Oleh : Dinnar Fitriani Susanti
Aktivis Muslimah Balikpapan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan kasus stunting di Kota Balikpapan meningkat 2 persen.
Ia membeberkan, berdasarkan data penimbangan, terdapat 2500 anak di Balikpapan memiliki masalah gizi.
Selain itu, terdapat pula lebih dari 680 ibu yang terserang anemia dan mengalami kekurangan energi kronis. “Ini adalah rapot merah kita. Stunting di perkotaan tidak selamanya identik dengan kemiskinan. Tapi lebih kepada perilaku. Sehingga, itu yang menyebabkan stunting,” tuturnya saat menghadiri Jambore Kader Posyandu di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Minggu (14/7/2024).
Kapitalis Sekuler Mengubah Perilaku
Raport merah yang ternyata menjadi tantangan di Kota Balikpapan dengan naiknya angka dua persen stunting di wilayah kota. Jika di sampaikan penyebabnya adalah perilaku, semisal tidak mempersiapkan diri untuk menjadi hidup sehat dan siap menjadi seorang Ibu untuk datang ke posyandu atau ke puskesmas terdekat dan ini bersifat gratis. Angka dua persen menunjukkan, bahwa jumlah ini terbilang banyak. Dan data ini untuk wilayah kota Balikpapan, belum lagi bila data di tambah dengan wilayah yang lainya.
Suasana kehidupan kapitalis Sekuler telah menjadi ukuran dalam perilaku saat ini. Kapitalis Sekuler menjadikan fakta sebagai sumber hukum dalam perilaku. Sudah menjadi hal yang terbiasa, ibarat menikah baru belajar menjadi istri, menjadi ibu baru belajar tentang anak. Sehingga dengan konsep suasana ini ketika anak lahir terjadi stunting fakta baru dan persoalan yang dihadapi. Sehingga kebutuhan untuk mengantisipasi hal yang terjadi menjadi tantangan tambal sulam.
Suasana kapitalis sekuler juga telah membentuk kehidupan hanya berdasarkan pada realita materi semata. Tujuan pendidikan generasi mengejar nilai materi dan pekerjaan. Sehingga latar belakang pendidikan untuk mewujudkan masa depan dengan tujuan manusia diciptakan belum terjadi. Di tambah tuntutan kehidupan ekonomi kapitalis mengukur kebahagiaan berdasarkan materi yang dimiliki.
Sehingga dengan konsep suasana kehidupan sekuler kapitalis seperti ini akan sangat sulit menyelesaikan raport merah menuntaskan stunting. Di karenakan suasana kapitalis sekuler saat ini merata baik di desa dan di kota. Dan untuk menuntaskan raport merah ini butuh suasana kehidupan terbaik.
Islam Kaffah Solusi Stunting
Islam adalah sebuah ideologi. Islam hadir untuk memberikan solusi terbaik untuk seluruh manusia. Karena Islam agama yang di turunkan oleh Sang Maha Pencipta agar manusia sesuai dengan fitrahnya, memuaskan akal dan menentramkan jiwa.
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْف ِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُ مُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (QS Al Imran ayat 110)
Allah telah memberikan predikat umat terbaik pada hamba Nya. Maksud umat terbaik ini adalah tidak hanya di masa Rasulullah saja, namun seluruh umat Rasulullah.
Dan syariah Islam sebagai panduan kehidupan telah begitu lengkap dan sempurna untuk mewujudkan umat terbaik tersebut. Agar umat terbaik tersebut bisa terwujud, butuh pelaksanaan syariah secara komprehensif. Inilah suasana yang dibutuhkan oleh generasi agar tidak terjadi stunting.
Syariah Islam telah menetapkan pondasi kehidupan berlandaskan pada akidah, dan inilah filosofi atau asas. Setiap hamba wajib menyadari bahwa Allah menciptakannya dalam rangka untuk taat kepadaNya. Ketika Allah mengamanahkan jasad, maka akan seoptimal mungkin menjaga kesehatan dan menjauhi hal-hal yang menghantarkan pada keharaman.
Di dalam sistem pendidikan Islam, bertujuan untuk membentuk Syakhsiyah (pola pikir dan pola sikap) Islam pada setiap individu. Sehingga tidak terpisahkan antara tsaqafah dan kehidupan. Tidak sekedar mengejar nilai ataupun sebatas eksistensi pekerjaan. Dari sini akan terwujud generasi yang menguasai berbagai bidang ilmu yang di butuhkan dalam kehidupan.
Kehidupan tidak terlepas dengan konsep suasana kesehatan, dalam Islam kesehatan merupakan kebutuhan yang bersifat kolektif untuk dipenuhi oleh Daulah Islam. Pembiayaan ini akan berasal dari Baitul Mall pada pos kepemilikan umum. Sehingga suasana kesehatan akan terus bisa diakses oleh seluruh umat. Tak bisa di pungkiri bahwa umat yang sehat, akan menjadi kualitas generasi selanjutnya.
Inilah Syariah Islam yang paling sesuai dengan kebutuhan manusia karena berasal dari Allah. Dan setiap individu di pastikan mendapatkan kebutuhan, baik itu kebutuhan pokok bersifat yang bersifat individu, seperti sandang, pangan dan papan. Juga kebutuhan pokok kolektif, seperti keamanan, kesehatan, pendidikan, transportasi, infrastruktur wajib di penuhi oleh Daulah Islam setiap individunya. Suasana ini akan mampu terwujud ketika ditegakkan oleh Daulah Islam.
No comments:
Post a Comment