Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dewasa ini, kebanyakan manusia terlena bahkan sangat menggebu-gebu untuk dunia. Mengejar target kinerja agar naik jabatan apapun dilakukan meskipun meninggalkan perintah Allah. Mengejar pujian dengan beragam cara agar populer meski melanggar hukum Allah, mengejar harta dunia siang malam hingga tak sempat ibadah pada Allah.
Mencari rezeki itu wajib, apalagi mencari nafkah bagi para suami adalah kewajiban, tapi jangan sampai meninggalkan akhirat.
Mengejar target tapi tetap tawakal pada Allah. Sebab terlalu cinta dunia dan terlalu berharap pada manusia hanya akan menyisakan kecewa mendalam, kecewa dunia jangan sampai tersiksa di akhirat.
Barangkali manusia merasa dikecewakan keadaan. Padahal menurut kita menyakitkan siapa tahu wasilah kita dekat dengan Allah.
Manusia bisa berjanji, tapi berpotensi mengingkarinya. Manusia bisa bersama, namun berpotensi meninggalkan. Tidak ada yang langgeng di dunia ini. Namun silaunya seolah menjanjikan banyak hal. Jangan sampai menjadikan kita punya penyakit Al-wahn (cinta dunia dan takut mati).
Mencintai Allah jauh lebih indah dan akan terasa manisnya iman meski diterpa banyak ujian. Lain hal nya manusia semua berpotensi mengecewakan. Harta, jabatan dan uang bukan jaminan kebahagiaan, namun keberadaannya dicari sebatas mengisi luang waktu setelah ibadah.
Allah SWT berfirman:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
(TQS. Ali-Imran ayat 133).
Allah SWT pun berfirman:
“Dan sungguh kalau kamu gugur dijalan Allah, atau meninggal tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.”
(TQS. Ali-Imran ayat 57).
Allah SWT pun berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”
(TQS. Al-Baqarah ayat 152).
Allah SWT juga berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(TQS. An-Nahl ayat 97).
Demikian Allah sangat paling tahu apa yang terbaik buat kita, terpelihara kesehatan fisik dan mental sampai tatanan ekonomi, kebutuhan sandang, pangan dan papan sejahtera karena Islam.
Berbeda halnya saat sistem sekuler kapitalis yang telah sukses menggempur mental milenials menjadi mudah baper dan putus asa. Menjadikan dunia dihati tanpa iman. Memporak-porandakan akidah, pergaulan bahkan tatanan negara yang seharusnya bahagia hingga ke surga. Sistem sekuler kapitalis menjadikan harta, tahta dan nikmat dunia harus dikejar mati-matian, padahal garis finish nya adalah kematian.
Mari menuju Islam kaffah dengan manhaj Rasulullah SAW, gapai bahagia dunia akhirat dengan janji adalah yang sudah dijamin kepastiannya. Tinggalkan sistem bathil yang menyengsarakan.
Wallahu’alam bissawab.
No comments:
Post a Comment