Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Menjadi Pelaku Kejahatan, Dimana Peran Negara?

Monday, May 20, 2024 | Monday, May 20, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:46:31Z

Oleh Yulia Ummu Haristah

Pegiat Literasi dan Pendidik Generasi

 

Kasus pelaku kejahatan yang dilakukan anak di bawah umur kini marak terjadi, seperti kasus terbunuhnya seorang anak usia 6 tahun, oleh anak usia 14 tahun yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, sungguh tragis kejadian ini, anak usia sekolah SMP melakukan tindakan kejahatan yang keji, dari pembunuhan sampai melakukan pencabulan sodomi terhadap korban.

Dilansir SUKABUMIKU.id – Bocah laki – laki berinisial MA (6 tahun) asal Sukabumi menjadi korban pembunuhan, tidak hanya dibunuh anak yang baru mau duduk disekolah dasar ini juga menjadi korban kekerasan seksual sodomi.

Pelaku yang berusia 14 tahun ini, yang seharusnya bermimpi untuk menggapai cita-citanya, dengan belajar sungguh-sungguh, malah menjadi pelaku kriminal, dan menurut pengakuan pelaku, dia pun pernah menjadi korban pelecehan sodomi.

Kejadian tragis ini dipicu oleh sistem yang tidak menerapkan Islam. Sistem rusak pasti akan membuat kerusakan, dan terjadinya kriminalitas sekarang ini karena dalam sistem kapitalis hanya materi yang di nomor satukan.

Adapun untuk masalah pendidikan di sistem kapitalis, anak-anak hanya disibukkan oleh kurikulum yang ada dengan seabreg tugas, tapi minim nilai agama Sehingga yang dikejar hanyalah nilai akademik saja tanpa didampingi oleh pendidikan akhlak dan ketaatan terhadap agama.

Selain itu, peran orang tua di sistem kapitalis hanya disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan finansial saja,  disibukan dengan kerjaannya sehingga anak tak terawasi, dan orang tua pun menganggap bahwa dengan memberikan materi yang cukup maka sudah cukup pula tugas sebagai orang tua.

Begitupun dengan masalah sanksi yang di tetapkan disistem kapitalis, sanksi yang diberikan kepada pelaku kejahatan tidaklah menimbulkan efek Jera sehingga pelaku kriminalitas terus semakin bertambah dan semakin mengkhawatirkan.

Berbeda dengan sistem Islam, dalam sistem Islam pendidikan akan berorientasi kepada mencetak kepribadian yang berkualitas, mencetak generasi yang berkepribadian Islam sehingga keimanan akhlaknya dan potensi dirinya bisa dioptimalkan. sehingga akan mampu mengemban amanah yang akan dipikulnya nanti.

Disamping pendidikannya peran keluarga juga sangat penting untuk mencetak generasi hebat keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu harus bersinergi dalam mendidik anak anak nya, sebagai ibu yang menjadi sekolah pertama untuk anak-anak nya, akan mengarahkan anak-anaknya untuk taat dan takwa terhadap aturan agama sehingga anaknya menjadi anak yang salih salihah, begitupun peran bapak yang menjadi qowam akan memberikan nafkah yang halal untuk keluarganya sehingga ibu dan ayah bersinergi dalam membentuk generasi yang berkualitas.

Dan sekarang saatnya menerapkan aturan Islam, yang Allah buat untuk manusia, yang akan menjaga manusia dari segala kerusakan, dan meninggalkan sistem rusak buatan manusia, yang tentunya akan membuat kerusakan.

Wallahu’alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update