Nusantaranews.net, Payakumbuh – Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril, S.Pd.M.Pd berkunjung ke Kantor PMI Kota Payakumbuh untuk memantau proses pemilahan dan packing pakaian layak pakai bantuan sekolah-sekolah dijajaran Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dipilah-pilah oleh relawan PMI Kota Payakumbuh. Rabu, (22/05)
Menurut ketua PMI Payakumbuh Muhammad Fadlan, PGDip.Impl., M.Sc. RAAD melalui salah seorang tim relawan PMI Iqbal.
Dalam kunjungan ini Kadisdik Dasril meninjau gudang posko bantuan berupa pakaian layak pakai dari sekolah TK, SD dan SMP se Kota Payakumbuh yang akan disalurkan kepada korban bencana banjir bandang dan korban air bah lahar dingin erupsi gunung Merapi di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang melalui kegiatan relawan PMI Kota Payakumbuh.
Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengumpukan pakaian layak pakai dari sekolah-sekolah dan dikumpulkan ke Sekretariat penyaluran PMI Kota Payakumbuh.
Menurut Megawati, S.AP staf Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang bertugas mengkoordinir pengumpulan bantuan baik berupa uang maupun pakaian layak pakai setalah terkumpul kalau berupa uang disalurkan melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Payakumbuh dan sampai saat ini sudah tekumpul dan di setorkan Rp.27.000.000.-
Sedangkan pakaian layak pakai terkumpul beberapa karung dan kardus yang diantarkan pihak sekolah dan semua bantuan pakaian tersebut sudah di kumpulkan ke posko PMI Kota Payakumbuh ke tim relawan PMI Kota Payakumbuh.
Salah seorang relawan PMI Iqbal mengatakan “Pakaian yang diantar oleh pihak sekolah ke PMI diberikan tanda terima dan dokumentasinya terus dibuka kembali semua barang untuk dilakukan pemilahan karena barangkali ada yang termasukkan pakaian yang bercampur.
Karena target kita memang pakaian yang layak pakai dan sesuai peruntukkannya untuk itu dipilah kembali dan di packing sesuai pengelompokkan berdasarkan jenis kelamin pakain laki-laki atau perempuan, umur dewasa atau anak-anak, pakaian perlengkapan solat, pakaian harian pakaian khusus, jilbab, baju anak-anak itu semua dikelompokkan supaya efektif dan mudah penyaluran dan tepat sasaran karena ketika di lokasi bencana itu satu tumpukan semua barang kadang letak barang tidak jelas dan tercampur dengan berbagai macam barang yang lainnya.
“Nanti ketika dilokasi bisa dibedakan pakaian anak dan dewasa tinggal langsung diberikan. Personil relawan PMI yang ikut proses membantu packing sebanyak 20 orang”. Sambung Iqbal.
No comments:
Post a Comment