Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengangguran di Kalangan Gen Z Kian Meningkat

Friday, June 07, 2024 | Friday, June 07, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:44:51Z

Oleh : Ummu Najmi
(Ibu Rumah Tangga)

 

Sempitnya lapangan kerja membuat angka pengangguran di negeri ini semakin tinggi, terutama di usia produktif seperti Gen Z yang jumlahnya sangat besar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen Z yang belum memiliki pekerjaan. Angka tersebut didominasi oleh penduduk yang berusia 18 hingga 24 tahun. (kumparan.com, 20/05/2024)

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, mengatakan angka pengangguran tersebut adalah mereka yang baru lulus dari masa pendidikannya, namun belum mendapatkan pekerjaan. Selain itu Ida menjelaskan banyaknya anak muda yang belum mendapatkan pekerjaan karena tidak cocok (mismatch) antara pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.

Faktor Penyebab Tingginya Angka Pengangguran

Memang jika ditelisik ada berbagai faktor yang menjadikan banyaknya pengangguran di kalangan gen Z, di antaranya adalah ketidaksesuaian antara pendidikan yang ditempuh dengan permintaan pasar tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga menimbulkan kurangnya kesiapan mental dari mereka untuk terjun di dunia kerja; sempitnya lapangan kerja yang tersedia sehingga mereka harus bersaing dengan banyak orang, kemajuan teknologi yang membuat banyak peran manusia bisa digantikan oleh mesin atau kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan adanya kebiasaaan dari mereka yang biasa mencari kenikmatan dan kesenangan hidup, sehingga cenderung tidak mau bekerja berat/keras dan memilih-milih pekerjaan yang ringan.

Faktor-faktor di atas merupakan beberapa faktor yang ditengarai menjadi penyebab tingginya angka pengangguran di kalangan gen Z. Namun, yang menjadi faktor utama adalah abainya negara terhadap persoalan tersebut. Adalah ironi, negeri yang dilimpahi berbagai kekayaan alam yang berlimpah baik di daratan, lautan, bahkan di dalam perut buminya, namun generasi mudanya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini tidak lain karena negara mengadopsi sistem Kapitalisme dalam pengaturan urusan rakyatnya. Dengan sistem ini, sumber daya alam (SDA) yang berlimpah tersebut tidak berada dalam pengelolaan negara untuk hasilnya dikembalikan kepada rakyat. Sebaliknya, negara justru menyerahkan pengelolaannya kepada pihak swasta yang merupakan para pemilik modal, yang tentu saja bertujuan profit semata.

Dalam sistem Kapitalisme, negara hanya bertindak sebagai regulator untuk memudahkan dan memuluskan investasi para kuasa modal, termasuk menyetujui berbagai persyaratan yang mereka ajukan, salah satunya adalah mengijinkan mereka membawa tenaga kerja dari negaranya. Artinya, negara tidak memberikan kesempatan kerja pada rakyatnya sendiri. Bahkan penduduk yang berada di area industri itu pun mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Ini menunjukkan bahwa negara berlepas tanggung jawab dalam menjamin kesejahteraan terhadap rakyatnya yaitu dengan memberikan atau membuka lapangan pekerjaan kepada mereka .

Solusi Islam Mengatasi Pengangguran

Berbeda dengan sistem Kapitalisme yang menjadikan negara hanya sebagai regulator, Islam justru memandang bahwa negara memiliki peranan penting dan vital dalam mengurus, mengatur, dan menyelesaikan berbagai persoalan rakyat, termasuk persoalan ketenagakerjaan. Sebab negara berfungsi raa’iin, sebagaimana hadis Rasulullah saw.:
“Imam atau pemimpin itu adalah ibarat penggembala (raa’iin). Ia bertanggung jawab terhadap pengaturan urusan rakyatnya.” (HR. Bukhari Muslim).

Sebagai pengurus dan pelindung maka negara akan mencegah terjadinya pengangguran. Negara berkewajiban memberikan pendidikan yang memadai dalam menciptakan manusia individu-individu yang mempunyai skill yang memadai dan memiliki kepribadian Islam yang tangguh. Selanjutnya, negara akan memberikan dukungan kepada laki-laki yang sudah balig untuk bisa bekerja, dengan menyediakan lapangan pekerjaan yang halal dan luas. Oleh karena itu, negara akan mengerahkan segala upaya menggali semua SDA yang tersedia untuk dimanfaatkan dalam rangka memfasilitasi lapangan pekerjaan seperti pertanian, industri, perikanan, perkebunan, pertambangan, dan lain sebagainya. Di samping itu, negara akan memberikan modal usaha bagi rakyatnya yang ingin berwirausaha berupa uang, lahan, sarana, dan prasarana lainya yang mereka butuhkan. Adapun bagi orang yang lemah yang sudah tidak mampu lagi untuk bekerja maka negara akan memberikan santunan, untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyatnya, sehingga mereka dapat mengarungi kehidupan ini sebagaimana yang disyariatkan Allah SWT.

Hanya Islam yang dapat menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini sehingga akan memberikan jaminan kepada generasi Gen Z untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkannya.

Wallahu’alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update