Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Target PIP 100% Tercapai, Sudahkah Kualitas Pendidikan Meningkat?

Sunday, February 04, 2024 | Sunday, February 04, 2024 WIB


Oleh : Rifdatul Anam


Pendiddikan merupakan investasi sumber daya manusia di masa yang akan datang karena termasuk salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Untuk itu berbagai program dan kurikulum pun ditetapkan pemerintah guna mewujudkannya. Satu diantaranya adalah Program Indonesia Pintar yang bertujuan membantu pelajar dari keluarga miskin atau rentan miskin agar dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan finansial.


Hingga 23 November 2023 penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) telah mencapai 100 persen target, yaitu telah disalurkan kepada 18.109.119 penerima yang semula mempunyai target 17,9 juta pelajar. Bantuan itu menelan anggaran sebesar Rp 9,7 triliun setiap tahunnya. Dan pada tahun ini akan menambah sasaran untuk jenjang SMA sebanyak 567.531 pelajar dan jenjang SMK sebanyak 99.104 pelajar. Laporan ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. (Republika, 26-1-2024)


Penyaluran bantuan PIP dilakukan Kemendikbudristek melalui Pusat Layanan Pembiayaan (Puslapdik). Nadiem menuturkan, dengan semangat Merdeka Belajar pihaknya dapat menyalurkan bantuan PIP lebih terjamin dalam hal ketepatan sasaran, waktu, jumlah, dan pemanfaatannya. Serta akan lebih meningkatkan kualitas pelaksanaan program PIP sebagai bagian dari upaya pemerataan hak dan kualitas pendidikan. 


Sudah menjadi tanggungjawab negara memberikan pelayanan dan bantuan bagi rakyatnya, apalagi pada pendidikan yang menentukan generasi yang nantinya akan dilahirkan. Sehingga capaian 100 persen bantuan dana itu memang selayaknya diberikan. Tapi sayangnya, pengalokasian dana yang katanya sudah 100 persen, itupun diberikan secara bertahap tetapi belum semua anak didik mendapatkannya, sementara PIP ini dibentuk untuk pemerataan kualitas pendidikan yang bertujuan untuk mendanai para pelajar dalam mengenyam pendidikan di sekolah. 


Belum lagi kenyataannya akses pendidikan tidak merata ke daerah-daerah yang terpencil, kuantitas dan kualitas sarana prasarana yang tidak memadai dan memprihatinkan. Angka putus sekolah yang selalu meningkat setiap tahunnya karena biaya sekolah yang tinggi sehingga banyak keluarga yang tidak mampu membayarnya. Fakta- fakta tersebut menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam bidang pendidikan. 


Sedangkan kualitas pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan ketersediaan dana saja, tetapi kurikulum dan SDM pendidiknya juga harus diperhatikan. Dan jika semua yang berlaku atas bagaimana kurikulumnya, metode pembelajarannya, SDM pendidiknya hingga tata kelola pendidikannya tak lepas dari susunan kerangka sekulerisme kapitalis, apakah mungkin dapat terselesaikan dengan tuntas?  Sementara dalang permasalahan pendidikan di Indonesia adalah sekulerisme kapitalis.


Kebijakan-kebijakan dalam sistem ini hanya untuk mengalihkan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya, karena sebenarnya negara tidak benar-benar dapat menuntaskannya. Hanya sistem Islam lah yang memiliki jawaban atas semua permasalahan ini. Dalam Islam, pendidikan bertujuan untuk menciptakan generasi yang mempunyai kepribadian Islam, sehingga negara meletakkan perhatian lebih pada dunia pendidikan.


Pendidikan dalam Islam tidak terbatas hanya pada pemahaman agama saja, tetapi juga meliputi sains dan teknologi yang berdasarkan akidah Islam. Untuk itu negara bertanggung jawab dan berkewajiban memenuhi semua kebutuhan dalam dunia pendidikan, mulai dari menyiapkan kurikulum yang berbasis akidah Islam, sarana dan prasarana memadai, akses pendidikan mudah, tenaga pendidikan yang berkualitas, biaya pendidikan yang murah bahkan gratis.


Semua terlaksana karena negara Islam memiliki sumber dana untuk membiayainya  yakni dari pemasukan harta milik negara (Baitulmall) dan harta hasil pengelolaan milik umum, seperti pertambangan, hasil laut, hutan dan sebagainya. Dan sejatinya mendapat pendidikan yang layak adalah hak semua rakyat, dan hanya Islam yang  dapat memenuhi semua itu. Terbukti dengan banyaknya sekolah-sekolah yang telah menghasilkan para ilmuwan besar yang ilmu pengetahuannya sangat bermanfaat hingga saat ini.


Wallahu'alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update