapkan untuk mengurusi urusan mereka dalam negara, masyarakat dan individu. Dan negara tersebut adalah bernama Khilafah yang menerapkan islam kaffah dalam mengurusi umat.

Bagaimana ketika sistem ekonomi islam yang diterapkan untuk mengatur pengelolaan. sumber daya kekayaan alam . Sehingga negara hanya mengelola nya dan hasil nya dikembalikan kepada umat berupa pendidikan gratis, kesehatan gratis, menciptakan lapangan pekerjaan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu sehingga tercipta lah kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat. Sistem ekonomi islam mengharamkan distribusi kekayaan hanya berada di antara orang-orang kaya, saja atau segelintir orang tapi harus didistribusikan dengan adil dan merata pada yang kaya dan yang miskin.

Sistem pemerintahan islam akan membolehkan setiap warga negara, siapa saja berhak bekerja sebagai pegawai negara serta mendapatkan gaji dari negara. Dan kepala biro- biro dalam pemerintah an dipilih berdasarkan ketaqwaan nya bukan karena keluarga atau pendukung Kholifah. Dan negara yang menerapkan sistem islam ini telah terbukti eksis dan jaya dalam sebuah peradaban emas lebih kurang 13 abad lamanya. Sehingga sangat dirindukan, muslim dan non muslim merasa sejahtera, adil, dan nyaman hidup dalam naungannya dengan penerapan syariat islam dalam seluruh aspek.

Maka perubahan dengan islam ideologis inilah, yang harus dilakukan oleh rakyat Bangladesh jika ingin lebih baik kepada perubahan hakiki.

Oleh karena itu perubahan akan terwujud ketika mengikuti tahapan perubahan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Yaitu perubahan secara mendasar /inqilaby/revolusioner. Rasulullah SAW telah melakukan dakwah pemikiran ditengah umat pada waktu berdakwah di Makkah. Dengan dakwah pemikiran , mengajak masyarakat Makkah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, terikat hukum syara’ dan berhukum kepada hukum Allah disetiap urusan mereka. Serta meninggalkan hukum jahiliyah yang merusak dan menyengsarakan mereka.

Beliau mengkader /membina dari masyarakat yang mau menerima islam menghimpun nya dalam kutlah sahabat /partai /hizbun Rasul. Partai/kelompok ini siap diterjunkan ditengah pemikiran masyarakat jahiliyah di Makkah untuk menyampaikan pemikiran islam, bertarung dengan pemikiran kufur dan pemikiran jahiliyah menjelaskan kepalsuan sistem jahiliyah bserta makar penguasa Makkah. Beliau dan sahabat mendakwahkan islam kaffah dan melakukan amar makruf nahi munkar. Rasulullah SAW bersama sahabat melakukan aktivitas politik . Karena makna partai politik itu dalam islam adalah mengatur urusan umat dengan islam . Dan tugas partai politik itu adalah menyampaikan islam, melakukan amar makruf nahi munkar baik kepada umat dan penguasa. Inilah yang dilakukan Rasulullah SAW, sebagaimana beliau menyeru penguasa Makkah Abu Jahal untuk masuk islam dan menerapkan islam dalam mengatur urusan umat, beliau juga mendatangi para tokoh dan kabilah kabilah suku agar memberikan pertolongan serta perlindungan kepada Rasulullah SAW dalam dakwah.

Sehingga dalam tahapan ini Rasulullah di musuhi oleh penguasa Makkah dan bahkan beliau dan sahabat di zolimi, di persekusi, disiksa dan bahkan ada sahabat yang dibunuh. Dan ketika meminta pertolongan dari tokoh dan kabilah di Makkah banyak yang menolak sehingga dengan berbagai kesulitan ini akhirnya Allah SWT menurunkan wahyu serta memerintah kan beliau untuk beralih berdakwah ke tempat lain yaitu yastrib/madinah dengan mengutus sahabat Mus’aib bin umair untuk mendakwahkan islam kepada penduduknya, yang dengan izin Allah ditempat itulah islam secara kaffah dapat diterapkan dalam negara.

Rasulullah SAW dan sahabat mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari penguasa Aus dan Khajraj di Madinah sehingga menjadi kan semua penduduk Madinah mendukung Rasulullah dan sahabat , siap untuk menerapkan Islam kaffah dan mengangkat Rasulullah SAW sebagai kepala negara. Maka hijrah lah beliau dan sahabat ke Madinah. Dan tegaklah Islam di Madinah sebagai negara . Rasulullah SAW sebagai kepala negara menerapkan islam kaffah dan diteruskan para kholifah sesudahnya dalam sistem Khilafah.

Maka semua tahapan ini bisa terjadi hanya melalui perubahan mendasar tadi (islam ideologis) dan adanya partai politik yang landasan nya islam ideologis yang dibentuk oleh Rasulullah SAW sebelumnya.
Allah Azza wajalla berfirman.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka(QS.ArRa’d:11)

Maka dengan begitulah perubahan tersebut akan terwujud kembali saat ini sebagaimana pernah terwujud yang sudah dicontohkan oleh baginda Rasulullah. Perubahan ini akan kembali lagi terwujud dalam arahan pimpinan kelompok yang merujuk kepada amal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu kelompok dakwah islam ideologis. Dan saat ini ditengah tengah umat hizbut Tahrir hadir di berbagai negeri di dunia. Dalam tahapan dakwah nya beramal sebagaimana amal Rasulullah. Hizbut Tahrir partai ideologis yang berlandaskan islam. Hizbut tahrir berdiri batas latar belakang perintah Allah dalam QS. Ali- Imran (3) :104.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۝١٠٤

Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tujuan hizbut Tahrir melanjutkan kehidupan islam sebagaimana yang pernah dicontoh kan dan diterapkan Rasulullah SAW dan para khalifah sesudahnya.

Kepada para mahasiswa, rakyat Bangladesh dan seluruh umat, hizbut Tahrir menyeru Anda semua penuhi lah seruan Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT QS. Al-AnfalAl-Anfal(8) :24.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Hizbut Tahrir menyeru umat di seluruh dunia agar bersedia dan ikhlas dalam arahan pimpinan hizbut tahrir untuk bersama -sama melakukan perjuangan ini sehingga kehidupan islam kembali terwujud dimuka bumi ini dan menyinari seluruh dunia tegaknya Khilafah rasydah yang kedua sebagai solusi hakiki, dengan ini tragedi Bangladesh dan semua penderitaan umat didunia akan berakhir. Serta pertolongan Allah pun datang kepada umat ini dengan tegaknya Khilafah kembali.

Wallahu a’lam bisshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update