Oleh Lia April
Pendidik Generasi
Liputan6.com, Jakarta – Viral di sosial media seorang pedagang ditemukan tewas di sebuah toko perabot kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Hasil penyelidikan polisi, pelaku nyatanya dua anak kandungnya sendiri. Mereka menusuk ayahnya sendiri menggunakan sebilah pisau usai kedapatan mencuri. “Modusnya sakit hati terhadap korban karena pelaku dimarahin oleh korban,” jelas dia. Selain itu adapula kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak di Pesisir Barat, Lampung, terhadap orangtuanya ternyata berawal dari permintaan korban untuk dibantu diantarkan ke kamar mandi.
Sungguh miris melihat banyaknya fenomena seperti ini. Keluarga sejatinya adalah tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Tempat yang Allah ciptakan untuk menjalin kehangatan, kedamaian dan kasih sayang diantara semua anggotanya. Begitupula dengan anak. Anak adalah anugerah dari Allah swt. sekaligus amanah dan titipan yang harus dirawat, dididik dan dibina agar bisa menjadi anak-anak yang salih dan salihah serta menjadi penyejuk mata bagi kedua orang tuanya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih.”
Itulah sebahagian doa-doa yang senantiasa kita panjatkan ketika sehabis melaksanakan salat agar kita dikaruniai anak yang patuh dan taat kepada Allah Swt. dan berbakti kepada kedua orang tua.
Untuk menciptakan anak-anak yang salih dan salihah maupun generasi muslim yang berkepribadian mulia diperlukan pembinaan, pengarahan dan pendidikan sejak dini di segala aspeknya. Akidah Islamiah, adab dan akhlak sangat penting ditanamkan sejak dini agar bisa kuat dan mengakar dalam diri setiap generasi muslim.
Hanya saja gempuran sekularisasi saat ini makin menjauhkan generasi muslim saat ini dari jati diri seorang muslim sesungguhnya. Akibat sekularisasi moral generasi menjadi rapuh, iman yang bobrok dan jiwa yang kosong. Tidak hanya hubungan dengan Allah swt. sebagai Sang Pencipta menjadi rusak namun hubungan dengan sesama pun rusak.
Begitupun dengan kapitalisme. Tujuan hidup yang ingin dicapai oleh sistem ini adalah materi. Hal ini mengakibatkan generasi muslim saat ini hanya menganggap hubungan dengan orang tua hanya atas dasar manfaat saja. Tanpa memikirkan kewajiban kita adalah untuk berbakti kepada kedua orang tua (biruul walidain) dan bukan untuk menjadi anak yang durhaka.
Allah Taala berfirman dalam Qur’an Surat Luqman ayat 14 yang artinya,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.”
Kalaupun ada sesuatu yang kurang berkenan atau menyakiti dari orang tua kita ada baiknya kita memberi maaf dan beramar ma’ruf nahi mungkar tanpa harus dibalas dengan menghilangkan nyawa mereka. Seperti peribahasa yang mengatakan air susu dibalas dengan air tuba. Ingatlah bahwa banyak kebaikan dan kasih sayang yang telah mereka curah limpahkan kepada kita sedari kecil.
Inilah bukti nyata dari penerapan sistem sekuler-kapitalis yang telah menghilangkan fitrah seorang manusia.
Berbeda dengan Islam. Islam adalah agama yang sempurna, yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam. Sistem shahih, yang mengembalikan tujuan penciptaan manusia sesungguhnya yaitu sebagai seorang hamba dan khalifah di muka bumi. Hanya ketaatan dan amal shaleh mampu disuburkan oleh sistem ini.
Sistem Islam akan mendidik generasi yang berkepribadian Islam, memiliki pola pikir dan pola jiwa yang Islami. Islam akan mendidik generasi untuk senantiasa taat pada syariat. Taat dan patuh kepada Allah Swt. dan berbakti kepada kedua orang tua.
Dalam Islam, semua unsur akan saling berkontribusi membantu terwujudnya generasi yang cemerlang. Mulai dari penanaman akidah, adab dan akhlak di keluarga, lingkungan sekitar yang mendukung, tayangan media yang difilter oleh sistem Islam, sistem pendidikan yang berdasar pada akidah Islamiyah serta adanya peran dari penguasa yang turut andil didalamnya dengan menerapkan aturan Islam secara kaffah sehingga mampu memberikan sanksi tegas kepada setiap pelaku kejahatan sebagai bentuk zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus).
Hanya dengan Islamlah generasi akan terjaga seutuhnya dan terhindar dari segala bentuk kejahatan termasuk didalamnya kejahatan anak terhadap orang tuanya.
Wallahu’alam bissawab
No comments:
Post a Comment