Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nikah Muda Di Tekan, Pergaulan Bebas Jadi Trend

Monday, May 13, 2024 | Monday, May 13, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:47:08Z

Oleh : Fifi Dwiyanti

Dalam rangka pencegahan perkawinan anak usia dini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan kota Bontang, Lukman secara resmi membuka acara Advokasi Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Perkawinan Anak.

Kegiatan digelar di Auditorium Taman 3 Dimensi Bontang, Kamis, 2 Mei 2024.Dalam sambutannya, Lukman mengatakan kegiatan advokasi dan sosialisasi ini sangat membantu dalam mengantisipasi dan mencegah perkawinan anak usia dini. Data yang diperoleh dari pengadilan Agama Kota Bontang tentang dispensasi nikah pada 2023 lalu mengalami peningkatan kasus mencapai 31 perkara.

Hal ini disebabkan karena maraknya kasus hamil diluar nikah.Hamil di luar nikah terjadi karena pergaulan bebas yang berasal dari kehidupan liberal berakar kapitalis sekuler. Adanya penerapan sistem kehidupan yang kapitalis sekuler melahirkan generasi yang bebas. Sistem ini menganut pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan manfaat sebagai asasnya. Alhasil, nilai agama dikesampingkan dan hanya menjadi urusan pribadi saja. Ditambah minimnya ilmu agama yang menjadikan para generasi kehilangan jati diri dan pegangan hidup.

Maka dari itu, wajar jika pergaulan generasi saat ini makin melampaui batas dan lemah iman akibat dari sistem yang rusak ini.Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak bukanlah solusi. Hal tersebut menjadi sia-sia jika akses sosial media masih dapat dijangkau generasi tanpa batas. Banyak konten pornografi dan pornoaksi disajikan, baik lewat film, sinetron, iklan, atau di kehidupan nyata. Akibatnya, mereka yang menyaksikan adegan tersebut akan terdorong untuk melakukan hal serupa, apalagi di kalangan remaja labil.Negara gagal melindungi generasi dari pergaulan bebas yang berujung hamil di luar nikah.

Pemerintah bisa saja bertindak tegas dan menjalankan kewajibannya, mereka bisa memblokir konten-konten pornografi dan pornoaksi yang jelas merusak remaja dan berdampak buruk bagi masa depan mereka. Namun ternyata hal ini sulit direalisasikan melihat sistem yang diterapkan saat ini. Sangat sulit mengharapkan penguasa dalam sistem sekularisme kapitalisme ini untuk memperhatikan urusan rakyatnya. Alhasil, penanganan perlindungan anak-anak dari pengaruh buruk hanya bisa diperjuangkan oleh masing-masing keluarga.

Islam mencegah remaja dari hamil di luar nikah dengan aturan pergaulan dalam Islam. Islam tidak mengenal kebebasan mutlak. Bagi seorang muslim, ia terikat dengan setiap aturan Allah Ta’ala. Dalam Islam, setiap perbuatan seorang hamba harus berjalan sesuai perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Adapun peran negara sangat berpengaruh dalam peraturan pergaulan. Negara menerapkan sistem pergaulan Islam dengan melarang aktivitas yang mengarah pada pergaulan bebas, seperti larangan pacaran, khalwat (berduaan) dengan non mahram, ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan), berzina, dan sejenisnya.

Pergaulan Islam tersebut sepaket dengan sistem lain yang tersimpul dalam Daulah Khilafah.Dalam Sistem Pendidikan Islam misalnya akan membentuk Syaksiyah Islamiyyah. Negara menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk generasi berkepribadian Islam, yakni memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai tuntunan Islam. Kurikulum pendidikan disusun berasaskan Islam, termasuk pendidikan seks yang diajarkan sejak usia dini akan disesuaikan dengan rentang usia anak.

Semisal, pada usia prabalig, anak diajari terkait batasan aurat, kewajiban menutup aurat, mengenal mahram, dan lainnya.Negara juga mengontrol penuh tayangan, tontonan, konten, informasi, dan media yang beredar di masyarakat. Kalaupun ada produksi film, tontonan yang beredar harus memiliki fungsi edukasi dan dakwah untuk syiar Islam. Selama tidak melanggar syariat Islam, negara tidak melarang konten, tayangan, maupun film yang dibuat.

Demikianlah, Islam sangat memperhatikan masalah pergaulan laki-laki dan perempuan secara rinci dalam rangka melindungi generasi dari kerusakan. Ini karena keberlangsungan generasi adalah keberlanjutan bagi peradaban manusia. Jika generasi rusak, masa depan Islam akan suram. Jika Islam terpuruk, tidak akan ada kemuliaan. Oleh karenanya, Khilafah sangat serius membangun generasi unggul, cerdas, bertakwa, dan berkepribadian mulia. Hal ini demi tegaknya kehidupan Islam sehingga keberkahan akan menjangkau seluruh alam semesta. Waalahu A’lam Bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update