Tidak Cukup Boikot Produknya, Boikot Ideologinya Juga!


Oleh: Marlina Wati, S.E 
(Muslimah  Peduli Umat)


Buah kurma adalah salah satu makanan umat Islam yang di sunnahkan untuk membatalkan puasa di Ramadan ini. Sebagaimana yang kita ketahui kejahatan zionis di Palestina makin parah, mirisnya sampai saat ini kaum muslim Palestina belum juga mendapatkan pembelaan dari berbagai negeri-negeri muslim.


Dalam bulan ramadan salah satu yang bisa dilakukan memboikot  produk-produk kurma zionis, yang kita ketahui zionis adalah pengekspor kurma terbesar di dunia.


Ada berita bahwa menjelang Ramadan sejumlah perusahaan kurma asal Israel akan di boikot, sehingga mereka getar-ketir karena produk buat mereka tidak laku di masyarakat, pasalnya ajakan boikot produk Israel masih terus menggema di dunia akibat genosida yang dilakukan di Palestina.


Pengawasan terhadap produk-produk dari Israel di kalangan muslim tentu akan meningkat, setelah pertumpahan darah di Gaza. Konflik tersebut telah mengakibatkan hampir 30.000 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 69.000 terluka hanya dalam waktu 5 bulan.


Mengutip Middle East Eye, ada sepertiga negara yang menolak ekspor kurma produk Israel selama Ramadan. Kampanye iklan ada senilai USD 550.00 untuk mempromosikan kurma Merdjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan boikot. 


Berdasarkan data Kementerian Pertanian Israel, nilai ekspor kurma dari Israel tembus USD 338 juta pada tahun 2022, dibandingkan dengan ekspor bulan-bulan lainnya senilai 432 juta. Salah satu ekspor terbesar Israel adalah Hadiklaim. Ia menjual kurma di supermarket dengan nama king Solomon, Jordan River dan Jordan River Bio-Top, kurma Mehardin, MTex, Edom, Carmel Agrexco, dan Arava. (Kumpuranbisnis.com 03/03/2024)


Mengatasi aksi boikot tersebut produsen kurma zionis Yahudi disebut telah bekerja sama dengan beberapa pembeli, tujuan untuk mengubah label pada produk agar menutupi asal kurma tersebut. 


Boikot produk Israel tentu harus terus dilakukan atas produk-produk Yahudi lainnya. Bahkan seharusnya boikot produk ditingkatkan, hingga boikot ideologi yang membiarkan kekejaman di Palestina terus terjadi dengan dukungan adidaya Amerika.


Eksistensi ideologi kapitalisme adalah biang utama dari langgengnya penjajah seluruh dunia yang kita rasakan saat ini. Tentu ideologi kapitalisme yang terus menyebarkan luaskan pemikirannya keseluruhan dunia dengan pendekatan hegemoni.


Ideologi kapitalisme ini juga menyebarluaskan sebuah racun yang bernama nasionalisme yang bertujuan untuk memecah belah umat manusia khususnya umat Islam. 


Akibatnya satu bangsa berupaya mendominasi bangsa lain, di mana mereka hanya meraih kekuasaan,  kekayaan material, serta mendapatkan sumber daya alam dan sebagainya.


Nasionalisme juga mengakibatkan diamnya negara muslim saat umat Islam dibantai di Palestina, uighur, Suriah dan negeri-negeri Muslim lainnya. Satu-satunya ideologi yang menciptakan kebaikan, kesejahteraan, keamanan, serta kemaslahatan bagi seluruh manusia dan alam hanyalah ideologi Islam.


Sebagai seorang muslim tentu kita akan meyakini bahwa nabi Muhammad diutus dengan membawa syariat Islam untuk mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya, 

"Kami tidak mengutus kamu (Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam (QS. An-Anbiya 107).


Dalam ayat tersebut memiliki makna bahwa rahmat bagi alam semesta merupakan konsekuensi logis atau buah dari penerapan Islam secara Kaffah. Dalam seluruh aspek kehidupan manusia di mana kaum muslim tidak akan membiarkan begitu saja dunia berada di ambang kehancuran,  akibat dari penerapan ideologi kapitalisme. 


Sebelumnya dunia pernah dijajah oleh dua negara adidaya yakni Persia dan Romawi lalu Rasulullah Saw dan para sahabat berupaya menghentikan penjajahannya dengan terlebih dahulu membangun sebuah peradaban yang agung yaitu negara Islam yang ada di Madinah. 


Penjajahan Persia dan Romawi pada saat itu dapat dihentikan dengan kekuatan negara ideologi Islam, setelah Rasulullah wafat misi membangun peradaban yang agung dilanjutkan oleh para khalifah setelah beliau.


Pada masa Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu ketika Daulah Islam baru berumur belasan tahun kaum Muslim dapat mengalahkan kekuatan dua negara adidaya, penjajahan yang sudah berusia ratusan tahun. Setelah runtuhnya negara adidaya tersebut dunia diatur dengan aturan Islam yang membawa kebaikan bagi umat manusia selama berabad-abad lamanya.


Oleh karena itu, umat Islam harus terus menguarakan ideologi yang shahih dan layak untuk diterima yaitu ideologi Islam. Tegaknya ideologi Islam, sehingga diemban oleh negara hanya akan dapat terwujud jika kala Islam didakwahkan dengan mengikuti metode Rasulullah Saw.


Dakwah yang dilakukan adalah dakwah pemikiran yang menjadikan rakyat berpegang teguh kepada Islam dan menjadikannya sebagai qaidah dan qiyadah  fikriah. 


Maka dakwahlah yang harus dilakukan oleh umat, agar ketika diterapkannya ideologi Islam pasti akan terwujudnya negara berdaulat yang bersikap tegas kepada siapapun dan negara manapun demi kemaslahatan umat.

Post a Comment

Previous Post Next Post