Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BENCANA KELAPARAN DI DUNIA MEMBURUK, IRONI PERADABAN KAPITALISME

Saturday, May 11, 2024 | Saturday, May 11, 2024 WIB Last Updated 2024-05-11T05:53:33Z


Oleh: Kiki Ariyanti

 

Kelaparan merupakan salah satu masalah yang masih kompleks dalam dunia global. Permasalahan ini tak kunjung usai dan menjadi ancaman yang sangat nyata. Bahkan hari ini bencana kelaparan semakin memburuk dan masyarakat di dunia yang menderita kelaparan terancam meningkat.

 

Organisasi Pangan Dunia atau FAO yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengungkapkan masih banyaknya kelaparan akut di 59 negara atau wilayah, dengan jumlah 1 dari 5 orang di negara itu mengalami kelaparan akibat permasalahan pangan akut.

Berdasarkan laporan mereka bertajuk Global Report on Food Crises 2024, tercatat sebanyak 282 juta orang di 59 negara mengalami tingkat kelaparan akut yang tinggi pada 2023. Jumlah orang kelaparan pada 2023 itu meningkat sebanyak 24 juta orang dari tahun sebelumnya.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya cakupan laporan tentang konteks krisis pangan serta penurunan tajam dalam ketahanan pangan, terutama di Jalur Gaza dan Sudan. Dikutip dari CnbcIndonesia.com, 04 Mei 2024

 

Persoalan kelaparan yang terus saja menimpa, sungguh menambah luka dihati. Miris sekali membayangkan mereka menahan rasa lapar berhari-hari tanpa ada yang peduli. 

Satu dari jutaan kasus yang terjadi hari ini sejatinya karena diterapkannya sistem kapitalisme sekuler global di dunia. Sejak penerapan Sistem ini berbagai macam problematika kehidupan manusia banyak terjadi. Sistem kapitalisme adalah sebuah sistem kufur yang berasaskan sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan. Dengan asas inilah yang menjadikan negara tidak maksimal bertanggung jawab kepada rakyat. Bahkan bisa dibilang sistem ini mematikan peran negara sebagai pelayan umat. Buktinya negara tidak bisa menjamin pemenuhan kebutuhan pangan rakyat. Ditambah lagi sekarang harga bahan pangan yang semakin mahal. 

 

Sistem ini juga sangat menjunjung tinggi nilai materi dengan asas manfaat sehingga negara lebih mengutamakan kepentingan para penguasa dan pemilik modal daripada rakyatnya. Selain itu juga sistem ekonomi kapitalisme mengakibatkan sebagian besar kekayaan alam dikuasai oleh segelintir orang. Negara menjadikan swasta atau asing berkuasa atas sagala-galanya. Melalui penjajahan gaya baru sebagian besar sumber daya alam negara miskin dan berkembang sudah dikuasai oleh asing.

 

Inilah yang menyebabkan kelaparan akut dan ancaman kelaparan yang meningkat di dunia. Tata kelola ekonomi yang salah, membuat lapangan pekerjaan semakin sulit dan nilai upah juga rendah. Akibatnya angkat pengangguran semakin tinggi lalu rakyat dibiarkan pontang panting sendiri banting tulang berusaha untuk bisa sekedar makan. 

 

Sungguh ini adalah sebuah ironi dari peradaban kapitalis, dimana kurangnya perhatian negara kepada rakyat. Peradaban ini juga membuktikan bahwa negara tidak bisa menjamin kesejahteraan untuk rakyat. Rakyat hanya sebagai objek penderita saja. Mereka yang kaya bertambah kaya sedangkan rakyat yang miskin bertambah miskin.

 

Tata kelola ekonomi seperti ini jelas berbeda dalam Islam. Dengan penerapan sistem Islam yaitu sebuah aturan hidup yang datang dari Allah sang Pencipta manusia dan alam semesta. Maka, syariat Islam mempunyai aturan yang sempurna dan menyeluruh terkait masalah ekonomi.

 

Islam memiliki sistem ekonomi yang menjamin kesejahteraan rakyat. Konsep kepemilikan dalam Islam menjadikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh negara. Ini yang akan menjadikan sumber pemasukan untuk memberikan layanan publik berkualitas dan gratis.

 

Ada tiga konsep kepemilikan dalam Islam yaitu kepemilikan umum, kepemilikan negara dan kepemilikan individu. Dalam Islam, sumber daya alam adalah kepemilikan umum yang harus dikelola oleh negara. Dan hasilnya digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pokok rakyat dengan adil dan merata. Seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lain-lain. 

 

Untuk pihak swasta atau asing tidak akan diberikan celah sedikit pun oleh negara Islam untuk ikut mengelola sumber daya alam atas nama apapun. Penguasaan sumber daya alam oleh negara juga menjamin terbukanya lapangan pekerjaan yang sangat luas selain itu negara juga bisa memberikan beragam gaji yang besar sehingga kebutuhan pangan rakyat bisa terpenuhi karena sudah dijamin oleh negara.

 

Dengan terjaminnya seluruh kebutuhan rakyat, maka persoalan kelaparan akan bisa teratasi dengan baik. Negara akan berupaya semaksimal mungkin untuk benar-benar mengatasi persoalan ini, dengan cara-cara yang sudah ditetapkan oleh syariat Islam.

 

Beginilah jika sistem Islam secara kaffah diterapkan. Kesejahteraan rakyat akan terwujud. Karena pemimpin atau penguasa dalam Islam wajib bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyat. Dengan ketakwaan kepada Allah Swt menjadikan mereka pemimpin yang berkepribadian kuat, amanah dan bertanggung jawab.

 

Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Imam atau pemimpin adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

 

Hanya dengan penerapan sistem Islam seluruh umat manusia akan selamat. Karena Islam adalah solusi tuntas problematika kehidupan. Wallahu a’lam bishshawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update