Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Syawal, Bulan Peningkatan Amal Shalih, Menjauhi Maksiat dan Perilaku Curang

Sunday, May 05, 2024 | Sunday, May 05, 2024 WIB Last Updated 2024-05-05T02:31:01Z

 


Yauma Bunga Yusyananda


Sekitar 110 muslimah dari kalangan tokoh dan majelis ta'lim di Bandung Timur, berbondong-bondong menghadiri agenda kajian muslimah bulanan pada Ahad (28/4/2024). Agenda ini mengambil tema "Syawal, Bulan Peningkatan Amal Shalih, Menjauhi Maksiat dan Perilaku Curang".


Pemateri mengawali kajian dengan menyampaikan bahwa Ramadhan telah pergi dan bulan Syawal hadir sebagai bulan kemenangan bagi umat muslim, ditandai dengan adanya Idul Fitri. Dalam kitab Hasiyah al-Bujairami alal Khatib, Syekh Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairami mengatakan, Allah menjadikan tiga hari raya di dunia untuk orang-orang yang beriman, yaitu hari raya jum’at, hari raya Fitri, dan Idul Adha.


Semua itu, dianggap hari raya setelah sempurnanya ibadah dan ketaatannya. Idul Fitri bukanlah bagi orang yang menggunakan pakaian baru. Namun, bagi orang yang ketaatannya bertambah. Idul Fitri bukanlah bagi orang yang berpenampilan dengan pakaian dan kendaraan. Namun, Idul Fitri hanyalah bagi orang yang dosa-dosanya diampuni.


Pemateri menyampaikan apabila kita melihat sejarah, Syawal adalah memang bulan kemenangan umat muslim. Beberapa perang yang dimenangkan umat muslim terjadi pada bulan Syawal :

Perang-perang yang dimenangkan kaum muslimin di bulan Ramadhan diantaranya Perang Badar al-Kubra dan peristiwa Fathu Makkah. Ada juga Persiapan Perang Khandaq dengan menggali parit di bulan Ramadhan dan ketika Syawal kaum muslimin meraih kemenangan. Selain itu Penaklukan Andalusia (Spanyol) dipimpin Thariq bin Ziyad juga terjadi di bulan Ramadhan. Perang Ain dipimpin Syaifudin Al-Qutuz, panglima pertama yang mampu mengalahkan Mongol. 


Kemenangan hakiki dalam Islam tidak hanya terbatas pada keberhasilan materi atau kejayaan fisik semata, tetapi juga mencakup dimensi spiritual, sosial, moral, dan politis yang lebih luas. Ini adalah tentang meraih kebahagiaan sejati dalam sudut pandang Islam, sebab kemenangan adalah tatkala melakukan ibadah dengan sempurna dan ketaatannya bertambah. Serta istiqamah dalam ketaatan secara terus-menerus dan mampu menahan hawa nafsu dari segala hal yang menjurus kepada kemaksiatan. 


Ustadzah menyampaikan ada ciri-ciri orang yang mendapat kemenangan :

1. Diampuni dosa-dosanya

2. Istiqamah dalam ketaatan

3. Husnul khatimah

4. Allah selamatkan dari huru hara kiamat

5. Selamat ketika melewati titian sirath

6. Kaki kita sampai ke Jannah

7. Kita diberi rezeki bisa menatap wajah Allah Ta’ala

8. 

Namun menurut pemateri, pada faktanya setelah Ramadhan berlalu, ketakwaan yang senantiasa hadir dalam diri umat muslim bisa sirna begitu saja, seolah takwa hanya ada pada bulan Ramadhan. Salah satu perilaku maksiat yang kerap kali masih dilakukan adalah perilaku curang. 


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: 


“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?” (TQS. Al-Muthaffifin: 1-6)


Ayat-ayat ini menegaskan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam urusan dunia, serta mengingatkan akan akibat buruk bagi orang-orang yang berlaku curang dan tidak jujur dalam transaksi mereka. Ayat-ayat ini juga menyoroti kecaman dan ancaman keras bagi mereka yang berperilaku curang dalam transaksi mereka. "Wailun" adalah seruan keras yang menunjukkan bahwa orang-orang yang berperilaku tidak jujur ini akan mendapatkan siksaan atau hukuman yang pedih di akhirat.


Diakhir pemaparan materi, Ustadzah mengajak seluruh umat muslim untuk menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi segala aktivitas kita. Menjadikan ketaatan kepada Allah sebagai modal umat muslim dalam beraktivitas, sehingga Ridha Allah akan kita dapatkan, inilah makna kemenangan yang hakiki. Serius dalam meraih kemuliaan Islam dengan asas keimanan dan ketakwaan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update