Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lonjakan Bawang Merah, Bikin Rakyat Terperangah

Sunday, May 05, 2024 | Sunday, May 05, 2024 WIB Last Updated 2024-05-04T23:50:00Z


Oleh : Sarinah


Harga bawang merah hingga kini belum turun,  hal itu telah terjadi beberapa Minggu yang lalu hingga kini. Mengutip dari laman GEMALANTANG.COM pada Senin 29 April 2024, lonjakan bawang merah ini membuat hati para emak-emak di provinsi Jambi makin perih. Betapa tidak, harga salah satu rempah pokok ini mencapai harga Rp 52.920 per kilogram, dikutip dari panel harga Nasional pada Senin 28 April 2024.


Sedangkan rata-rata di provinsi Jambi bawang merah dibandrol Rp 46.150, angka tersebut naik tajam, dibandingkan hari sebelumnya yakni Minggu 28 April 2024 di angka Rp 43.710, harga bawang merah menembus angka Rp 55.000 per kilogram di Kabupaten Batang Hari Jambi.


Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) secara umum, kenaikan harga bawang merah saat ini diduga karena adanya penurunan pasokan sebagai dampak dari curah hujan yang tinggi, yang bahkan mengakibatkan banjir dibeberapa daerah. Akibatnya mengalami kerusakan akibat banjir, sehingga produksi menurun, dan kualitas hasilnya kurang baik.


Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi meyebut, lonjakan harga bawang merah ini, kemungkinan terjadi akibat para pedagang pasar yang belum kembali dari mudik lebaran 2024. Hal ini menyebabkan pasokan bawang merah menipis.


Meroketnya harga bawang merah ini, jelas membuat rakyat terperangah, kedati bukan termasuk komoditas votile food yang wajib dan rutin mengiringi momentum lebaran realitas itu menegaskan bahwa bawang merah adalah komoditas pangan strategis, untuk itu terlalu klise jika alasan mahalnya bawang merah adalah banjir atau belum kembalinya pedagang dari mudik atau kurangnya stok di gudang.



Semua kemungkinan seputar stok bawang merah sebenarnya bisa diantisipasi, begitu pula dengan perihal mitigasi bencana banjir yang menyebabkan lahan puso, penguasa semestinya lebih sigap menangani.


Hanya saja, tindak antisipasi maupun mitigasi ini hanya bisa dilakukan jika memang penguasa  memiliki kesungguhan melayani urusan rakyat. Demikian pula kebijakan impor, yang setidaknya jika tidak menjadi solusi instan masih bisa kita apresiasi.


Bawang merah merupakan komoditas holtikultura yang banyak diusahakan oleh masyarakat, komoditas tersebut semestinya terus menjadi perhatian situs pemerintah, karena keduanya memberikan Andil yang cukup signifikan dalam menentukan inflasi.


Dengan ini jelas sangat urgen adanya kebijakan seputar bawang merah, dalam rangka penjagaan kontinuitas produksi, keterpenuhan pasokan, serta stabilisasi harga bawang merah dipasaran.


Pada titik ini, jelas perlu adanya peran aktif penguasa untuk terjun langsung mengurusi urusan rakyatnya. Hal ini agar segala aspek penunjangan ketersediaan bawang merah, selaku komoditas strategis tidak harus tersendat dan terhambat harga untuk sampai dalam jangkauan masyarakat.


Rasulullah Saw bersabda " imam (Khalifah) adalah pengurus, dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya".

(HR Muslim dan Ahmad)

Didalam islam tata kelola dalam sektor pertanian berperan urgen bagi ketersediaan pangan.


Dalam sistem Islam, tata kelola pertanian dapat ditempuh dengan beberapa langkah, yaitu:


Pada aspek hulu, Khalifah berperan memastikan ketersediaan benih yang berkualitas bagus, termasuk riset berupa rekayasa genetika untuk menghasilkan benih bawang merah yang tahan hama dan cuaca.


 Khilafah juga memastikan ketersediaan pupuk, obat-obatan, alat-alat mekanis pertanian, serta sarana prasarana irigasi.


Selanjutnya pada aspek hilir, khilafah akan menjamin proses distribusi ke seluruh masyarakat yang membutuhkan bawang merah,baik untuk rumah tangga maupun sekitor bisnis.


Pada saat yang sama khilafah mengawasi rantai pasok dipasaran, sehingga mencegah terjadinya permainan harga, penimbunan maupun monopoli oleh para pedagang nakal.

Khilafah juga memberikan perlindungan terhadap resiko bencana dan cuaca demi menjaga stabilitas harga.


Di samping itu, khilafah juga akan memfasilitasi penyimpanan atau gudang yang memadai  bagi para petani yang tanamanya siap panen.Dengan fasilitas tersebut langkah ini juga dalam rangka menjaga ketersediaan stok bawang merah dipasar, agar tidak terjadi kelangkaan, terutama saat permintaan meningkat pasca lebaran.

Allahu a'lam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update